Berita Daerah

Gibran Rakabuming Raka Silaturahmi ke Banyuasin, Disambut Hangat Kyai dan Petani

435
×

Gibran Rakabuming Raka Silaturahmi ke Banyuasin, Disambut Hangat Kyai dan Petani

Sebarkan artikel ini

Banyuasin, SniperNew.id – Wak­il Pres­i­den Repub­lik Indone­sia, Gibran Rak­abum­ing Raka, melakukan kun­jun­gan silat­u­rah­mi ke Pon­dok Pesantren Bahrul Ulum, Keca­matan Tan­jung Lago, Kabu­pat­en Banyuasin, pada Kamis (25/9/2025). Agen­da ini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah ung­ga­han res­mi dari akun media sosial Threads atas nama gibran.rakabuming_ menyam­paikan detail kegiatan terse­but, Jumat (26/09).

Dalam keteran­gan ung­ga­han yang dis­er­tai foto, Gibran tam­pak ber­jalan berdampin­gan den­gan tokoh aga­ma, para kyai, guru nga­ji, ser­ta petani setem­pat. Ia juga didampin­gi oleh Guber­nur Sumat­era Sela­tan, H. Her­man Deru, yang turut hadir menyam­but dan men­gaw­al jalan­nya kun­jun­gan.

Tujuan uta­ma dari agen­da ini adalah mem­per­erat tali silat­u­rah­mi den­gan masyarakat, khusus­nya komu­ni­tas pesantren, tokoh aga­ma, dan petani. Kehadi­ran Wapres Gibran di Pon­dok Pesantren Bahrul Ulum dimak­nai seba­gai ben­tuk kepedu­lian pemer­in­tah pusat ter­hadap dunia pen­didikan keaga­maan, pen­guatan nilai-nilai Islam di masyarakat, ser­ta pen­ingkatan kese­jahter­aan petani di daer­ah Banyuasin.

Pesantren sendiri telah lama men­ja­di pusat pen­didikan dan per­ad­a­ban Islam di daer­ah terse­but. Den­gan kun­jun­gan ini, Gibran berharap bisa menden­gar lang­sung aspi­rasi masyarakat, teruta­ma ten­tang pen­didikan aga­ma, kese­jahter­aan guru nga­ji, ser­ta per­soalan yang dihadapi petani di Banyuasin.

Selain Wapres Gibran dan Guber­nur Her­man Deru, kegiatan ini dihadiri oleh. Para kyai dan pen­ga­suh Pon­dok Pesantren Bahrul Ulum.

  Bupati Nanda Indira Dorong Sinergi Pers dan Pemerintah di Muskab I SMSI Pesawaran

Guru nga­ji dari berba­gai desa sek­i­tar Keca­matan Tan­jung Lago. Tokoh masyarakat dan petani Banyuasin. Sejum­lah aparat pemer­in­tah daer­ah dan penga­manan setem­pat.

Dalam ung­ga­han Threads yang beredar, tam­pak suasana keber­samaan yang hangat. Gibran men­ge­nakan paka­ian seder­hana den­gan sor­ban hijau melilit lehernya, menun­jukkan peng­hor­matan ter­hadap budaya lokal pesantren. Kehadi­ran para tokoh aga­ma den­gan paka­ian khas mere­ka menam­bah nuansa khid­mat dan penuh keber­sa­ha­jaan.

Beber­a­pa hal yang men­ja­di pem­ba­hasan inti dalam kun­jun­gan ini antara lain. Pesantren di Banyuasin dihara­p­kan men­da­p­at per­ha­t­ian lebih dalam ben­tuk dukun­gan sarana dan prasarana, ter­ma­suk pen­ingkatan kese­jahter­aan tena­ga pen­ga­jar.

Guru nga­ji, yang berper­an pent­ing dalam mem­bi­na gen­erasi muda sejak dini, ser­ingkali meng­hadapi tan­ta­n­gan kese­jahter­aan. Dalam kesem­patan ini, Gibran menden­gar aspi­rasi lang­sung dan men­jan­jikan eval­u­asi lebih lan­jut agar kese­jahter­aan mere­ka diper­hatikan.

Seba­gai daer­ah den­gan sek­tor per­tan­ian yang dom­i­nan, petani Banyuasin menyam­paikan keluhan terkait har­ga komod­i­tas, dis­tribusi hasil per­tan­ian, hing­ga akses pupuk. Wapres Gibran meny­atakan akan beru­paya menyam­paikan per­soalan ini kepa­da kementer­ian terkait agar segera dicarikan solusi.

Kun­jun­gan ini juga men­ja­di ajang mem­perku­at ikatan emo­sion­al antara pemer­in­tah dan masyarakat, khusus­nya melalui tokoh aga­ma yang memi­li­ki per­an pent­ing dalam men­ja­ga sta­bil­i­tas sosial.

Kabu­pat­en Banyuasin, yang dike­nal seba­gai salah satu lum­bung pan­gan di Sumat­era Sela­tan, dip­il­ih seba­gai lokasi kun­jun­gan kare­na per­an strate­gis­nya. Selain itu, keber­adaan pesantren di wilayah ini men­ja­di pusat pen­didikan spir­i­tu­al yang berpen­garuh besar pada masyarakat.

Den­gan datang lang­sung ke Pon­dok Pesantren Bahrul Ulum, Wapres Gibran ingin menun­jukkan bah­wa per­ha­t­ian pemer­in­tah tidak hanya ter­pusat di kota besar, tetapi juga men­jangkau daer­ah pedesaan yang memi­li­ki kon­tribusi besar ter­hadap keta­hanan pan­gan dan pen­didikan moral bangsa.

