Kecelakaan kembali terjadi di kawasan rawan Jalan Lintas Barat Lampung–Bengkulu, tepatnya di lokasi yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Tanjakan Mayit”. Peristiwa ini terjadi pada Senin, 11 Agustus 2025, di mana sebuah truk dilaporkan terjun ke jurang.
Informasi ini pertama kali dibagikan melalui media sosial oleh akun Tanjakan Sedayu, yang menuliskan peringatan kepada seluruh pengendara:
“TRUK TERJUN KE JURANG„ KABAR TERKINI DI LINTAS BARAT,.. Hati-hati untuk semua nya.. Semoga perjalanan kalian selalu dilancarkan… semoga info kejadian yang saya unggah juga bisa bermanfaat untuk kalian.. tapi jangan kayak beberapa orang itu yang gak tau apa-apa tapi banyak bicara…”
Video yang diunggah memperlihatkan kondisi di sekitar lokasi kejadian, di mana truk yang terlibat tampak terguling di dasar jurang, sebagian muatannya berupa batu bata berserakan. Vegetasi lebat di sekeliling lokasi membuat proses evakuasi diperkirakan cukup sulit.
Tanjakan Mayit, sesuai namanya yang menyeramkan, memang terkenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di lintas barat. Jalan yang menanjak dan berkelok, ditambah kondisi medan yang sempit, seringkali menjadi tantangan berat bagi para pengemudi, terutama kendaraan berat seperti truk dan bus. Tak jarang, kecelakaan di lokasi ini menelan korban jiwa maupun menyebabkan kerugian materi yang besar.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi semua pengendara, khususnya mereka yang kerap melintas di jalur Lintas Barat Lampung–Bengkulu. Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan untuk menghindari kejadian serupa:
1. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Prima
Sebelum memulai perjalanan jauh, lakukan pengecekan rem, ban, dan sistem kemudi. Truk atau bus dengan beban berat memerlukan sistem pengereman yang benar-benar siap, apalagi ketika melewati tanjakan atau turunan ekstrem.
2. Pahami Medan Jalan
Jika tidak terbiasa melintasi rute tertentu, sebaiknya pelajari kondisi jalannya terlebih dahulu. Informasi ini dapat diperoleh dari rekan sesama sopir, peta digital, atau berita setempat.
3. Jaga Kecepatan dan Kendalikan Beban
Di jalur menanjak dan menurun, kecepatan rendah jauh lebih aman. Selain itu, perhatikan bobot muatan agar tidak melebihi kapasitas kendaraan, karena beban berlebih memperberat kinerja rem dan mesin.
4. Gunakan Gigi Rendah di Turunan
Mengandalkan rem secara penuh di turunan panjang dapat menyebabkan rem blong. Gunakan gigi rendah untuk membantu menahan laju kendaraan.
5. Istirahat Cukup Sebelum Berkendara
Faktor kelelahan sopir sering menjadi penyebab kecelakaan. Pastikan tubuh dalam kondisi segar dan fokus sebelum menempuh jalur berisiko tinggi.
Bagi para sopir truk, bus, dan pengemudi angkutan lainnya, profesi Anda adalah tulang punggung jalur distribusi negeri ini. Barang-barang kebutuhan, hasil pertanian, dan logistik penting hanya bisa sampai tepat waktu berkat kerja keras Anda. Namun, tidak ada yang lebih penting dari keselamatan diri. Muatan bisa diganti, jadwal bisa diatur ulang, tetapi nyawa hanya satu kali.
Jangan pernah merasa terburu-buru demi mengejar target waktu. Seringkali, lima atau sepuluh menit yang dihemat justru tidak sebanding dengan risiko yang diambil. Ingat, keluarga menunggu di rumah, dan mereka berharap Anda pulang dengan selamat.
Kecelakaan di Tanjakan Mayit kali ini hendaknya menjadi pengingat, bukan hanya bagi sopir truk tersebut, tetapi juga semua pengendara yang melintasi jalur ini. Jalan lintas barat memiliki pesona pemandangan indah, namun di balik itu tersimpan tantangan besar. Kejelian, kesabaran, dan kehati-hatian adalah kunci utama agar perjalanan berakhir dengan aman.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bersama, dan semoga para pengemudi di seluruh jalur lintas Sumatera selalu diberi perlindungan dalam menjalankan tugasnya.
Tetap waspada, jaga kondisi kendaraan, dan selalu ingat: keselamatan adalah prioritas utama. (Abd)



















