Berita Hukum

Ketua Bawaslu Deli Serdang Dilaporkan ke-DKPP di Jakarta

354
×

Ketua Bawaslu Deli Serdang Dilaporkan ke-DKPP di Jakarta

Sebarkan artikel ini

Deli Ser­dang, SniperNew.id ‑Muham­mad Yahya Sarag­ih, war­ga Desa Ban­gun Pur­ba, Keca­matan Ban­gun Pur­ba, mela­porkan Ket­ua Badan Pen­gawas Pemilu (Bawaslu) Kabu­pat­en Deli Ser­dang Febryan­di Gint­ing ke Dewan Kehor­matan Penye­leng­gara Pemilu (DKPP) di Jakar­ta, pada Senin (22/7/2024) kemarin.

Pen­gad­u­an terse­but terkait dugaan tin­dakan pence­maran nama baik yang merugikan diri Yahya Sarag­ih kare­na kabar bohong ten­tang dirinya dan penyalah­gu­naan wewe­nang yang melang­gar kode etik selaku penye­leng­gara pemilu.

Yahya men­gaku men­em­puh jalur ini untuk men­da­p­atkan rasa kead­i­lan atas fit­nah ter­hadap dirinya yang dise­but Ket­ua Bawaslu Deli Ser­dang Febryan­di Gint­ing telah mener­i­ma uang seni­lai Rp 20 juta dari Par­tai Amanat Nasion­al (PAN) den­gan men­jual ker­tas suara C1 hasil pada pemilu leg­is­latif 14 Pebru­ari 2024 lalu.

  Center Nursery PT TPL Apresiasi Kunjungan Masyarakat, Christin: Bukan Penebang Pohon

Terungkap, Yahya Sarag­ih meru­pakan man­tan Ket­ua Pani­tia Pen­gawas Keca­matan (Pan­was­cam) Ban­gun Pur­ba yang masa bak­tinya telah berakhir Mei 2024 kemarin.

Ia menge­tahui fit­nah terse­but dilon­tarkan Ket­ua Bawaslu Deli Serang keti­ka berte­mu den­gan anggota Pani­tia Pen­gawas Keca­matan (Pan­was­cam) Galang dise­buah kafe di depan Kan­tor Camat Galang pada 23 Pebru­ari 2024 lalu yang dise­but-sebut melakukan mon­i­tor­ing.

Sesuai den­gan keteran­gan salah seo­rang anggota Pan­was­cam Galang dise­butkan, dalam perte­muan terse­but Ket­ua Bawaslu Deli Ser­dang Febriyan­di Gint­ing awal­nya men­garahkan mere­ka dalam ker­ja seba­gai pan­was­cam.

Namun dalam kesem­patan itu Febryan­di Gint­ing jus­tru menye­butkan, agar mere­ka tidak bertin­dak seper­ti dirinya yang men­jual hasil C1 kepa­da par­tai poli­tik (par­pol) PAN seni­lai Rp 20 juta.

“Saya tidak ter­i­ma. Ini fit­nah. Ini merusak nama baik saya. Dia harus buk­tikan. Jan­gan mem­fit­nah,” ucap Yahya.

Semestinya terang Yahya, bila dirinya benar telah melakukan tin­dakan itu, maka Febryan­di Gint­ing selaku Ket­ua Bawaslu Deli. ser­dang yang diberikan kewe­nan­gan lebih seba­gai pimp­inan di tingkat kabu­pat­en, mem­pros­es atau pun mene­gur dirinya kare­na telah melakukan tin­dakan salah terse­but.

  Sekitar 520 Warga Desa Regemuk Meminta Kedesnya Mundur Dari Jabatannya

Selain itu, Yahya juga akan mela­porkan ke DKPP adanya dugaan tin­dakan oknum komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang menyalah­gu­nakan kewe­nan­gan­nya seba­gai penye­leng­gara pemilu terkait pener­bi­tan surat tidak bertang­gal dan berstem­pel atas nama lem­ba­ga.

Surat itu terang Yahya beredar via grup what­sapp yang memer­in­tahkan agar men­gir­imkan foto dalam ben­tuk HD C1 Hasil dan C1 Plano mas­ing-mas­ing 5 set untuk selu­ruh jenis pemil­i­han seti­ap Tem­pat Pemu­ng­utan Suara (TPS) ke nomor what­sapp berbe­da.

*Dumas di Pol­res­ta Deli Ser­dang Belum Dire­spon*

Yahya juga men­gaku sudah mela­porkan dugaan pence­maran nama baik ini ke Pol­res­ta Deli Ser­dang pada 4 Mei 2024 lalu seba­gai ben­tuk pen­gad­u­an masyarakat (Dumas) dan berharap ini segera dipros­es untuk memulihkan nama baiknya ser­ta kebaikan untuk semua pihak.

Namun pen­gad­u­an­nya belum dire­spon pihak Pol­res­ta Deli Ser­dang. Sebab sam­pai kini ia belum men­da­p­atkan infor­masi perkem­ban­gan dari pen­gad­u­an­nya terse­but. Dihara­p­kan, Kapol­res­ta Deli Ser­dang Kombes Pol Raphael Sand­hy Cahya Pri­ambo­do bisa segera mem­pros­es pen­gad­u­an­nya sudah sejauh mana perkem­ban­gan­nya.

“Sam­pai saat ini, saya belum ada dap­at infor­masi perkem­ban­gan Dumas dari Pol­res­ta Deli Ser­dang, baik dalam ben­tuk surat maupun infor­masi lisan atau komu­nikasi lain­nya,” ungkap Yahya.

  Pemilik LB3 Tanpa Izin Dilaporkan LSM Tindak Indonesia Ke Mapolres Ketapang

Dirinya juga mem­inta Kapol­res­ta Deli Ser­dang bisa meng­in­for­masikan perkem­ban­gan pen­gad­u­an­nya terkait hasil­nya. Apakah sudah ada pemang­gi­lan dan seba­gainya agar tidak menim­bulkan persep­si negatif.

“Saya sendiri belum per­nah ada dipang­gil sejak mela­porkan dumas ini ke Pol­res­ta Deli Ser­dang,” tan­das­nya.

*Diduga Ter­li­bat Kam­pa­nye*

Yahya juga memas­tikan, dirinya akan mela­porkan komi­sion­er Bawaslu Deli Ser­dang ke DKPP dalam dugaan tin­dakan penyalah­gu­naan wewe­nang dan kode etik seba­gai penye­leng­gara pemilu yang ter­li­bat dalam kam­pa­nye salah seo­rang calon leg­is­latif RI pada pemilu leg­is­latif 14 Pebru­ari 2024 yang lalu.

Kam­pa­nye yang dilakukan menyu­ruh Pan­was­cam men­cari suara den­gan mem­berikan sejum­lah uang ser­ta memasangkan Alat Per­a­ga Kam­pa­nye (APK) di Keca­matan yang ada di Deli Ser­dang untuk peme­nan­gan salah satu Caleg DPR RI terse­but.

“Saya akan laporkan juga masalah ini ke DKPP. Barang buk­ti yang diper­lukan sudah saya siap­kan. Mungkin menam­bah sedik­it lagi,” tut­up Yahya. (HRT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *