Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Banjir Rendam MTs Al Masthuriyah Sukabumi, Ruang Kelas dan Laboratorium Rusak

252
×

Banjir Rendam MTs Al Masthuriyah Sukabumi, Ruang Kelas dan Laboratorium Rusak

Sebarkan artikel ini

Suk­abu­mi, SniperNew.id  – Ban­jir kem­bali melan­da wilayah Kabu­pat­en Suk­abu­mi, Jawa Barat, pada Kamis (11/9/2025) siang. Kali ini, air bah meren­dam lingkun­gan pen­didikan, tepat­nya di MTs Al Mas­thuriyah yang berlokasi di Kam­pung Tipar, Desa Cibolangkaler, Keca­matan Cisaat. Peri­s­ti­wa terse­but menye­babkan sejum­lah ruang kelas, lab­o­ra­to­ri­um kom­put­er, ser­ta ruang guru men­gala­mi kerusakan cukup parah.

Menu­rut infor­masi yang dihim­pun dari keteran­gan war­ga sek­i­tar, ban­jir diduga ter­ja­di aki­bat penyem­pi­tan salu­ran air yang berkai­tan den­gan proyek pem­ban­gu­nan Jalan Tol Bogor–Ciawi–Sukabumi (Boci­mi). Insi­d­en ini son­tak menim­bulkan kekhawati­ran dari pihak seko­lah, orang tua siswa, ser­ta masyarakat luas.

Hujan deras meng­guyur wilayah Cibolangkaler sejak pagi hari hing­ga men­je­lang siang. Deb­it air yang ting­gi mem­bu­at salu­ran air tidak mam­pu menam­pung ali­ran­nya. Aki­bat­nya, air melu­ap dan masuk ke kawasan seko­lah.

Sek­i­tar pukul 12.00 WIB, genan­gan mulai mema­su­ki area ruang kelas. Tak butuh wak­tu lama, air set­ing­gi betis hing­ga ping­gang orang dewasa menengge­lamkan meja, kur­si, ser­ta perangkat elek­tron­ik di dalam ruang bela­jar. Lab­o­ra­to­ri­um kom­put­er yang berisi puluhan unit perangkat juga ikut teren­dam.

Salah seo­rang war­ga, Asep (45), menu­turkan bah­wa ban­jir kali ini berbe­da dari biasanya. “Biasanya kalau hujan deras, air cuma lewat di jalan depan seko­lah. Tapi sekarang masuk sam­pai ke ruang kelas. Banyak barang yang rusak, teruta­ma kom­put­er dan buku-buku,” ujarnya.

  Ultras Garuda Geruduk Kantor PSSI, Tuntut Revolusi Total dan Desakan Erick Thohir Mundur

Aki­bat ban­jir ini, kegiatan bela­jar men­ga­jar di MTs Al Mas­thuriyah ter­pak­sa dihen­tikan semen­tara. Pihak seko­lah bersama guru dan siswa harus bergo­tong-roy­ong mem­ber­sihkan ruan­gan dari lumpur dan sisa genan­gan.

Kepala MTs Al Mas­thuriyah, Siti Rah­mawati, men­je­laskan bah­wa kerusakan pal­ing parah ter­ja­di di ruang lab­o­ra­to­ri­um kom­put­er. “Seba­gian besar perangkat kom­put­er tidak bisa digu­nakan lagi. Buku pela­jaran, arsip, dan doku­men seko­lah juga rusak terke­na air,” kata Siti.

Ia menam­bahkan, pros­es pem­be­la­jaran untuk semen­tara dial­ihkan ke ruang kelas daru­rat ser­ta meng­gu­nakan metode pem­be­la­jaran alter­natif. “Kami berharap ada ban­tu­an dari pemer­in­tah daer­ah maupun pusat, kare­na keru­gian ini cukup besar dan berdampak pada kelan­car­an pen­didikan siswa,” ungkap­nya.

Sejum­lah war­ga men­duga bah­wa ban­jir ini dipicu oleh penyem­pi­tan salu­ran air di sek­i­tar lokasi pem­ban­gu­nan Tol Boci­mi. Proyek strate­gis nasion­al terse­but ten­gah dalam tahap penger­jaan di beber­a­pa titik wilayah Suk­abu­mi.

Menu­rut keteran­gan war­ga, ali­ran air yang sebelum­nya lan­car kini menyem­pit aki­bat ter­tut­up mate­r­i­al proyek. Hal ini mem­bu­at air melu­ap ke pemuki­man dan fasil­i­tas umum, ter­ma­suk seko­lah.

“Kami tidak meno­lak pem­ban­gu­nan tol, tapi dampaknya harus diper­hatikan. Jan­gan sam­pai masyarakat yang jadi kor­ban ban­jir,” tegas Dedi (50), war­ga Kam­pung Tipar.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pemer­in­tah daer­ah melalui Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Kabu­pat­en Suk­abu­mi telah turun ke lokasi untuk melakukan pen­dataan. Tim BPBD bersama relawan mem­ban­tu evakuasi barang-barang seko­lah yang masih bisa dis­e­la­matkan.

  Warga Subang Heboh: Gumpalan Busa Hitam Melayang di Langit, Diduga Limbah Pabrik

Kepala BPBD Suk­abu­mi, Hen­dra Gunawan, men­gatakan pihaknya segera melakukan koor­di­nasi den­gan instan­si terkait. “Kami masih melakukan ases­men dampak kerusakan. Dalam wak­tu dekat, akan ada langkah daru­rat untuk memas­tikan kegiatan bela­jar tetap ber­jalan. Kami juga akan menyam­paikan lapo­ran kepa­da pemer­in­tah provin­si,” ucap Hen­dra.

Semen­tara itu, pihak kon­trak­tor pem­ban­gu­nan Tol Boci­mi dim­inta bertang­gung jawab atas dampak lingkun­gan yang ditim­bulkan. Sejum­lah aktivis lingkun­gan juga meny­oroti pent­ingnya kajian amdal (anal­i­sis men­ge­nai dampak lingkun­gan) yang lebih ketat agar peri­s­ti­wa seru­pa tidak teru­lang.

Berdasarkan perki­raan awal, keru­gian materi aki­bat ban­jir ini men­ca­pai puluhan juta rupi­ah. Kerusakan meliputi:

Puluhan unit kom­put­er rusak total. Meja, kur­si, dan per­ala­tan bela­jar han­cur teren­dam air. Buku-buku pela­jaran dan doku­men pent­ing tidak bisa dipakai lagi. Infra­struk­tur ban­gu­nan retak dan lem­bab aki­bat teren­dam dalam wak­tu lama.

Keru­gian ini ten­tu men­ja­di beban berat bagi pihak seko­lah yang may­ori­tas siswanya berasal dari kalan­gan menen­gah ke bawah.

Di balik musi­bah terse­but, tam­pak seman­gat gotong roy­ong masyarakat masih ter­ja­ga. Orang tua siswa, war­ga sek­i­tar, ser­ta relawan bergabung mem­ber­sihkan sisa lumpur di ruang kelas. Para siswa pun turut mem­ban­tu den­gan memindahkan kur­si dan meja yang masih bisa digu­nakan.

“Mes­ki sedih meli­hat seko­lah keban­ji­ran, kami harus tetap seman­gat. Semoga ada jalan kelu­ar dan ban­tu­an,” ujar Nurul (14), salah satu siswi kelas IX.

  Kebakaran Heboh di Pondok Aren: Warga Panik, Petugas Selidiki Penyebab

Ahli tata kota dari Uni­ver­si­tas Pasun­dan, Ban­dung, Dr. Agus Prata­ma, meni­lai ban­jir di kawasan pen­didikan ini men­ja­di alarm serius bagi pen­gelo­laan lingkun­gan di sek­i­tar proyek infra­struk­tur besar.

“Seti­ap proyek strate­gis, apala­gi tol, wajib memi­li­ki drainase memadai. Jika salu­ran air menyem­pit, maka limpasan hujan akan men­cari jalan lain, ter­ma­suk masuk ke seko­lah atau pemuki­man. Pemer­in­tah dan kon­trak­tor harus segera mem­per­bai­ki sis­tem drainase di area proyek,” jelas Agus.

Pemer­in­tah daer­ah bersama pihak seko­lah beren­cana mem­ban­gun tang­gul semen­tara di sek­i­tar kawasan seko­lah untuk mence­gah air masuk kem­bali apa­bi­la hujan deras melan­da. Selain itu, sis­tem pem­buan­gan air di area seko­lah akan diper­bai­ki den­gan ban­tu­an tek­nis dari dinas terkait.

BPBD juga mengim­bau masyarakat tetap was­pa­da mengin­gat cua­ca ekstrem masih berpoten­si ter­ja­di di wilayah Jawa Barat dalam beber­a­pa ming­gu ke depan.

Ban­jir yang meren­dam MTs Al Mas­thuriyah Suk­abu­mi pada Kamis siang (11/9/2025) men­ja­di pengin­gat pent­ing bah­wa pem­ban­gu­nan infra­struk­tur harus ber­jalan beriringan den­gan per­ha­t­ian ter­hadap lingkun­gan sek­i­tar.

Keru­gian yang diala­mi dunia pen­didikan aki­bat ben­cana ini cukup besar, namun seman­gat gotong roy­ong masyarakat menun­jukkan bah­wa seti­ap ujian dap­at dihadapi bersama. Kini, masyarakat menan­tikan langkah nya­ta dari pemer­in­tah daer­ah dan pihak terkait untuk mem­berikan solusi jang­ka pan­jang agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang kem­bali. (Abd/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *