Berita Investigasi

Proyek Jalan Rp2 M di Gelumbang Mandek di Atas Pipa Migas

732
×

Proyek Jalan Rp2 M di Gelumbang Mandek di Atas Pipa Migas

Sebarkan artikel ini

Muara Enim, snipernew.id – Proyek pele­baran jalan seni­lai Rp2 mil­iar di Kelu­ra­han Gelum­bang, Keca­matan Gelum­bang, Kabu­pat­en Muara Enim, ter­pak­sa dihen­tikan. Inves­ti­gasi awak media men­e­mukan bah­wa proyek terse­but bera­da tepat di atas jaringan pipa minyak dan gas (migas) aktif milik sejum­lah perusa­haan besar, seper­ti PT Med­co, Per­t­a­m­i­na Adera, dan Elnusa.

Proyek infra­struk­tur ini bersum­ber dari Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Daer­ah (APBD) Kabu­pat­en Muara Enim melalui Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Namun sejak beber­a­pa pekan ter­akhir, aktiv­i­tas penger­jaan di lokasi sudah tidak lagi ter­li­hat.

  Proyek Jalan Dipertanyakan, DPRD Pringsewu Sidak Jalan Rusak di Way Ngison

Pan­tauan awak media pada Kamis (31/7/2025) menun­jukkan bah­wa lokasi proyek tam­pak kosong tan­pa aktiv­i­tas. Sejum­lah alat berat yang sebelum­nya bera­da di lokasi pun telah dipin­dahkan. Penye­bab penghent­ian peker­jaan ini diduga kuat kare­na proyek bera­da tepat di atas jalur dis­tribusi migas yang aktif dan strate­gis, sehing­ga berisiko ting­gi ter­hadap kese­la­matan lingkun­gan dan war­ga sek­i­tar.

Lurah Gelum­bang, Lis­mara­ma warni, S.E., mem­be­narkan penghent­ian penger­jaan proyek terse­but. Saat dikon­fir­masi oleh Forum Pewarta Gelum­bang Raya (PGR), ia men­gatakan bah­wa penghent­ian dilakukan kare­na belum adanya izin maupun koor­di­nasi res­mi den­gan pihak Per­t­a­m­i­na.

Ter­pak­sa dihen­tikan dulu semen­tara penger­jaan­nya, kare­na belum ada izin ataupun koor­di­nasi den­gan pihak Per­t­a­m­i­na. Jadi kita tung­gu dulu pros­es selan­jut­nya,” ujarnya.

Menu­rut Lurah Lis­ma, rap­at koor­di­nasi sudah dilakukan bersama Pemer­in­tah Kabu­pat­en Muara Enim dan instan­si terkait lain­nya pada Senin (28/7/2025). Rap­at terse­but dip­impin lang­sung oleh Sekre­taris Daer­ah (Sek­da) Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., dan difokuskan pada pen­car­i­an solusi atas per­masala­han izin dan tek­nis lapan­gan.

“Pihak Pemer­in­tah Kabu­pat­en Muara Enim akan melakukan koor­di­nasi dan komu­nikasi den­gan pihak Per­t­a­m­i­na Persero, guna mem­ba­has masalah per­iz­inan dan kelan­ju­tan penger­jaan­nya,” jelas­nya lebih lan­jut.

Menariknya, meskipun proyek sudah tiga kali dis­urvei sebelum dim­u­lai, keber­adaan jaringan pipa minyak jus­tru tidak ter­de­tek­si. Temuan baru ini jus­tru muncul sete­lah penger­jaan proyek ber­jalan.

Saya sendiri baru tahu kalau di situ ada jaringan pipa milik Med­co, Per­t­a­m­i­na Adera dan Elnusa. Sela­ma ini yang saya tahu cuma ada pipa jaringan gas saja,” ungkap Lis­ma.

Semen­tara itu, Sek­da Kabu­pat­en Muara Enim Ir. Yulius, M.Si., keti­ka dikon­fir­masi snipernew.id melalui pesan What­sApp, eng­gan mem­berikan komen­tar lebih lan­jut.

Silakan kon­fir­masi lang­sung ke Kepala Dinas PUPR, beli­au yang menan­gani kegiatan terse­but,” jawab­nya singkat.

Proyek ini kini bera­da dalam keti­dak­pas­t­ian, dan tan­pa keje­lasan izin ser­ta solusi konkret, masyarakat Kelu­ra­han Gelum­bang ter­an­cam harus meng­hadapi dampak proyek mangkrak yang tak hanya meng­ham­burkan anggaran pub­lik, tetapi juga meny­im­pan poten­si bahaya besar aki­bat keber­adaan­nya di atas jaringan migas aktif.

  Kepsek SDN 1 Tegineneng Diduga Abaikan Transparansi Dana BOS, APH Diminta Segera Bertindak!

Lapo­ran: Teguh
Edi­tor: Ahmad

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *