Berita Peristiwa

Api Dekat SMPN 2 Bojonggede, Warga Panik, Api Cepat Dipadamkan

280
×

Api Dekat SMPN 2 Bojonggede, Warga Panik, Api Cepat Dipadamkan

Sebarkan artikel ini

Depok, SniperNew.id — Suasana sore di kawasan Bojonggede, Kabu­pat­en Bogor, men­dadak mencekam pada Selasa (tang­gal sesuai kro­nolo­gi) sek­i­tar pukul 19.00 WIB, Kamis (04/09/25).

Sebuah peri­s­ti­wa kebakaran ter­ja­di di dekat SMP Negeri 2 Bojonggede, tepat­nya di depan Peruma­han Per­tan­ian Atsiri Per­mai, Kelu­ra­han Cimang­gis, Keca­matan Bojonggede, Kabu­pat­en Bogor, Provin­si Jawa Barat. Kobaran api yang mem­bubung ting­gi sem­pat mem­bu­at war­ga sek­i­tar panik dan berham­bu­ran ke luar rumah untuk menye­la­matkan diri sekali­gus mem­ban­tu upaya pemadaman.

Menu­rut lapo­ran awal yang dihim­pun dari akun infor­masi masyarakat, @infodepok_id, kebakaran itu ter­li­hat cukup besar hing­ga menim­bulkan kepanikan war­ga yang ting­gal di sek­i­tar lokasi. War­na jing­ga dari api yang menyala terang meman­tul di lan­git malam, dis­er­tai kepu­lan asap tebal yang ter­li­hat dari kejauhan.

Namun, berkat kesi­ga­pan petu­gas pemadam kebakaran yang datang tak lama sete­lah lapo­ran diter­i­ma, api berhasil dilokalisir sehing­ga tidak men­jalar lebih luas.

Keja­di­an bermu­la sek­i­tar pukul 19.00 WIB keti­ka sejum­lah war­ga men­ci­um bau asap cukup pekat dari arah depan Peruma­han Per­tan­ian Atsiri Per­mai. Tak lama berse­lang, ter­li­hat per­cikan api yang den­gan cepat mem­be­sar.

Lokasi kebakaran bera­da di jalur padat aktiv­i­tas war­ga kare­na berdekatan den­gan seko­lah SMP Negeri 2 Bojonggede dan per­muki­man pen­duduk. Situ­asi terse­but mem­bu­at kepanikan semakin melu­as.

Beber­a­pa sak­si mata menye­butkan, war­ga sem­pat berlar­i­an sam­bil bert­e­ri­ak mem­beri peringatan kepa­da tetang­ga lain. Banyak yang spon­tan mengam­bil per­ala­tan seadanya seper­ti ember berisi air dan alat pemukul untuk mem­ban­tu men­gu­ran­gi kobaran api sebelum petu­gas datang. Suasana semakin ramai sete­lah sirene mobil pemadam kebakaran ter­den­gar mendekat ke lokasi.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Tim pemadam kebakaran dari Unit Damkar Keca­matan Bojonggede tiba di lokasi tidak lama sete­lah mener­i­ma lapo­ran. Den­gan ban­tu­an war­ga sek­i­tar, mere­ka lang­sung beru­paya memu­tus sum­ber api dan mence­gah kobaran melu­as ke rumah-rumah di sek­i­tarnya. Upaya itu mem­buahkan hasil posi­tif: sek­i­tar satu jam kemu­di­an, api berhasil dipadamkan sepenuh­nya.

Salah satu war­ga, yang eng­gan dise­butkan namanya, men­gatakan rasa syukurnya atas respon cepat tim pemadam. “Kalau tadi telat datang, mungkin api sudah sam­pai ke rumah-rumah war­ga. Alham­dulil­lah bisa cepat dipadamkan,” ujarnya.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada lapo­ran res­mi men­ge­nai kor­ban jiwa maupun luka-luka aki­bat keja­di­an ini. Petu­gas juga masih menye­lidi­ki penye­bab kebakaran. Dugaan semen­tara, kebakaran bisa dipicu korslet­ing listrik, mes­ki penye­lidikan lebih lan­jut masih dilakukan.

Dalam reka­man video amatir yang terse­bar di media sosial, ter­li­hat jelas kepanikan war­ga. Sejum­lah orang berlari menu­ju titik api, semen­tara lain­nya berusa­ha men­jauh untuk men­cari tem­pat aman. Cahaya mer­ah dari api dan lam­pu kendaraan daru­rat men­eran­gi malam di kawasan Bojonggede yang biasanya ten­ang.

Seo­rang ibu rumah tang­ga men­gaku terke­jut keti­ka meli­hat api mem­be­sar hanya dalam hitun­gan menit. “Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba ada yang teri­ak kebakaran. Begi­tu kelu­ar, api sudah besar sekali, takut­nya merem­bet ke rumah kami,” katanya.

Mes­ki panik, seman­gat gotong roy­ong war­ga tetap ter­li­hat. Banyak yang mem­ban­tu petu­gas den­gan men­gatur lalu lin­tas agar mobil pemadam bisa segera masuk ke lokasi. Ada pula yang sibuk mem­ban­tu mengevakuasi barang-barang dari rumah ter­dekat den­gan titik api.

Lokasi kebakaran bera­da di wilayah padat pen­duduk, tepat­nya. Dekat SMP Negeri 2 Bojonggede, Depan Peruma­han Per­tan­ian Atsiri Per­mai, Kelu­ra­han Cimang­gis, Keca­matan Bojonggede, Kabu­pat­en Bogor, Provin­si Jawa Barat

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Bojonggede sendiri meru­pakan salah satu keca­matan yang berbatasan lang­sung den­gan Kota Depok, sehing­ga secara geografis wilayah ini cukup strate­gis sekali­gus rawan ter­hadap padat­nya pemuki­man dan aktiv­i­tas war­ga. Kedekatan den­gan kawasan perko­taan mem­bu­at arus mobil­i­tas ting­gi, yang dalam kon­disi daru­rat seper­ti kebakaran bisa menim­bulkan kesuli­tan akses bagi petu­gas.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pengin­gat pent­ing akan bahaya kebakaran di kawasan padat pen­duduk. Banyak peruma­han di sek­i­tar Bojonggede, ter­ma­suk Peruma­han Per­tan­ian Atsiri Per­mai, memi­li­ki jaringan listrik yang sudah lama dan ser­ing digu­nakan secara berlebi­han. Kon­disi terse­but rentan menye­babkan korslet­ing, yang men­ja­di salah satu pemicu uta­ma kebakaran di wilayah pemuki­man.

Selain itu, kepa­datan ban­gu­nan yang berdem­petan tan­pa jarak aman mem­bu­at api mudah men­jalar jika tidak segera ditan­gani. Situ­asi seper­ti ini mene­gaskan pent­ingnya kesi­ap­si­a­gaan war­ga dalam meng­hadapi poten­si kebakaran.

Pemer­in­tah Kabu­pat­en Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran men­gapre­si­asi keter­li­batan war­ga dalam mem­ban­tu pros­es pemadaman. Ker­ja sama antara petu­gas dan masyarakat dise­but seba­gai kun­ci keber­hasi­lan dalam men­gen­da­likan api den­gan cepat.

Camat Bojonggede juga mene­gaskan, pihaknya akan berko­or­di­nasi den­gan PLN dan instan­si terkait untuk memerik­sa kon­disi insta­lasi listrik di wilayah rawan.

Kami akan lakukan langkah pence­ga­han agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang. Edukasi kepa­da war­ga juga pent­ing supaya lebih was­pa­da,” ujarnya.

Kebakaran di Bojonggede menam­bah daf­tar pan­jang insi­d­en kebakaran di kawasan Jabodetabek. Kasus seru­pa sebelum­nya per­nah ter­ja­di di beber­a­pa wilayah, yang seba­gian besar dise­babkan korslet­ing listrik dan kelala­ian peng­gu­naan per­ala­tan rumah tang­ga.

Beber­a­pa langkah pence­ga­han yang dian­jurkan oleh pihak pemadam kebakaran antara lain:

1. Memas­tikan insta­lasi listrik rumah dipasang sesuai stan­dar dan rutin diperik­sa.

2. Menghin­dari peng­gu­naan stop kon­tak bertumpuk yang dap­at menye­babkan panas berlebih.

3. Meny­im­pan ben­da mudah ter­bakar jauh dari sum­ber api.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

4. Menye­di­akan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di rumah atau lingkun­gan RT/RW.

5. Segera mela­por jika meli­hat poten­si kebakaran kecil agar bisa cepat ditan­gani.

Mes­ki api berhasil dipadamkan, war­ga sek­i­tar masih merasakan trau­ma atas keja­di­an terse­but. Anak-anak ter­li­hat ketaku­tan, semen­tara orang dewasa sibuk memas­tikan kon­disi rumah mas­ing-mas­ing aman. Namun rasa syukur tetap men­girin­gi kare­na tidak ada kor­ban jiwa yang dila­porkan.

“Alham­dulil­lah semua sela­mat. Hanya barang-barang saja yang mungkin rusak ter­bakar. Yang pent­ing nyawa aman,” ungkap seo­rang war­ga lain­nya den­gan wajah lega.

Selain menim­bulkan kepanikan, keja­di­an kebakaran juga berdampak pada arus lalu lin­tas di sek­i­tar lokasi. Jalanan yang men­garah ke SMPN 2 Bojonggede dan Peruma­han Per­tan­ian Atsiri Per­mai sem­pat macet kare­na banyak war­ga yang berhen­ti untuk menyak­sikan peri­s­ti­wa terse­but. Polisi dan petu­gas kea­manan setem­pat harus turun tan­gan untuk men­gatur lalu lin­tas agar mobil pemadam bisa kelu­ar masuk den­gan lan­car.

Hing­ga kini, penye­bab pasti kebakaran masih dalam tahap penye­lidikan pihak berwe­nang. Polisi setem­pat bersama tim pemadam kebakaran akan melakukan olah tem­pat keja­di­an perkara (TKP) untuk memas­tikan sum­ber api. Dugaan semen­tara tetap men­garah pada korslet­ing listrik, namun tidak menut­up kemu­ngk­i­nan fak­tor lain seper­ti kelala­ian peng­gu­naan kom­por atau bahan mudah ter­bakar.

Peri­s­ti­wa kebakaran yang ter­ja­di di dekat SMPN 2 Bojonggede, depan Peruma­han Per­tan­ian Atsiri Per­mai, Keca­matan Bojonggede, Kabu­pat­en Bogor, Jawa Barat, pada pukul 19.00 WIB berhasil ditan­gani den­gan cepat berkat sin­er­gi antara petu­gas pemadam kebakaran dan war­ga. Mes­ki sem­pat menim­bulkan kepanikan besar, api dap­at dipadamkan tan­pa kor­ban jiwa.

Keja­di­an ini men­ja­di pengin­gat pent­ing bagi masyarakat akan bahaya kebakaran di wilayah padat pen­duduk. Pence­ga­han, edukasi, dan kesi­ap­si­a­gaan men­ja­di kun­ci uta­ma untuk mem­i­ni­mal­isasi risiko di masa men­datang. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *