Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Puting Beliung Hantam Ulak Karang, Dua Rumah Warga Rusak Parah

383
×

Puting Beliung Hantam Ulak Karang, Dua Rumah Warga Rusak Parah

Sebarkan artikel ini

Padang, SniperNew.id - Angin put­ing beli­ung kem­bali melan­da wilayah Kota Padang. Kali ini ben­cana angin ken­cang berputar terse­but men­er­jang kawasan Ulak Karang Sela­tan, Keca­matan Padang Utara, Kota Padang, pada Ming­gu pagi, 7 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 09.20 WIB.

Peri­s­ti­wa yang berlang­sung singkat itu menye­babkan dua rumah war­ga men­gala­mi kerusakan parah. Atap rumah mere­ka beter­ban­gan dan seba­gian besar ban­gu­nan terangkat hing­ga menim­bulkan keru­gian mate­r­i­al yang tidak sedik­it.

Keja­di­an ini sem­pat direkam dalam ben­tuk video oleh war­ga dan terse­bar melalui grup What­sApp hing­ga kemu­di­an diung­gah kem­bali oleh akun media sosial info_lintassumbar.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun, dua kepala kelu­ar­ga men­ja­di kor­ban ter­dampak lang­sung aki­bat ter­jan­gan put­ing beli­ung terse­but.

- Muham­mad Nasir (42 tahun). Peker­jaan: Nelayan. Ala­mat: Ulak Karang Sela­tan, Padang Utara

Rumah­nya men­gala­mi kerusakan cukup parah sete­lah atap­nya ter­lepas ter­bongkar diter­jang angin ken­cang.

- Fer­ry Fer­nan­do (41 tahun). Peker­jaan: Buruh har­i­an lep­as. Ala­mat: Masih satu kawasan den­gan kor­ban per­ta­ma. Rumah­nya juga men­gala­mi kerusakan ham­pir di selu­ruh bagian atap.

Ked­ua kor­ban kini harus menang­gung beban berat aki­bat musi­bah ini. Mere­ka kehi­lan­gan tem­pat ting­gal yang layak huni dan ter­pak­sa mem­per­bai­ki kem­bali rumah den­gan biaya cukup besar.

Menu­rut lapo­ran war­ga, angin put­ing beli­ung datang tiba-tiba tan­pa tan­da-tan­da khusus sebelum­nya. Cua­ca di wilayah terse­but sebe­narnya dalam kon­disi men­dung, namun tidak lama kemu­di­an angin berputar ken­cang men­er­jang kawasan padat pen­duduk itu.

  Evakuasi Terhambat SOP: Warga Aceh Keluhkan Lambatnya Penanganan Banjir

Put­ing beli­ung terse­but men­gak­i­batkan atap rumah war­ga terangkat dan beter­ban­gan, bahkan seba­gian ban­gu­nan porak poran­da. Mes­ki hanya berlang­sung beber­a­pa menit, keku­atan­nya cukup untuk mer­obohkan mate­r­i­al ban­gu­nan yang sudah berdiri puluhan tahun.

Keru­gian aki­bat ben­cana alam terse­but diperki­rakan men­ca­pai Rp 10 juta. Per­hi­tun­gan awal didasarkan pada kerusakan mate­r­i­al ban­gu­nan rumah, teruta­ma bagian atap, rang­ka kayu, ser­ta sejum­lah per­ab­otan rumah tang­ga yang ikut rusak terke­na hujan deras sete­lah atap hilang.

Namun angka ini masih meru­pakan perki­raan awal. Jika dilakukan pen­dataan lebih lan­jut oleh pemer­in­tah setem­pat maupun Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Kota Padang, nilai keru­gian bisa saja bertam­bah besar.

Insi­d­en ini ter­ja­di pada Ming­gu pagi, 7 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 09.20 WIB. War­ga yang masih berak­tiv­i­tas di rumah mas­ing-mas­ing men­dadak panik sete­lah menden­gar suara gemu­ruh dan tiu­pan angin ken­cang yang berputar.

Dalam hitun­gan menit, atap rumah kor­ban terangkat dan beter­ban­gan. Beber­a­pa bagian kayu penyang­ga juga ikut roboh sehing­ga menim­bulkan suasana panik di sek­i­tar lokasi.

Lokasi ter­dampak ben­cana bera­da di kawasan Ulak Karang Sela­tan, Keca­matan Padang Utara, Kota Padang, Sumat­era Barat.

Wilayah ini dike­nal cukup padat pen­duduk den­gan rumah-rumah per­ma­nen berdiri rap­at. Kon­disi ini­lah yang mem­bu­at dampak kerusakan terasa sig­nifikan mes­ki hanya dua rumah uta­ma yang ter­catat men­gala­mi kerusakan parah.

Menu­rut keteran­gan war­ga sek­i­tar, sebelum keja­di­an lan­git tam­pak men­dung. Tiba-tiba angin ken­cang berputar muncul dan dalam hitun­gan detik lang­sung meng­han­tam beber­a­pa rumah.

  Air Banjir Terus Naik, Warga Panik Tinggalkan Rumahnya

War­ga berham­bu­ran kelu­ar rumah menye­la­matkan diri, seba­gian lain berusa­ha menut­up pin­tu dan jen­dela agar tidak ter­bawa angin. Sete­lah angin reda, ter­li­hat jelas atap rumah dua war­ga sudah ter­lepas dari tem­pat­nya.

Beber­a­pa war­ga segera mem­berikan per­to­lon­gan kepa­da kor­ban, mengevakuasi barang-barang berhar­ga, ser­ta mem­ber­sihkan puing-puing mate­r­i­al ban­gu­nan.

Video amatir yang beredar mem­per­li­hatkan kon­disi rumah den­gan atap ter­bu­ka lebar, rang­ka kayu ter­li­hat jelas, dan beber­a­pa bagian rumah rusak berat.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, pemer­in­tah setem­pat melalui aparat kelu­ra­han dan keca­matan sudah turun ke lokasi melakukan pen­dataan awal.

Selain itu, relawan dan tetang­ga sek­i­tar ikut mem­ban­tu mengevakuasi barang-barang kor­ban agar tidak semakin rusak. Ban­tu­an daru­rat beru­pa mate­r­i­al seadanya seper­ti ter­pal juga diberikan agar rumah kor­ban bisa ditu­tupi semen­tara.

Pemer­in­tah daer­ah dihara­p­kan segera menyalurkan ban­tu­an per­baikan rumah, baik beru­pa dana stim­u­lan maupun mate­r­i­al ban­gu­nan, agar kor­ban bisa kem­bali memi­li­ki rumah layak huni.

Muham­mad Nasir, salah seo­rang kor­ban, men­gaku kaget den­gan keja­di­an terse­but. “Saya sedang di rumah bersama kelu­ar­ga, tiba-tiba ter­den­gar suara gemu­ruh, atap lang­sung terangkat. Kami hanya bisa menye­la­matkan diri kelu­ar,” ujarnya.

Semen­tara itu, Fer­ry Fer­nan­do men­gungkap­kan hal sena­da. Menu­rut­nya, angin datang begi­tu cepat dan tidak mem­beri kesem­patan banyak untuk menye­la­matkan barang-barang di dalam rumah. “Semua ter­ja­di dalam hitun­gan menit, atap rumah habis terangkat. Kami benar-benar kaget,” katanya.

War­ga sek­i­tar juga meny­atakan rasa pri­hatin men­dalam. Mere­ka berusa­ha mem­berikan dukun­gan moral maupun tena­ga untuk mem­ban­tu kor­ban mem­ber­sihkan sisa-sisa puing rumah.

Fenom­e­na put­ing beli­ung ser­ing ter­ja­di di beber­a­pa wilayah Indone­sia, ter­ma­suk Sumat­era Barat, teruta­ma pada saat musim pan­car­o­ba. Menu­rut catatan Badan Mete­o­rolo­gi, Kli­ma­tolo­gi, dan Geofisi­ka (BMKG), angin put­ing beli­ung biasanya muncul aki­bat perte­muan dua mas­sa udara berbe­da den­gan kon­disi atmos­fer tidak sta­bil.

  Banjir Subuh Bandung, Warga Selamat dari Ular

BMKG juga mengim­bau masyarakat agar selalu was­pa­da ter­hadap cua­ca ekstrem, teruta­ma jika lan­git tam­pak men­dung gelap, dis­er­tai tiu­pan angin ken­cang. Masyarakat diim­bau segera men­cari tem­pat aman jika tan­da-tan­da angin put­ing beli­ung mulai ter­li­hat.

Keru­gian aki­bat ben­cana put­ing beli­ung memang terasa berat, ter­lebih bagi war­ga den­gan kon­disi ekono­mi menen­gah ke bawah seper­ti nelayan dan buruh har­i­an lep­as. Mere­ka ten­tu mem­bu­tuhkan ulu­ran tan­gan, baik dari pemer­in­tah, lem­ba­ga sosial, maupun masyarakat luas.

Ban­tu­an yang diberikan tidak hanya beru­pa dana maupun mate­r­i­al ban­gu­nan, tetapi juga dukun­gan psikol­o­gis agar kor­ban tetap tabah meng­hadapi musi­bah. Sol­i­dar­i­tas sosial men­ja­di kun­ci agar pemuli­han pas­caben­cana bisa ber­jalan lebih cepat.

Peri­s­ti­wa angin put­ing beli­ung yang men­er­jang Ulak Karang Sela­tan, Padang Utara, Ming­gu pagi 7 Sep­tem­ber 2025, men­ja­di pengin­gat bah­wa ben­cana bisa datang kapan saja tan­pa diduga. Dua rumah war­ga men­gala­mi kerusakan parah, yakni milik Muham­mad Nasir dan Fer­ry Fer­nan­do.

Keru­gian semen­tara ditak­sir men­ca­pai Rp10 juta. Pemer­in­tah setem­pat sudah turun tan­gan melakukan pen­dataan dan penan­ganan awal. War­ga sek­i­tar juga menun­jukkan kepedu­lian den­gan mem­ban­tu kor­ban mem­ber­sihkan puing-puing rumah.

Mes­ki demikian, kor­ban tetap mem­bu­tuhkan ban­tu­an lebih lan­jut untuk mem­ban­gun kem­bali rumah mere­ka. Ben­cana ini juga men­ja­di momen­tum bagi semua pihak untuk meningkatkan kewas­padaan ter­hadap poten­si cua­ca ekstrem yang bisa datang sewak­tu-wak­tu. (Ahm/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *