Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Alat Berat Ditunda, Tim Masih Fokus Selamatkan Korban Reruntuhan Ponpes

742
×

Alat Berat Ditunda, Tim Masih Fokus Selamatkan Korban Reruntuhan Ponpes

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Pros­es evakuasi kor­ban di lokasi run­tuh­nya ban­gu­nan pon­dok pesantren (pon­pes) masih terus berlang­sung. Hing­ga kini, alat berat yang terse­dia belum sepenuh­nya diop­erasikan. Hal terse­but bukan tan­pa alasan.

Seper­ti dije­laskan oleh Menteri Sosial, Tri Ris­ma­hari­ni (Bu Ris­ma), kepu­tu­san untuk menun­da peng­gu­naan alat berat dilakukan kare­na masih banyak kor­ban yang diduga ter­tim­bun di bawah rerun­tuhan ban­gu­nan. Petu­gas gabun­gan masih men­gu­payakan pros­es penye­la­matan man­u­al den­gan cara mem­bu­ka celah atau “rong­ga” di antara rerun­tuhan. Upaya ini dilakukan agar kor­ban yang masih memi­li­ki pelu­ang hidup tidak men­gala­mi kon­disi lebih buruk aki­bat gun­can­gan atau perge­ser­an mate­r­i­al ban­gu­nan yang bisa ditim­bulkan jika alat berat lang­sung diop­erasikan.

Bu Ris­ma mene­gaskan, per­tim­ban­gan uta­ma adalah kese­la­matan kor­ban yang masih bera­da di bawah mate­r­i­al ban­gu­nan. Jika alat berat digu­nakan ter­lalu dini, risiko menam­bah kor­ban jiwa jus­tru lebih besar. Den­gan strate­gi penye­la­matan man­u­al, relawan dan tim SAR dap­at masuk melalui celah-celah sem­pit untuk memerik­sa tan­da-tan­da keber­adaan kor­ban yang sela­mat.

“Masih ada orang yang berusa­ha dis­e­la­matkan, jadi tim berusa­ha mem­bu­ka ruang di bawah rerun­tuhan. Kalau lang­sung pakai alat berat, bisa berba­haya. Yang masih hidup bisa semakin ter­himpit atau kehi­lan­gan pelu­ang berta­han,” ungkap Bu Ris­ma dalam keteran­gan di lokasi.

  Miris Kematian Bayi Perempuan di Batu Bara Tak Kunjung Terungkap

Ban­gu­nan pon­dok pesantren yang roboh dike­tahui digu­nakan untuk kegiatan pen­didikan santri. Pada saat keja­di­an, beber­a­pa orang bera­da di dalam area ban­gu­nan. Dugaan semen­tara, kon­struk­si ban­gu­nan yang tidak sesuai stan­dar men­ja­di pemicu uta­ma peri­s­ti­wa ini.

Beber­a­pa sak­si mata menye­butkan bah­wa ban­gu­nan roboh secara tiba-tiba. War­ga sek­i­tar bersama aparat setem­pat lang­sung beru­paya melakukan per­to­lon­gan den­gan per­ala­tan seadanya, sebelum akhirnya tim SAR gabun­gan datang untuk melakukan evakuasi lebih ter­struk­tur.

Pros­es evakuasi meli­batkan tim gabun­gan dari: Badan SAR Nasion­al, BPBD setem­pat, TNI — Polri,vrelawan masyarakat, ser­ta tim medis yang bersi­a­ga di lokasi.

Selain itu, Menteri Sosial Tri Ris­ma­hari­ni juga turun lang­sung untuk meman­tau perkem­ban­gan penye­la­matan kor­ban. Kehadi­ran Ris­ma mem­berikan ara­han agar semua langkah penye­la­matan menguta­makan kese­la­matan kor­ban yang masih ter­tim­bun.

Di ten­gah musi­bah ini, muncul pula suara kri­tikan dari masyarakat ter­hadap kual­i­tas pem­ban­gu­nan pon­pes yang diduga tidak sesuai stan­dar kea­manan. Sebuah ung­ga­han di media sosial menuliskan, “Pela­jaran yang menyak­itkan, kalau masih ngawur dalam mem­ban­gun pon­pes atau apapun untuk kepentin­gan umum, sung­guh kamu jahat.”

Kri­tikan ini mere­flek­sikan kere­sa­han pub­lik. Banyak pihak meni­lai bah­wa pem­ban­gu­nan fasil­i­tas umum, apala­gi yang digu­nakan oleh banyak orang ter­ma­suk anak-anak santri, seharus­nya mem­per­hatikan aspek kese­la­matan dan stan­dar tek­nis yang ketat. Kesala­han dalam peren­canaan atau kon­struk­si bisa berdampak fatal, seper­ti yang ter­ja­di pada kasus ini.

  Mobil Dinas Kelurahan Manggarai Selatan Dirusak Massa 

Hing­ga saat ini, data res­mi jum­lah kor­ban masih terus diper­barui. Beber­a­pa kor­ban berhasil dis­e­la­matkan, namun seba­gian lain masih bera­da di bawah rerun­tuhan. Suasana haru menye­limu­ti kelu­ar­ga kor­ban yang menung­gu kabar di sek­i­tar lokasi.

Tim medis mendirikan pos daru­rat untuk mem­berikan per­to­lon­gan per­ta­ma. Kor­ban yang sela­mat segera dievakuasi ke rumah sak­it ter­dekat guna men­da­p­atkan per­awatan inten­sif.

Pan­tauan di lokasi menun­jukkan kon­disi rerun­tuhan masih cukup rawan. Mate­r­i­al beton dan baja berser­akan, menyulitkan tim untuk berg­er­ak lelu­asa. Pros­es pen­car­i­an mem­bu­tuhkan ketelit­ian ting­gi agar tidak menim­bulkan perge­ser­an yang berba­haya.

Relawan dan tim SAR ter­li­hat bek­er­ja den­gan penuh kehati-hat­ian, meng­gu­nakan alat seder­hana seper­ti dongkrak man­u­al, ling­gis, hing­ga per­ala­tan potong. Sesekali ter­den­gar imbauan agar masyarakat men­jauh dari titik evakuasi demi kese­la­matan bersama.

Selain fokus pada penye­la­matan, pemer­in­tah juga akan melakukan inves­ti­gasi terkait penye­bab robohnya ban­gu­nan pon­pes terse­but. Apa­bi­la ter­buk­ti ada kelala­ian dalam kon­struk­si, pihak yang bertang­gung jawab akan dim­intai per­tang­gung­jawa­ban hukum.

“Ini peringatan keras. Pem­ban­gu­nan fasil­i­tas umum, apala­gi untuk anak-anak, harus memenuhi stan­dar kea­manan. Jan­gan ada lagi kasus seru­pa yang memakan kor­ban jiwa,” tegas salah satu peja­bat BPBD.

  Kecelakaan Beruntun di Cigudeg Bogor, Polisi Masih Kumpulkan Data Korban

Di ten­gah rerun­tuhan, relawan sem­pat men­e­mukan tan­da-tan­da kehidu­pan dari kor­ban yang masih ter­je­bak. Situ­asi ini menim­bulkan hara­pan bagi kelu­ar­ga yang menung­gu. Beber­a­pa kelu­ar­ga kor­ban ter­li­hat menangis, semen­tara lain­nya berdoa agar anggota kelu­ar­ganya bisa segera dite­mukan dalam keadaan sela­mat.

Kehadi­ran aparat juga mem­ban­tu mene­nangkan mas­sa agar tidak mendekat ke titik berba­haya. Mes­ki demikian, suasana mencekam dan penuh rasa cemas tetap terasa di sek­i­tar lokasi.

Keja­di­an ini mem­berikan pela­jaran pent­ing ten­tang pent­ingnya stan­dar kea­manan dalam pem­ban­gu­nan fasil­i­tas pub­lik. Ban­gu­nan yang digu­nakan untuk kepentin­gan umum harus benar-benar memenuhi syarat tek­nis dan diawasi secara ketat.

Kese­la­matan adalah pri­or­i­tas uta­ma. Kelala­ian dalam peren­canaan maupun pem­ban­gu­nan bisa berak­i­bat fatal, merugikan banyak nyawa.

Seper­ti dit­uliskan dalam ung­ga­han media sosial terse­but, peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat bah­wa kesala­han dalam pem­ban­gu­nan bukan hanya soal tek­nis, tetapi juga soal moral dan tang­gung jawab ter­hadap kese­la­matan orang banyak.

Run­tuh­nya ban­gu­nan pon­dok pesantren ini men­ja­di trage­di yang meny­isakan duka men­dalam. Hing­ga kini, pros­es penye­la­matan masih berlang­sung den­gan penuh kehati-hat­ian. Kepu­tu­san menun­da peng­gu­naan alat berat diam­bil untuk memak­si­malkan pelu­ang hidup kor­ban yang masih ter­je­bak di bawah rerun­tuhan.

Mes­ki demikian, keja­di­an ini sekali­gus mem­bu­ka mata banyak pihak ten­tang pent­ingnya pen­gawasan pem­ban­gu­nan fasil­i­tas umum. Hara­pan besar muncul agar kasus seru­pa tidak kem­bali teru­lang di masa men­datang. (abd)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *