Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Barito Utara Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lewat Sosialisasi e‑BLUD

166
×

Barito Utara Dorong Transformasi Layanan Kesehatan Lewat Sosialisasi e‑BLUD

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id — Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara melalui Dinas Kese­hatan res­mi mengge­lar sosial­isasi pen­er­a­pan Aplikasi e‑BLUD untuk Rumah Sak­it Umum Daer­ah (RSUD), Puskesmas, dan Lab­o­ra­to­ri­um Kese­hatan Daer­ah (Labkes­da). Kegiatan ini berlang­sung sela­ma dua hari, 28–29 Agus­tus 2025, di Gedung Bal­ai Antang, Muara Teweh, dan diiku­ti ratu­san peser­ta dari berba­gai unit pelayanan kese­hatan.

Acara dibu­ka lang­sung oleh Kepala Dinas Kese­hatan Bar­i­to Utara, Pari­a­di AR, SKM, yang mene­gaskan pent­ingnya trans­for­masi tata kelo­la layanan kese­hatan melalui mekanisme Badan Layanan Umum Daer­ah (BLUD). Menu­rut­nya, BLUD bukan hanya sekadar sis­tem admin­is­trasi, melainkan strate­gi besar untuk men­dorong kual­i­tas layanan kese­hatan yang lebih baik, transparan, dan efisien.

“Den­gan sis­tem pen­gelo­laan yang lebih flek­si­bel, BLUD dihara­p­kan mam­pu meningkatkan efisien­si peng­gu­naan sum­ber daya, mem­perku­at akunt­abil­i­tas, ser­ta meng­hadirkan pelayanan kese­hatan yang efek­tif, efisien, dan berkual­i­tas,” ujar Pari­a­di dalam sambu­tan­nya.

Kon­sep BLUD pada dasarnya mem­berikan ruang bagi unit layanan pub­lik, ter­ma­suk rumah sak­it dan puskesmas, untuk men­gelo­la keuan­gan lebih flek­si­bel diband­ing sis­tem birokrasi murni. Flek­si­bil­i­tas ini memu­ngkinkan pen­gelo­la layanan kese­hatan melakukan ino­vasi, men­gatur strate­gi anggaran sesuai kebu­tuhan, ser­ta meningkatkan mutu layanan kepa­da masyarakat.

Sebelum­nya, banyak puskesmas maupun rumah sak­it di daer­ah terk­endala mekanisme birokrasi yang pan­jang keti­ka hen­dak memenuhi kebu­tuhan mende­sak. Den­gan adanya BLUD, ham­bat­an terse­but dihara­p­kan bisa dimin­i­mal­isasi.

Dalam kon­teks Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, pen­er­a­pan BLUD diang­gap strate­gis kare­na wilayah ini memi­li­ki tan­ta­n­gan tersendiri: luas­nya daer­ah pelayanan, keter­batasan tena­ga medis di beber­a­pa keca­matan, hing­ga kebu­tuhan sarana dan prasarana kese­hatan yang terus meningkat.

  Kades Panran Raya Tunjukkan Kepemimpinan Luar Biasa

Untuk mem­perku­at pema­haman peser­ta, Dinas Kese­hatan Bar­i­to Utara meng­hadirkan nara­sum­ber dari Kementer­ian Dalam Negeri, yakni Wis­nu Sapu­tro, SE., M.AP dan Said Iskan­dar Abdul­lah, S.IA. Ked­u­anya mem­berikan gam­baran reg­u­lasi, tata kelo­la, hing­ga tek­nis pen­guatan BLUD sesuai atu­ran pemer­in­tah pusat.

Selain itu, hadir pula tim ahli dari Lem­ba­ga Pengka­jian dan Pengem­ban­gan Sis­tem Pelayanan (LPPSP) FISIP Uni­ver­si­tas Indone­sia, yaitu Air­lang­ga Satri­o­jati, S.Ak dan Anggit Riz­ki Fadi­lah, S.Hum. Para akademisi ini berba­gi pen­gala­man tek­nis pen­er­a­pan aplikasi e‑BLUD, sekali­gus men­jawab tan­ta­n­gan imple­men­tasi di lapan­gan.

Kom­bi­nasi nara­sum­ber dari kementer­ian dan akademisi dihara­p­kan mam­pu mem­berikan wawasan menyelu­ruh: dari aspek reg­u­lasi hing­ga prak­tik tek­nis.

Sosial­isasi e‑BLUD ini diiku­ti sebanyak 113 peser­ta. Mere­ka berasal dari. 17 Puskesmas di Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, mas­ing-mas­ing men­gir­im 5 orang. RSUD Muara Teweh yang mengutus 23 orang.

Tidak hanya kalan­gan tena­ga kese­hatan, kegiatan ini juga meli­batkan lin­tas sek­tor. Hadir per­wak­i­lan DPRD Bar­i­to Utara, Badan Pen­gelo­la Pen­da­p­atan Daer­ah, Dewan Pen­gawas BLUD RSUD Muara Teweh, ser­ta unsur Bagian Hukum dan Ekono­mi Set­da Bar­i­to Utara. Selain itu, Badan Pen­gelo­la Keuan­gan dan Aset Daer­ah (BPKAD) juga turut ser­ta untuk memas­tikan aspek akunt­abil­i­tas ber­jalan sesuai kori­dor.

Keter­li­batan lin­tas sek­tor ini men­ja­di pent­ing kare­na BLUD tidak hanya berkai­tan den­gan pelayanan kese­hatan sema­ta, melainkan juga menyangkut tata kelo­la keuan­gan daer­ah, transparan­si, hing­ga pen­gawasan pub­lik.

Seti­daknya ada empat tujuan uta­ma dari sosial­isasi e‑BLUD yang dis­am­paikan Dinas Kese­hatan Bar­i­to Utara, yakni:

1. Meningkatkan pema­haman kom­pre­hen­sif men­ge­nai BLUD. Peser­ta dihara­p­kan mam­pu mema­ha­mi kon­sep, atu­ran, dan man­faat BLUD secara menyelu­ruh.

2. Men­dorong tata kelo­la keuan­gan yang transparan dan akunt­abel. Aplikasi e‑BLUD men­ja­di instru­men pent­ing dalam memas­tikan pen­gelo­laan anggaran sesuai prin­sip akunt­abil­i­tas pub­lik.

  Meriahnya Karnaval Bersatu HUT ke-80 RI, Polri Tampilkan Mobil Hias dengan Tema "Polri Untuk Masyarakat"

3. Meningkatkan kual­i­tas pelayanan kese­hatan. Den­gan flek­si­bil­i­tas pen­gelo­laan, unit layanan dihara­p­kan dap­at meng­hadirkan pelayanan yang lebih efek­tif, efisien, dan respon­sif ter­hadap kebu­tuhan masyarakat.

4. Mem­ban­gun komit­men bersama. Imple­men­tasi BLUD tidak bisa ber­jalan jika hanya dilakukan oleh satu pihak. Diper­lukan sin­er­gi antara puskesmas, RSUD, Labkes­da, pemer­in­tah daer­ah, ser­ta leg­is­latif dalam men­dukung keber­lan­ju­tan pro­gram.

Banyak peser­ta menyam­but posi­tif adanya sosial­isasi ini. Mere­ka meni­lai, kehadi­ran aplikasi e‑BLUD akan memu­dahkan pros­es admin­is­trasi sekali­gus meningkatkan transparan­si. Beber­a­pa puskesmas yang sela­ma ini meng­hadapi keter­batasan dana opera­sion­al meni­lai BLUD dap­at mem­berikan ruang ino­vasi dalam meningkatkan pelayanan.

Namun demikian, sejum­lah tan­ta­n­gan juga muncul. Salah sat­un­ya terkait kesi­a­pan sum­ber daya manu­sia (SDM). Tidak semua tena­ga kese­hatan memi­li­ki latar belakang man­a­je­men atau keuan­gan, sehing­ga diper­lukan pelati­han inten­sif agar aplikasi e‑BLUD dap­at diop­erasikan secara opti­mal.

Tan­ta­n­gan lain adalah per­lun­ya dukun­gan infra­struk­tur, teruta­ma jaringan inter­net di puskesmas yang bera­da di daer­ah pelosok. Tan­pa dukun­gan jaringan memadai, pen­er­a­pan aplikasi dig­i­tal akan men­gala­mi ham­bat­an.

Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bar­i­to Utara meny­atakan siap men­gaw­al imple­men­tasi BLUD secara berta­hap. Komit­men ini ditun­jukkan den­gan meng­hadirkan selu­ruh pemangku kepentin­gan dalam sosial­isasi, ter­ma­suk DPRD yang memi­li­ki fungsi pen­gawasan.

Dalam kesem­patan terse­but, per­wak­i­lan leg­is­latif menyam­paikan dukun­gan ter­hadap pen­er­a­pan BLUD seba­gai bagian dari upaya refor­masi pelayanan pub­lik. Mere­ka meni­lai, BLUD dap­at men­ja­di instru­men nya­ta untuk mendekatkan layanan kese­hatan kepa­da masyarakat, teruta­ma di daer­ah ter­pen­cil.

Semen­tara itu, BPKAD mene­gaskan pent­ingnya pen­guatan sis­tem akunt­abil­i­tas. Den­gan adanya aplikasi e‑BLUD, pros­es pela­po­ran keuan­gan bisa lebih transparan dan mudah diau­dit. Hal ini sejalan den­gan prin­sip tata kelo­la pemer­in­ta­han yang baik.

  Sekolah Lansia di Bekasi Bikin Semangat Warga Emas Tetap Produktif dan Berdaya

Melalui sosial­isasi ini, selu­ruh peser­ta dihara­p­kan mam­pu men­ja­di agen peruba­han di unit ker­ja mas­ing-mas­ing. Tidak hanya sekadar mema­ha­mi teori, tetapi juga men­er­ap­kan BLUD secara kon­sis­ten dalam pen­gelo­laan layanan.

Kepala Dinas Kese­hatan Pari­a­di AR mene­gaskan bah­wa trans­for­masi layanan kese­hatan melalui BLUD bukan tujuan akhir, melainkan langkah menu­ju pelayanan yang lebih bermu­tu.

“Kami ingin masyarakat Bar­i­to Utara benar-benar merasakan man­faat dari peruba­han ini. BLUD harus men­ja­di jalan bagi pen­ingkatan kual­i­tas hidup masyarakat, khusus­nya dalam akses layanan kese­hatan yang lebih cepat, tepat, dan manu­si­awi,” ungkap­nya.

Pen­er­a­pan BLUD di sek­tor kese­hatan bukan hal baru di Indone­sia. Namun, keber­hasi­lan seti­ap daer­ah berbe­da-beda, ter­gan­tung komit­men, SDM, dan dukun­gan infra­struk­tur. Kabu­pat­en Bar­i­to Utara melalui sosial­isasi ini mene­gaskan keseriu­san­nya dalam mem­ban­gun sis­tem kese­hatan yang ber­daya saing.

Jika imple­men­tasi ber­jalan baik, masyarakat akan merasakan peruba­han lang­sung, mulai dari pelayanan puskesmas yang lebih ramah, keterse­di­aan obat yang lebih ter­jamin, hing­ga pelayanan rumah sak­it yang lebih pro­fe­sion­al.

Namun, tan­pa komit­men berke­lan­ju­tan, pro­gram BLUD bisa sekadar men­ja­di for­mal­i­tas. Oleh kare­na itu, sin­er­gi antara ekseku­tif, leg­is­latif, dan tena­ga kese­hatan men­ja­di fak­tor penen­tu.

Sosial­isasi e‑BLUD di Bar­i­to Utara bukan hanya agen­da tek­nis, melainkan bagian dari upaya besar mem­ban­gun sis­tem kese­hatan yang lebih respon­sif ter­hadap kebu­tuhan masyarakat. Den­gan meli­batkan berba­gai pihak, kegiatan ini dihara­p­kan men­ja­di pijakan awal menu­ju trans­for­masi layanan kese­hatan di daer­ah.

Pen­er­a­pan BLUD memang penuh tan­ta­n­gan, tetapi den­gan seman­gat kolab­o­rasi dan dukun­gan teknolo­gi dig­i­tal, Bar­i­to Utara opti­mistis mam­pu mengim­ple­men­tasikan sis­tem ini secara opti­mal.

Pada akhirnya, keber­hasi­lan BLUD akan diukur dari satu hal: sejauh mana masyarakat benar-benar merasakan pen­ingkatan kual­i­tas pelayanan kese­hatan di Bar­i­to Utara. (Hen­ryanus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *