Karawang, SniperNew.id – UPTD Pertanian Tirtamulya, Kabupaten Karawang, berkomitmen untuk meningkatkan produktivitas padi dengan mengadopsi teknologi digital melalui kolaborasi dengan PT Pupuk Kujang dan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC).
Inovasi ini diwujudkan dengan demonstrasi penggunaan drone untuk pertanian presisi (Precision Rice) di Desa Kamurang, Kecamatan Tirtamulya, Jumat (26/07/2024).
Demo Drone ini dilaksanakan oleh Tim PIHC dan dihadiri oleh Departemen Pengelolaan Pelanggan, IFRI, serta Tim Agrosolution dari PT Pupuk Kujang (PKC).
Perwakilan dari PT Pupuk Kujang, Sunu, menyampaikan bahwa para petani di Desa Kamurang mendapatkan edukasi mengenai teknologi pertanian modern untuk memantau status hara tanah melalui pencitraan drone. Teknologi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas hasil padi secara signifikan.
“Drone saat ini tidak hanya digunakan untuk keperluan fotografi dan videografi, namun juga untuk mengetahui kandungan unsur hara NPK di tanah dan pemupukan lahan pertanian,” ujar Sunu.
Menurut Pupuk Kujang, pemetaan lahan dengan drone memungkinkan pembuatan peta yang sangat rinci. Dengan menggunakan kamera multispektral atau termal, drone dapat mengumpulkan data tentang kwalitas tanah, ketersediaan unsur hara NPK, tingkat kelembaban, dan tingkat kematangan tanaman.
“Teknologi drone sangat berguna untuk mengetahui kesuburan tanah per petak sawah di area pertanian. Selain itu, drone dapat digunakan untuk pemupukan tanaman padi berusia 2 hingga 20 hari. Dengan teknologi ini, kondisi tanaman dapat diketahui secara lebih baik dan produksi bisa meningkat,” tambah Sunu kepada wartawan.
Lebih lanjut, Sunu menyampaikan bahwa PT Pupuk Kujang, Pupuk Indonesia, dan dinas pertanian setempat akan terus mendampingi para petani untuk memaksimalkan hasil produksi padi. Pendampingan ini bertujuan agar para petani dapat mencapai produksi padi yang optimal.
“PT Pupuk Kujang dan Pupuk Indonesia dibantu Dinas Pertanian Setempat siap mendampingi petani Karawang agar lebih sejahtera,” ujarnya.
Inisiatif penggunaan teknologi drone ini merupakan yang pertama di Jawa Barat, dengan Kecamatan Tirtamulya sebagai lokasi percontohan.
Konsolidasi dengan teknologi drone membuat pengamatan terhadap tanaman menjadi lebih efisien, baik untuk mendeteksi tanaman yang mati atau tumbuh kerdil, maupun untuk memantau kesehatan tanaman melalui analisis visual dan radiometrik.
“Kami pertama kali di Jawa Barat menggunakan teknologi drone untuk Demo Drone Konsolidasi. Manfaat lain dari drone adalah untuk memantau kesehatan tanaman baik melalui analisis visual maupun analisis radiometrik, seperti menggunakan indeks vegetasi,” pungkas Sunu.
Kaperwil (SniperNew.id) Jabar.
— T.S —


