  Lokakarya Mini UPTD Puskesmas Kotabumi II: Sinergi Lintas Sektor Wujudkan Kesehatan Masyarakat, Babinkamtibmas Turut Hadir

Kun­jun­gan berlang­sung pada Kamis, 25 Sep­tem­ber 2025. Berdasarkan infor­masi yang diung­gah, agen­da dim­u­lai sejak pagi hari. Wapres Gibran dan rom­bon­gan tiba di lokasi den­gan pen­gawalan ketat, namun tetap dis­am­but seder­hana oleh pihak pesantren dan masyarakat sek­i­tar.

Sete­lah penyambu­tan, rom­bon­gan melan­jutkan den­gan dia­log dan tat­ap muka bersama kyai, guru nga­ji, ser­ta per­wak­i­lan petani. Acara berlang­sung dalam suasana kekelu­ar­gaan, tan­pa jarak, dan penuh rasa hor­mat.

Foto yang dibagikan mem­per­li­hatkan Gibran ber­jalan bersama tokoh pesantren den­gan ekspre­si serius namun hangat. Hal ini menggam­barkan upaya nya­ta pemer­in­tah untuk turun lang­sung ke masyarakat.

Ung­ga­han terse­but memicu beragam komen­tar posi­tif dari neti­zen. Banyak yang men­gapre­si­asi kehadi­ran Gibran di Banyuasin, meni­lai bah­wa pemimpin muda terse­but mau menden­gar lang­sung aspi­rasi masyarakat di daer­ah.

Beber­a­pa komen­tar pub­lik menekankan pent­ingnya tin­dak lan­jut nya­ta dari dia­log terse­but. Mere­ka berharap agar jan­ji pen­ingkatan kese­jahter­aan guru nga­ji dan solusi bagi petani tidak berhen­ti hanya di forum silat­u­rah­mi, tetapi benar-benar diwu­jud­kan dalam kebi­jakan pemer­in­tah.

Ada pula neti­zen yang meny­oroti gaya berpaka­ian Gibran yang seder­hana dan penuh peng­hor­matan ter­hadap budaya pesantren. Hal itu diang­gap menun­jukkan sikap mer­aky­at dan meng­har­gai tra­disi Islam.

Kun­jun­gan ini mem­beri sejum­lah dampak, antara lain. Sim­bol Peng­hor­matan: Kehadi­ran peja­bat negara di pesantren men­ja­di sim­bol pen­gakuan ter­hadap per­an pent­ing ula­ma dan guru nga­ji.

  KNPI Lampung Gaungkan Harlah ke-52: Satukan Pemuda, Majukan Daerah!

Moti­vasi Bagi Petani: Den­gan menyam­paikan lang­sung keluhan mere­ka, petani merasa lebih diper­hatikan. Pen­guatan Iden­ti­tas Lokal: Agen­da ini mem­perku­at hubun­gan pemer­in­tah pusat den­gan masyarakat Sum­sel, khusus­nya Banyuasin.

Hara­pan Baru: Masyarakat menaruh hara­pan agar isu-isu yang dis­am­paikan benar-benar masuk dalam pri­or­i­tas pro­gram nasion­al.

Kun­jun­gan silat­u­rah­mi Wapres Gibran Rak­abum­ing Raka ke Pon­dok Pesantren Bahrul Ulum untuk berte­mu kyai, tokoh aga­ma, guru nga­ji, dan petani. Wapres RI Gibran Rak­abum­ing Raka, didampin­gi Guber­nur Sum­sel H. Her­man Deru, tokoh aga­ma, guru nga­ji, dan petani Banyuasin. Di Pon­dok Pesantren Bahrul Ulum, Keca­matan Tan­jung Lago, Kabu­pat­en Banyuasin, Sumat­era Sela­tan. Kamis, 25 Sep­tem­ber 2025.

Why (Men­ga­pa): Untuk mem­per­erat silat­u­rah­mi, menden­gar aspi­rasi masyarakat, dan mem­per­hatikan isu pen­didikan ser­ta per­tan­ian.

How (Bagaimana): Dilak­sanakan melalui tat­ap muka lang­sung, dia­log, dan sambu­tan hangat di pesantren.

Kun­jun­gan Wapres Gibran Rak­abum­ing Raka ke Banyuasin bukan hanya sekadar agen­da for­mal, tetapi juga men­ja­di momen­tum pent­ing untuk mem­perku­at hubun­gan antara pemer­in­tah pusat dan masyarakat pedesaan. Kehadi­ran lang­sung di ten­gah-ten­gah kyai, guru nga­ji, dan petani men­ja­di sim­bol nya­ta bah­wa suara raky­at di tingkat bawah memi­li­ki tem­pat untuk diden­gar.

Den­gan dukun­gan Guber­nur Sumat­era Sela­tan H. Her­man Deru, kun­jun­gan ini dihara­p­kan mem­bu­ka jalan bagi real­isasi kebi­jakan yang lebih berpi­hak pada pen­didikan aga­ma dan kese­jahter­aan petani. Pada akhirnya, masyarakat menan­tikan tin­dak lan­jut nya­ta agar kun­jun­gan ini tidak hanya mening­galkan jejak sim­bo­lis, tetapi juga hasil yang dap­at dirasakan secara lang­sung. (ahm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *