Jakarta, SniperNew.id – Di tengah dinamika sosial dan ekonomi nasional, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penguatan sistem pengawasan internal Polri merupakan salah satu kunci terciptanya stabilitas nasional yang berkelanjutan. Stabilitas ini, menurutnya, tak hanya berdampak pada keamanan, tetapi juga menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Hal tersebut diungkapkan Mendagri saat membuka Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) bersama Polri Tahun 2025, yang diselenggarakan di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, Rabu (16/7/2025).
“Pengawasan terbaik adalah pengawasan internal. Jika ini berjalan optimal, kepercayaan publik akan meningkat, dan dari situ, stabilitas nasional bisa terjaga. Stabilitas ini ujung-ujungnya menopang investasi dan pertumbuhan ekonomi,” tegas Tito.
Ia menggarisbawahi pentingnya menjadikan pengawasan sebagai upaya proaktif, bukan hanya reaktif. Dalam logika pelayanan publik modern, kata Tito, pengawasan harus mampu menjadi sistem deteksi dini terhadap potensi pelanggaran, sekaligus mendorong reformasi di tubuh Polri untuk lebih profesional, humanis, dan akuntabel.
“Layaknya layanan pelanggan di dunia bisnis, respons cepat terhadap keluhan publik menjadi penentu kualitas. Kalau Polri responsif dan proaktif, maka citra institusi akan naik, dan itu berdampak langsung pada kepercayaan publik dan iklim usaha,” jelas Tito.
Kepolisian Nasional: Pilar Stabilitas Investasi
Dalam paparannya, Tito juga menyampaikan bahwa Indonesia memiliki tantangan geografis yang jauh lebih kompleks dibanding negara-negara besar seperti Tiongkok dan India. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, koordinasi dan pelaksanaan fungsi Polri jauh lebih menantang. Hal ini, kata dia, justru menegaskan pentingnya kehadiran lembaga pengawasan seperti Kompolnas.
“Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, setelah India dan Amerika Serikat. Dan Polri adalah institusi kepolisian nasional terbesar kedua setelah Tiongkok. Artinya, kualitas dan akuntabilitas Polri berdampak langsung terhadap kepercayaan global pada sistem hukum dan ekonomi kita,” katanya lugas.
Dalam konteks makroekonomi, investasi, baik dalam negeri maupun asing, sangat bergantung pada kepastian hukum dan keamanan. Investor global cenderung menempatkan dana mereka di negara-negara yang menunjukkan kestabilan politik dan keamanan, serta memiliki sistem penegakan hukum yang transparan.
Mendagri menekankan, semakin profesional Polri, semakin kuat pula sinyal yang dikirim Indonesia kepada komunitas internasional bahwa negara ini siap dan aman untuk investasi.
Audit Lapangan & Dialog Kinerja: Menyasar KPI Polri
Tito juga mendorong Kompolnas untuk aktif turun ke lapangan, mengecek kesesuaian antara program dan pelaksanaan di satuan kerja (satker) Polri di berbagai daerah. Kegiatan ini tidak hanya sekadar monitoring, melainkan menjadi bagian dari penyelarasan kebijakan pengawasan berbasis indikator kinerja (KPI).
“Dialog dengan satker di Mabes dan Polda menjadi penting. Bicarakan targetnya apa, apakah angka kejahatan menurun, kecelakaan lalu lintas berkurang, atau pelayanan publik meningkat. Transparansi seperti ini akan memperkuat internal Polri dan mencegah penyalahgunaan wewenang,” ujarnya.
Langkah-langkah seperti ini, tambahnya, akan memperkecil risiko “misuse of power” yang sering kali menjadi sorotan publik. Pada gilirannya, reformasi internal Polri tidak hanya berimbas pada meningkatnya rasa aman masyarakat, tapi juga menciptakan ruang usaha yang kondusif.
Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Kepastian Hukum
Rakorwas kali ini dihadiri oleh para tokoh strategis lintas lembaga negara. Antara lain Irwasum Polri Komjen Pol. Dedi Prasetyo yang mewakili Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Ketua Ombudsman Mokhammad Najih, Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej, serta pejabat tinggi dari Komisi Yudisial dan KPAI.
Kehadiran mereka mencerminkan bahwa isu pengawasan bukan semata urusan Polri dan Kompolnas, tetapi telah menjadi tanggung jawab kolektif seluruh pilar demokrasi untuk menjaga integritas institusi hukum.
Penutup: Ketika Pengawasan Jadi Aset Ekonomi
Di era pasca-pandemi dan tengah situasi global yang fluktuatif, penguatan pengawasan terhadap institusi kunci seperti Polri menjadi kebutuhan mendesak. Bagi Mendagri Tito Karnavian, reformasi pengawasan bukan hanya tentang etika dan hukum, tapi tentang ekonomi.
Ketika hukum tegak, keamanan terjamin, dan aparat profesional, maka arus modal akan deras masuk, lapangan kerja tercipta, dan ekonomi rakyat bergerak naik.
“Pengawasan yang kuat itu bukan menghambat, justru menjadi bahan bakar utama ekonomi yang sehat,” tutup Mendagri penuh keyakinan.
Sumber: Puspen Kemendagri
Editor: Ahmad | SniperNew.id



















