Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Banda Aceh Tertibkan Baliho Tak Berizin: Komitmen Wali Kota Jadi Contoh bagi Daerah Lain

341
×

Banda Aceh Tertibkan Baliho Tak Berizin: Komitmen Wali Kota Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Sebarkan artikel ini

Ban­da Aceh, SniperNew.id  – Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh melalui kepemimp­inan Wali Kota Illiza Saadud­din Dja­mal menun­jukkan komit­men tegas dalam mene­gakkan atu­ran pen­ert­iban reklame. Langkah ini ditandai den­gan pem­bongkaran bal­i­ho dan atribut reklame yang melang­gar atu­ran di wilayah Ban­da Aceh tan­pa ada penge­cualian.

Infor­masi ini dis­am­paikan lang­sung melalui akun res­mi media sosial Threads @kotabandaaceh pada Ming­gu pagi (7/9/2025). Dalam ung­ga­han terse­but dit­ulis, “Sela­mat pagi ming­gu buat kalian yang sem­pat mer­agukan Ibuk Wali mam­pu tert­ibkan dan bongkar semua bal­i­ho dan atribut reklame yang lang­gar atu­ran di kota Ban­da Aceh TANPA KECUALI.”

Ung­ga­han itu juga meny­er­takan sebuah video yang mem­per­li­hatkan Wali Kota Ban­da Aceh turun lang­sung men­gaw­al pros­es pem­bongkaran bal­i­ho. Pada tayan­gan video tert­era tulisan: “POV: Waliko­ta Kaw­al Bongkar Bal­i­ho Lang­gar Atu­ran” yang diirin­gi suasana lapan­gan saat petu­gas menu­runk­an sejum­lah atribut reklame.

  Wakil Bupati Ikuti Upacara Hari Otonomi Daerah Ke - XXIX Tahun 2025

Pen­ert­iban dilakukan ter­hadap selu­ruh bal­i­ho dan atribut reklame yang tidak sesuai den­gan per­at­u­ran daer­ah maupun keten­tu­an per­iz­inan. Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh mene­gaskan bah­wa semua bal­i­ho yang melang­gar atu­ran harus dibongkar tan­pa terke­cuali, baik milik indi­vidu, kelom­pok, organ­isasi, maupun pihak lain.

Langkah ini diam­bil untuk men­cip­takan ketert­iban ruang kota, mem­perindah wajah Ban­da Aceh, sekali­gus mene­gakkan hukum yang berlaku.

Inisi­atif ini lang­sung dip­impin oleh Wali Kota Ban­da Aceh, Illiza Saadud­din Dja­mal, yang turun men­gawasi jalan­nya pem­bongkaran. Pros­es pen­ert­iban meli­batkan jajaran pemer­in­tah kota bersama aparatur terkait, ter­ma­suk petu­gas Sat­pol PP dan Dinas Per­hubun­gan.

Akun res­mi @kotabandaaceh juga mene­gaskan apre­si­asi kepa­da Wali Kota den­gan kali­mat: “Makasi buk wali @illizasaaduddin untuk komit­men­nya.”

Pen­ert­iban berlang­sung di wilayah Kota Ban­da Aceh, ibu kota Provin­si Aceh. Dalam video yang diung­gah ter­li­hat suasana lapan­gan malam hari den­gan latar belakang kan­tor pemer­in­ta­han dan sejum­lah petu­gas yang bersi­ap menu­runk­an bal­i­ho.

Ban­da Aceh seba­gai pusat pemer­in­ta­han provin­si men­ja­di wajah uta­ma Aceh. Kare­na itu, pemer­in­tah kota meni­lai penataan reklame yang tert­ib men­ja­di hal yang san­gat pent­ing.

Ung­ga­han res­mi ini dipub­likasikan pada Ming­gu pagi, 7 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar satu jam sebelum tangka­pan layar beredar. Ada­pun kegiatan pem­bongkaran ter­li­hat berlang­sung pada malam hari sebelum­nya.

  Ditutup Sementara Jalan Terong Tawah, Warga Diminta Bersabar

Pen­ert­iban bal­i­ho tidak hanya dilakukan sekali, melainkan men­ja­di agen­da berke­lan­ju­tan Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh untuk men­cip­takan tata kota yang rapi.

 

Ada beber­a­pa alasan uta­ma pen­ert­iban bal­i­ho dan atribut reklame di Ban­da Aceh:

1. Mene­gakkan atu­ran hukum daer­ah
Pemer­in­tah kota mene­gaskan tidak boleh ada pelang­garan atu­ran terkait per­iz­inan reklame. Semua pihak wajib menaati keten­tu­an yang berlaku.

2. Men­cip­takan ketert­iban dan kein­da­han kota
Bal­i­ho dan reklame yang dipasang sem­barangan dini­lai merusak tata ruang, menu­runk­an esteti­ka kota, ser­ta berpoten­si mem­ba­hayakan peng­gu­na jalan.

3. Men­ja­di teladan bagi daer­ah lain
Dalam ung­ga­han @kotabandaaceh dise­butkan: “Insya Allah jadi con­toh buat Kabu­pat­en Kota lain di Aceh, kalau Ban­da Aceh bisa, kabu­pat­en kota lain di Aceh juga bisa.”

Langkah tegas Ban­da Aceh dihara­p­kan men­gin­spi­rasi daer­ah lain untuk melakukan hal seru­pa demi keter­at­u­ran ruang pub­lik.

Pros­es pen­ert­iban dilakukan den­gan pen­gawasan lang­sung Wali Kota Ban­da Aceh. Aparatur pemer­in­tah kota ditu­runk­an untuk mem­bongkar bal­i­ho yang tidak berizin. Pros­es ini dijalankan secara ter­bu­ka dan tan­pa penge­cualian, memas­tikan semua pihak diper­lakukan sama di hada­pan atu­ran.

Wali Kota Illiza Saadud­din juga menekankan pent­ingnya par­tisi­pasi masyarakat. War­ga dim­inta men­dukung langkah pemer­in­tah den­gan tidak lagi memasang bal­i­ho tan­pa izin, ser­ta men­ja­ga kein­da­han lingkun­gan kota.

  Kisruh Adat di Desa Bugbug Belum Usai, Warga Pertanyakan Peran Lembaga dan Pemerintah

Melalui ung­ga­han res­mi, Pemer­in­tah Kota Ban­da Aceh menyam­paikan doa agar kota semakin tert­ib, indah, dan maju. “Smo­ga kota kita makin tert­ib ya makin indah makin taat atu­ran dan makin bagus ke depan,” tulis akun @kotabandaaceh.

Langkah ini dihara­p­kan mam­pu men­gubah wajah Ban­da Aceh men­ja­di lebih rapi, mem­perku­at cit­ra kota seba­gai pusat budaya dan pemer­in­ta­han, ser­ta meningkatkan kenya­manan war­ga maupun wisa­tawan.

Aksi Wali Kota Illiza Saadud­din men­gaw­al lang­sung pem­bongkaran bal­i­ho men­u­ai apre­si­asi posi­tif. War­ga meni­lai langkah ini menun­jukkan kepemimp­inan yang tegas, kon­sis­ten, sekali­gus hadir di lapan­gan.

Tin­dakan ini juga menepis ker­aguan seba­gian masyarakat yang sem­pat mem­per­tanyakan keseriu­san pemer­in­tah kota dalam men­ert­ibkan reklame ile­gal.

Pen­ert­iban bal­i­ho ile­gal di Ban­da Aceh menandai komit­men kuat pemer­in­tah kota dalam mene­gakkan atu­ran, men­ja­ga kein­da­han tata kota, dan men­ja­di teladan bagi daer­ah lain di Aceh.

Den­gan pen­gawasan lang­sung dari Wali Kota Illiza Saadud­din, pemer­in­tah mene­gaskan tidak ada penge­cualian dalam pen­ert­iban bal­i­ho yang melang­gar atu­ran. Langkah ini dihara­p­kan men­ja­di awal dari keter­at­u­ran ruang pub­lik yang lebih baik di Ban­da Aceh. (Abd/Ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *