Depok, SniperNew.id — Suasana sore di kawasan Bojonggede, Kabupaten Bogor, mendadak mencekam pada Selasa (tanggal sesuai kronologi) sekitar pukul 19.00 WIB, Kamis (04/09/25).
Sebuah peristiwa kebakaran terjadi di dekat SMP Negeri 2 Bojonggede, tepatnya di depan Perumahan Pertanian Atsiri Permai, Kelurahan Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kobaran api yang membubung tinggi sempat membuat warga sekitar panik dan berhamburan ke luar rumah untuk menyelamatkan diri sekaligus membantu upaya pemadaman.
Menurut laporan awal yang dihimpun dari akun informasi masyarakat, @infodepok_id, kebakaran itu terlihat cukup besar hingga menimbulkan kepanikan warga yang tinggal di sekitar lokasi. Warna jingga dari api yang menyala terang memantul di langit malam, disertai kepulan asap tebal yang terlihat dari kejauhan.
Namun, berkat kesigapan petugas pemadam kebakaran yang datang tak lama setelah laporan diterima, api berhasil dilokalisir sehingga tidak menjalar lebih luas.
Kejadian bermula sekitar pukul 19.00 WIB ketika sejumlah warga mencium bau asap cukup pekat dari arah depan Perumahan Pertanian Atsiri Permai. Tak lama berselang, terlihat percikan api yang dengan cepat membesar.
Lokasi kebakaran berada di jalur padat aktivitas warga karena berdekatan dengan sekolah SMP Negeri 2 Bojonggede dan permukiman penduduk. Situasi tersebut membuat kepanikan semakin meluas.
Beberapa saksi mata menyebutkan, warga sempat berlarian sambil berteriak memberi peringatan kepada tetangga lain. Banyak yang spontan mengambil peralatan seadanya seperti ember berisi air dan alat pemukul untuk membantu mengurangi kobaran api sebelum petugas datang. Suasana semakin ramai setelah sirene mobil pemadam kebakaran terdengar mendekat ke lokasi.
Tim pemadam kebakaran dari Unit Damkar Kecamatan Bojonggede tiba di lokasi tidak lama setelah menerima laporan. Dengan bantuan warga sekitar, mereka langsung berupaya memutus sumber api dan mencegah kobaran meluas ke rumah-rumah di sekitarnya. Upaya itu membuahkan hasil positif: sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Salah satu warga, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan rasa syukurnya atas respon cepat tim pemadam. “Kalau tadi telat datang, mungkin api sudah sampai ke rumah-rumah warga. Alhamdulillah bisa cepat dipadamkan,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka akibat kejadian ini. Petugas juga masih menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran bisa dipicu korsleting listrik, meski penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan.
Dalam rekaman video amatir yang tersebar di media sosial, terlihat jelas kepanikan warga. Sejumlah orang berlari menuju titik api, sementara lainnya berusaha menjauh untuk mencari tempat aman. Cahaya merah dari api dan lampu kendaraan darurat menerangi malam di kawasan Bojonggede yang biasanya tenang.
Seorang ibu rumah tangga mengaku terkejut ketika melihat api membesar hanya dalam hitungan menit. “Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba ada yang teriak kebakaran. Begitu keluar, api sudah besar sekali, takutnya merembet ke rumah kami,” katanya.
Meski panik, semangat gotong royong warga tetap terlihat. Banyak yang membantu petugas dengan mengatur lalu lintas agar mobil pemadam bisa segera masuk ke lokasi. Ada pula yang sibuk membantu mengevakuasi barang-barang dari rumah terdekat dengan titik api.
Lokasi kebakaran berada di wilayah padat penduduk, tepatnya. Dekat SMP Negeri 2 Bojonggede, Depan Perumahan Pertanian Atsiri Permai, Kelurahan Cimanggis, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat
Bojonggede sendiri merupakan salah satu kecamatan yang berbatasan langsung dengan Kota Depok, sehingga secara geografis wilayah ini cukup strategis sekaligus rawan terhadap padatnya pemukiman dan aktivitas warga. Kedekatan dengan kawasan perkotaan membuat arus mobilitas tinggi, yang dalam kondisi darurat seperti kebakaran bisa menimbulkan kesulitan akses bagi petugas.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting akan bahaya kebakaran di kawasan padat penduduk. Banyak perumahan di sekitar Bojonggede, termasuk Perumahan Pertanian Atsiri Permai, memiliki jaringan listrik yang sudah lama dan sering digunakan secara berlebihan. Kondisi tersebut rentan menyebabkan korsleting, yang menjadi salah satu pemicu utama kebakaran di wilayah pemukiman.
Selain itu, kepadatan bangunan yang berdempetan tanpa jarak aman membuat api mudah menjalar jika tidak segera ditangani. Situasi seperti ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan warga dalam menghadapi potensi kebakaran.
Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran mengapresiasi keterlibatan warga dalam membantu proses pemadaman. Kerja sama antara petugas dan masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan dalam mengendalikan api dengan cepat.
Camat Bojonggede juga menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan PLN dan instansi terkait untuk memeriksa kondisi instalasi listrik di wilayah rawan.
“Kami akan lakukan langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Edukasi kepada warga juga penting supaya lebih waspada,” ujarnya.
Kebakaran di Bojonggede menambah daftar panjang insiden kebakaran di kawasan Jabodetabek. Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di beberapa wilayah, yang sebagian besar disebabkan korsleting listrik dan kelalaian penggunaan peralatan rumah tangga.
Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan oleh pihak pemadam kebakaran antara lain:
1. Memastikan instalasi listrik rumah dipasang sesuai standar dan rutin diperiksa.
2. Menghindari penggunaan stop kontak bertumpuk yang dapat menyebabkan panas berlebih.
3. Menyimpan benda mudah terbakar jauh dari sumber api.
4. Menyediakan alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di rumah atau lingkungan RT/RW.
5. Segera melapor jika melihat potensi kebakaran kecil agar bisa cepat ditangani.
Meski api berhasil dipadamkan, warga sekitar masih merasakan trauma atas kejadian tersebut. Anak-anak terlihat ketakutan, sementara orang dewasa sibuk memastikan kondisi rumah masing-masing aman. Namun rasa syukur tetap mengiringi karena tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
“Alhamdulillah semua selamat. Hanya barang-barang saja yang mungkin rusak terbakar. Yang penting nyawa aman,” ungkap seorang warga lainnya dengan wajah lega.
Selain menimbulkan kepanikan, kejadian kebakaran juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi. Jalanan yang mengarah ke SMPN 2 Bojonggede dan Perumahan Pertanian Atsiri Permai sempat macet karena banyak warga yang berhenti untuk menyaksikan peristiwa tersebut. Polisi dan petugas keamanan setempat harus turun tangan untuk mengatur lalu lintas agar mobil pemadam bisa keluar masuk dengan lancar.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak berwenang. Polisi setempat bersama tim pemadam kebakaran akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api. Dugaan sementara tetap mengarah pada korsleting listrik, namun tidak menutup kemungkinan faktor lain seperti kelalaian penggunaan kompor atau bahan mudah terbakar.
Peristiwa kebakaran yang terjadi di dekat SMPN 2 Bojonggede, depan Perumahan Pertanian Atsiri Permai, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada pukul 19.00 WIB berhasil ditangani dengan cepat berkat sinergi antara petugas pemadam kebakaran dan warga. Meski sempat menimbulkan kepanikan besar, api dapat dipadamkan tanpa korban jiwa.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya kebakaran di wilayah padat penduduk. Pencegahan, edukasi, dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalisasi risiko di masa mendatang. (Ahmad)



















