Berita Viral

Mahfud MD Soroti Dinamika Oposisi: Jokowi Dipojokkan, Prabowo Diuntungkan?

455
×

Mahfud MD Soroti Dinamika Oposisi: Jokowi Dipojokkan, Prabowo Diuntungkan?

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Man­tan Menteri Koor­di­na­tor Bidang Poli­tik, Hukum, dan Kea­manan (Menko Pol­hukam), Mah­fud MD, kem­bali men­curi per­ha­t­ian pub­lik lewat ung­ga­han ter­barun­ya di plat­form X (dulu Twit­ter), pada Sab­tu (3/8/2025). Dalam ung­ga­han terse­but, Mah­fud men­go­men­tari perbin­can­gan hangat antara dua tokoh anal­i­sis media dan poli­tik, yakni Reza Indra­giri dari MADILOG dan Yan Kur­ni­awan dari Drone Emprit. Postin­gan Mah­fud lang­sung viral den­gan 159 ribu tayan­gan dalam wak­tu singkat ser­ta men­da­p­at ribuan inter­ak­si dari war­ganet, Senin (04/08).

Mah­fud mem­bu­ka postin­gan­nya den­gan menye­but adanya dua “potong dag­ing” pent­ing yang bisa diam­bil dari dia­log Reza dan Yan. Poton­gan per­ta­ma, menu­rut Mah­fud mengutip Yan, adalah bah­wa ini meru­pakan momen per­ta­ma kali dalam sejarah poli­tik Indone­sia di mana par­tai opo­sisi seper­ti PDIP tidak beropo­sisi kepa­da pemer­in­ta­han yang sedang berkuasa (Prabowo Subianto), tetapi jus­tru kepa­da pres­i­den sebelum­nya (Joko Wido­do). Dalam kon­teks ini, Mah­fud meny­atakan bah­wa posisi poli­tik Prabowo jus­tru semakin kuat.

Dalam ung­ga­han terse­but, Mah­fud juga meny­isip­kan poton­gan gam­bar video dari forum diskusi yang mem­per­li­hatkan wajah Reza Indra­giri, Yan Kur­ni­awan, ser­ta beber­a­pa tokoh lain­nya, den­gan judul men­colok: “Data Pub­lik Bicara: Jokowi Segera Diku­cilkan”. Tam­pak pula kuti­pan tam­ba­han dari Drone Emprit yang menye­but, “Prabowo satukan musuh, redup­kan per­pec­a­han.”

  Petasan Meledak di Pantai Losari, Pengunjung Sempat Panik

Namun, komen­tar Mah­fud ini lang­sung menyu­lut reak­si tajam dari pub­lik. Puluhan ribu tang­ga­pan datang mem­ban­jiri ung­ga­han terse­but, may­ori­tas mem­per­tanyakan motif di balik perny­ataan­nya dan meni­lai Mah­fud sedang men­garah pada sen­ti­men anti-Jokowi.

 

Respons Pub­lik: Sal­ing Serang dan Sindi­ran

Salah satu akun berna­ma @ZDwijo menuliskan, “Sejak kapan korup­si dap­at pengam­punan Pak Prof Mah­fud MD?” menyi­ratkan keke­salan ter­hadap sikap Mah­fud yang dini­lai per­misif ter­hadap isu amnesti yang ten­gah hangat.

Akun @Jachine_Yasin mengkri­tik tajam: “Sejarah men­catat. Prabowo adalah pres­i­den ter­lemah di Indone­sia. Semua dirangkul demi sta­bil­i­tas jabatan­nya. Musuh-musuh ditak­lukkan den­gan kue kekuasaan dan ampunan. Negara dalam bahaya jika elit berseku­tu tan­pa opo­sisi.”

Semen­tara itu, @wahyudi… menulis, “Wak­tu sebelum jadi pres­i­den, dalam kam­pa­nye salah bicara akan mem­bu­ru semua korup­tor. Jadi raky­at gak bin­gung, katanya dari TNI tapi lemah. Siap-siap saja ke depan­nya, kelu­ar­ga Jokowi hanya diper­alat supaya bisa naik jadi pres­i­den.”

Beber­a­pa komen­tar bahkan meni­lai Mah­fud masih meny­im­pan den­dam poli­tik kepa­da Pres­i­den Jokowi. “Jadi kon­slet gini mpud… Buat apa beropo­sisi ke pres­i­den sebelum­nya.. Blak-blakan aja napa kalau masih sak­it hati sama Jokowi,” tulis akun @FerdyChel, yang men­gun­dang puluhan bal­asan dan ribuan like.

Dugaan Motif Poli­tik dan Sindi­ran Per­son­al

Komen­tar-komen­tar berikut­nya mulai meny­erem­pet kepa­da dugaan bah­wa Mah­fud ten­gah bermain dalam narasi poli­tik ter­ten­tu, mungkin untuk mem­perku­at pihak-pihak yang sedang ingin memar­gin­alkan Jokowi pas­ca lengser dari kekuasaan.

  Buaya Viral Warga Diperingatkan Waspada

Peng­gu­na @Grandong_cucukmaklamu meny­atakan: “Seke­las man­tan pres­i­den dijadikan opo­sisi loh. Itu berar­ti Jokowi begi­tu hebat. Dan Anda men­gakuinya melalui cui­tan Anda, Prof.”

Ada pula yang menyindir inkon­sis­ten­si Mah­fud. “Orang ini kalau ngomong pagi kangkung sore gen­jer, pagi kedelei sore tempe. Nggak kon­sis­ten, dia nggak sadar kalau jejak dig­i­tal itu masih ada,” cuit akun @purnomo2421.

Tak kalah tajam, @Wayan_og menye­butkan bah­wa para “ahli” seper­ti Mah­fud ker­ap hanya menyuarakan argu­men untuk kepentin­gan kelom­pok, bukan raky­at. “SEMUANYA DEMI KEPENTINGAN DIRI dan KELOMPOKNYA… untuk RAKYAT nan­ti saja katanya,” tulis­nya getir.

Kri­tik Ter­hadap Opo­sisi PDIP dan Relasi Den­gan Jokowi

Peng­gu­na @KenSavitri35075 mem­berikan per­spek­tif berbe­da. Ia meni­lai bah­wa beropo­sisi ter­hadap sese­o­rang yang sudah tidak men­ja­bat, dalam hal ini Jokowi, adalah hal yang absurd. “Jokowi tidak memi­li­ki keku­atan apa pun untuk menen­tukan kehidu­pan pub­lik. Tin­dakan Jokowi apa yang mau dikri­tisi oleh PDIP?”

Pan­dan­gan ini diperku­at oleh akun-akun lain yang men­gang­gap bah­wa PDIP kini telah kehi­lan­gan arah opo­sisi dan jus­tru salah sasaran. “Opo­sisi yang salah arah,” lan­jut­nya.

Dukun­gan Kepa­da Jokowi dan Sindi­ran untuk Mah­fud

Menariknya, seba­gian neti­zen jus­tru menun­jukkan kese­ti­aan poli­tik yang masih ting­gi ter­hadap man­tan Pres­i­den Joko Wido­do. Seper­ti akun @ChSitum yang mene­gaskan: “Kami masih setia sama Pak @jokowi sam­pai nan­ti 2029 bahkan sete­lah­nya. Benahi cara berpoli­tik Anda, sia­pa tahu 2029 masih ada yang lirik mes­ki berat.”

Semen­tara itu, akun @legod0965 mem­band­ingkan Mah­fud den­gan tokoh-tokoh yang diang­gap “oposan pro­fe­sion­al.” Ia menulis, “Saya per­hatikan lama-lama bapak seper­ti Roy Suryo, Ris­man, Ikrar Nusa Bhak­ti, dll.” Komen­tarnya mem­perte­gas adanya persep­si bah­wa Mah­fud kini lebih banyak mengkri­tik diband­ing mem­beri solusi.

  Aktivitas Warga Abaikan Larangan Bendungan Way Sekampung

 

Isu Hukum dan Amnesti Muncul di Balik Opo­sisi

Akhir dari diskusi ini menyen­tuh isu yang lebih serius: amnesti dan abolisi ter­hadap tokoh-tokoh poli­tik. Akun @l0nes0… mencer­mati: “Amnesti untuk Has­to & abolisi untuk Tom Lem­bong tam­pak seper­ti dua kasus ter­pisah. Tapi kalau diper­hatikan, ini adalah manu­ver poli­tik yang per­lu diawasi.”

Isu ini mengisyaratkan bah­wa pub­lik semakin sadar bah­wa ada per­mainan kekuasaan di balik kepu­tu­san hukum. Mah­fud, den­gan kap­a­sitas­nya seba­gai man­tan menteri dan akademisi, ditun­tut mem­berikan pen­je­lasan yang lebih gam­blang dan objek­tif, bukan sekadar menyu­lut api opi­ni pub­lik.

Kes­im­pu­lan: Ung­ga­han Mah­fud MD di plat­form X men­ja­di semacam katal­is dalam perde­batan pan­jang men­ge­nai arah opo­sisi, per­an PDIP, ser­ta nasib poli­tik Jokowi pas­ca kekuasaan. Respons dari war­ganet mencer­minkan kekhawati­ran, kemara­han, hing­ga sin­isme ter­hadap elit poli­tik yang dini­lai kehi­lan­gan arah dan hanya berfokus pada agen­da kekuasaan sema­ta.

Apakah Mah­fud benar bah­wa Prabowo kini makin kuat kare­na opo­sisi jus­tru diarahkan ke Jokowi? Atau jus­tru ini sinyal bah­wa kon­ste­lasi poli­tik Indone­sia ten­gah men­gala­mi dis­ori­en­tasi serius?

Satu hal yang pasti, raky­at tidak ting­gal diam. Mere­ka bersuara lan­tang di ruang dig­i­tal, mes­ki elite terus bermain catur di balik layar. Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *