Berita Daerah

Pramono Anung Tinjau Pelican Crossing Stasiun Cikini, Larang Ojek dan Taksi Ngetem

453
×

Pramono Anung Tinjau Pelican Crossing Stasiun Cikini, Larang Ojek dan Taksi Ngetem

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id — Fenom­e­na penumpukan kendaraan di kawasan sek­i­tar Sta­si­un Ciki­ni, Jakar­ta Pusat, ser­ing kali men­ja­di sorotan pub­lik. Tidak jarang, para peng­gu­na jalan maupun pejalan kaki men­geluhkan kesem­rawu­tan aki­bat kendaraan ojek dar­ing maupun tak­si yang berhen­ti sem­barangan alias “ngetem”. Meli­hat kon­disi terse­but, Guber­nur DKI Jakar­ta, Pra­mono Anung, melakukan pen­in­jauan lang­sung ter­hadap pel­i­can cross­ing yang baru diu­ji coba di depan Sta­si­un Ciki­ni. Dalam kesem­patan itu, ia menekankan agar tak­si maupun ojek tidak ngetem di sek­i­tar pel­i­can cross­ing, demi men­ja­ga kelan­car­an arus lalu lin­tas, Selasa (16/09).

Ung­ga­han men­ge­nai tin­jauan terse­but ramai dibagikan melalui berba­gai plat­form media sosial, salah sat­un­ya oleh akun mata_netizen662 di Threads. Dalam ung­ga­han­nya, akun itu menuliskan bah­wa kebi­asaan masyarakat harus diarahkan dari budaya “meman­jat” men­ja­di budaya “men­gantre” demi ter­cip­tanya keter­at­u­ran.

Tin­dakan Guber­nur DKI Jakar­ta Pra­mono Anung menge­cek lang­sung pel­i­can cross­ing di Sta­si­un Ciki­ni meru­pakan bagian dari upaya pemer­in­tah provin­si dalam mena­ta lalu lin­tas di kawasan pusat ibu kota. Ia secara tegas mem­inta agar tidak ada kendaraan umum, baik ojek maupun tak­si, yang berhen­ti sem­barangan di dekat pel­i­can cross­ing.

Hal ini dilakukan untuk mence­gah ter­jadinya kemac­etan. Pra­mono meni­lai, per­soalan kemac­etan di sek­i­tar sta­si­un sebe­narnya seder­hana, namun ser­ing kali tidak segera ditan­gani.

Dalam ung­ga­han mata_netizen662 ter­tulis. “Keti­ka meli­hat begi­tu prob­lem­nya, apa ya, sim­pel tapi tidak segera dis­e­le­saikan.”

Artinya, menu­rut pan­dan­gan guber­nur, solusi ter­hadap masalah lalu lin­tas di kawasan itu bisa dilakukan den­gan langkah kecil tetapi harus segera diek­sekusi.

  Hadiah Umroh di Tengah Duka: Ibu di Kudus Menangis Haru Saat Namanya Tersiar

Tokoh uta­ma dalam peri­s­ti­wa ini adalah Pra­mono Anung, Guber­nur DKI Jakar­ta yang baru saja menin­jau lang­sung lokasi. Beli­au turun tan­gan untuk memas­tikan bah­wa pel­i­can cross­ing, yang diran­cang untuk mem­berikan kea­manan dan kenya­manan pejalan kaki, dap­at berfungsi opti­mal.

Pihak lain yang dise­but dalam kon­teks ini adalah penge­mu­di ojek dar­ing dan tak­si yang ser­ing berhen­ti di sek­i­tar pel­i­can cross­ing. Kehadi­ran mere­ka yang berhen­ti sem­barangan dini­lai men­ja­di penye­bab uta­ma penyem­pi­tan ruang jalan sehing­ga menim­bulkan kemac­etan.

Selain itu, masyarakat peng­gu­na jalan, baik pejalan kaki maupun penumpang trans­portasi umum, juga men­ja­di bagian dari pihak yang ter­dampak lang­sung. Den­gan adanya kebi­jakan pelarangan ojek dan tak­si berhen­ti di dekat pel­i­can cross­ing, dihara­p­kan mere­ka dap­at menikmati arus lalu lin­tas yang lebih lan­car dan aman.

Pen­in­jauan Guber­nur Pra­mono Anung berlang­sung dalam beber­a­pa wak­tu ter­akhir saat dilakukan uji coba pel­i­can cross­ing di Sta­si­un Ciki­ni. Infor­masi men­ge­nai peri­s­ti­wa ini beredar di media sosial Threads sek­i­tar 13 menit sete­lah diung­gah oleh akun mata_netizen662.

Walaupun tidak dise­butkan tang­gal pasti dalam ung­ga­han terse­but, momen ini jelas ter­ja­di bertepatan den­gan masa uji coba fasil­i­tas pel­i­can cross­ing, yang meru­pakan salah satu pro­gram baru untuk meningkatkan kese­la­matan pejalan kaki di kawasan padat aktiv­i­tas seper­ti sta­si­un.

Lokasi peri­s­ti­wa adalah di Sta­si­un Ciki­ni, Jakar­ta Pusat. Sta­si­un ini meru­pakan salah satu titik tran­sit pent­ing di ibu kota den­gan arus penumpang yang padat seti­ap harinya.

Kawasan di sek­i­tar Sta­si­un Ciki­ni memang dike­nal rawan macet, khusus­nya pada jam sibuk, kare­na banyak peng­gu­na KRL yang kelu­ar-masuk area sta­si­un. Tidak jarang kendaraan umum seper­ti ojek dar­ing maupun tak­si berhen­ti di badan jalan untuk menung­gu penumpang. Kehadi­ran pel­i­can cross­ing di lokasi ini dihara­p­kan dap­at mem­berikan solusi bagi pejalan kaki agar bisa menye­berang jalan den­gan aman tan­pa harus meman­jat pagar pem­bat­as atau men­cari jalan pin­tas berisiko.

  Dapur Umum Balingka Bertahan di Tengah Krisis, Korban Mencapai 48 Jiwa

Ada beber­a­pa alasan men­ga­pa Pra­mono Anung turun lang­sung menge­cek pel­i­can cross­ing di Sta­si­un Ciki­ni:

Kehadi­ran ojek dan tak­si yang berhen­ti sem­barangan ser­ing menim­bulkan penumpukan kendaraan di area depan sta­si­un. Jika dib­iarkan, hal ini akan berdampak pada ter­gang­gun­ya arus lalu lin­tas di jalan uta­ma.

Sebelum adanya pel­i­can cross­ing, banyak pejalan kaki ter­pak­sa meman­jat pagar pem­bat­as jalan untuk menye­berang kare­na sulit men­da­p­atkan akses penye­beran­gan yang aman. Den­gan adanya pel­i­can cross­ing, pejalan kaki dihara­p­kan ter­biasa untuk men­gantre dan menye­berang den­gan tert­ib.

Dalam ung­ga­han di media sosial, dite­gaskan pent­ingnya meng­gan­ti budaya meman­jat den­gan budaya men­gantre. Hal ini sejalan den­gan seman­gat mem­ban­gun disi­plin masyarakat dalam berlalu lin­tas, baik bagi penge­mu­di maupun pejalan kaki.

Menu­rut Pra­mono, masalah kemac­etan di kawasan Ciki­ni sebe­narnya bukan per­soalan kom­pleks. Namun ser­ing kali solusi seder­hana tidak segera dijalankan, sehing­ga menim­bulkan masalah berkepan­jan­gan.

Upaya yang dilakukan oleh Guber­nur DKI Jakar­ta adalah den­gan menin­jau lang­sung fasil­i­tas pel­i­can cross­ing yang baru diu­ji coba. Sete­lah meli­hat kon­disi di lapan­gan, ia men­gin­struk­sikan agar ojek dan tak­si dila­rang ngetem di dekat pel­i­can cross­ing.

Selain itu, pesan yang ingin dis­am­paikan kepa­da masyarakat adalah pent­ingnya mem­ban­gun budaya antre keti­ka meng­gu­nakan fasil­i­tas pub­lik. Den­gan begi­tu, pel­i­can cross­ing bisa diman­faatkan seba­gaimana mestinya, yakni mem­berikan kenya­manan dan kese­la­matan bagi pejalan kaki.

Solusi seder­hana ini dihara­p­kan men­ja­di langkah awal untuk penataan yang lebih luas, bukan hanya di Sta­si­un Ciki­ni, tetapi juga di sta­si­un-sta­si­un lain yang memi­li­ki kon­disi seru­pa.

Jika larangan ojek dan tak­si berhen­ti di dekat pel­i­can cross­ing benar-benar dijalankan, maka dampaknya cukup sig­nifikan:

  Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak, Protes 15 Tahun Tak Diperbaiki

1. Arus lalu lin­tas lebih lan­car
Jalan di depan sta­si­un tidak lagi tersendat aki­bat kendaraan yang berhen­ti sem­barangan.

2. Kese­la­matan pejalan kaki meningkat
Pejalan kaki bisa menye­berang den­gan ten­ang tan­pa harus ter­gang­gu kendaraan yang parkir atau ngetem.

3. Budaya disi­plin berkem­bang
Masyarakat mulai ter­biasa untuk tert­ib, baik dalam men­gantre maupun dalam mematuhi atu­ran lalu lin­tas.

4. Efisien­si wak­tu
Den­gan berku­rangnya kemac­etan, wak­tu tem­puh peng­gu­na jalan bisa lebih singkat.

Namun, untuk mewu­jud­kan semua ini, diper­lukan komit­men bersama. Tidak cukup hanya kebi­jakan guber­nur, tetapi juga par­tisi­pasi penge­mu­di ojek, tak­si, aparat terkait, dan ten­tu saja masyarakat peng­gu­na jalan.

Seba­gai catatan, berikut kuti­pan ung­ga­han lengkap dari akun mata_netizen662 yang men­ja­di sum­ber pem­ber­i­taan ini:

*“Meng­gan­ti budaya meman­jat den­gan budaya men­gantre Bis­mil­lah semoga berman­faat.
Pra­mono Cek Pel­i­can Cross­ing Sta­si­un Ciki­ni, Minta Ojek-Tak­si Tak Ngetem.

Guber­nur DKI Jakar­ta Pra­mono Anung menge­cek uji coba pel­i­can cross­ing di Sta­si­un Ciki­ni, Jakar­ta Pusat. Dia mem­inta tak ada ojek ataupun tak­si yang ngetem di dekat pel­i­can cross­ing untuk mence­gah macet.

‘Keti­ka meli­hat begi­tu prob­lem­nya, apa ya, sim­pel tapi tidak segera dis­e­le­saikan.’
#pra­monoa­nung”*

Pen­in­jauan Guber­nur DKI Jakar­ta Pra­mono Anung di Sta­si­un Ciki­ni men­ja­di langkah konkret pemer­in­tah daer­ah untuk meng­hadirkan solusi seder­hana namun pent­ing bagi masyarakat. Kehadi­ran pel­i­can cross­ing bukan hanya sekadar infra­struk­tur, tetapi juga sim­bol peruba­han budaya berlalu lin­tas di ibu kota: dari kebi­asaan instan dan sem­rawut menu­ju disi­plin, antre, dan tert­ib.

Jika kebi­jakan ini dijalankan den­gan kon­sis­ten, Sta­si­un Ciki­ni bisa men­ja­di con­toh bagaimana fasil­i­tas pub­lik yang seder­hana mam­pu mem­bawa dampak besar bagi kenya­manan dan kese­la­matan war­ga. (Ahm/Dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *