Berita DaerahBerita Ekonomi

600 Ton Bantuan untuk Aceh Tertahan di Malaysia, APPI Desak Pemerintah Segera Terbitkan Izin

356
×

600 Ton Bantuan untuk Aceh Tertahan di Malaysia, APPI Desak Pemerintah Segera Terbitkan Izin

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar: Sejumlah bantuan kemanusiaan berupa kebutuhan pokok yang dikumpulkan masyarakat Aceh di Malaysia terlihat menumpuk di salah satu lokasi penyimpanan, menunggu kepastian izin pengiriman ke Aceh.

ACEH, SNIPERNEW.id —  Sek­i­tar 600 ton ban­tu­an kemanu­si­aan untuk kor­ban ban­jir dan tanah long­sor di Aceh yang dihim­pun masyarakat Aceh di Malaysia dila­porkan masih ter­ta­han ham­pir satu bulan. Ban­tu­an terse­but belum dap­at dikir­im kare­na izin dari pemer­in­tah pusat belum juga diter­bitkan, sehing­ga memicu keke­ce­waan sejum­lah pihak, Rabu (13/1/2026).

  Promo Menarik dari WiFi Lintas Data Multimedia: Gratis Instalasi, Hanya Bayar Rp150 Ribu per Bulan!

Ket­ua DPD Asosi­asi Pewarta Pers Indone­sia (APPI) Aceh Utara, Muham­mad yang akrab dis­apa Rimung Buloh, meni­lai lam­ban­nya pener­bi­tan izin menun­jukkan kurangnya keseriu­san pemer­in­tah dalam mere­spons kebu­tuhan mende­sak kor­ban ben­cana.

“Ban­tu­an ini murni ben­tuk kepedu­lian masyarakat Aceh di Malaysia ter­hadap saudara-saudara mere­ka yang tertim­pa musi­bah. Namun hing­ga kini masih ter­ham­bat kare­na izin yang tidak kun­jung jelas,” ujar Rimung Buloh kepa­da wartawan, Selasa (13/1/2026).

Ban­tu­an terse­but dike­tahui telah dikumpulkan sejak 17 Desem­ber 2025 dan saat ini ter­sim­pan di sek­i­tar 20 titik pengumpu­lan di Malaysia. Isinya ter­diri dari berba­gai kebu­tuhan pokok yang seba­gian memi­li­ki masa sim­pan ter­batas.

  "Rumah Murah Dekat Tugu Tani Margoagung, 5 Menit ke Wisata Hits! Buruan Sebelum Kehabisan!"

Ket­ua Sabena Komu­ni­ti Aceh Malaysia, Sai­ful Bahri atau Bospon, men­gungkap­kan kekhawati­ran­nya ter­hadap kon­disi ban­tu­an yang berpoten­si rusak apa­bi­la terus ter­ta­han.

“Kami san­gat khawatir. Jika ter­lalu lama, seba­gian ban­tu­an bisa tidak lagi layak dis­alurkan. Pada­hal kebu­tuhan di Aceh san­gat mende­sak,” kata Sai­ful Bahri.

Rimung Buloh juga meny­ing­gung perny­ataan sejum­lah peja­bat pemer­in­tah pusat yang sebelum­nya meny­atakan akan mem­per­mu­dah masuknya ban­tu­an kemanu­si­aan ke Aceh. Namun, menu­rut­nya, hing­ga kini belum ada real­isasi konkret di lapan­gan.

“Kor­ban ben­cana mem­bu­tuhkan tin­dakan nya­ta, bukan sekadar perny­ataan. Sam­pai hari ini, izin res­mi pen­gi­r­i­man ban­tu­an belum kami ter­i­ma,” tegas­nya.

  Polres Tanggamus Rilis Kinerja 2025, Fokus Pemberantasan Narkoba dan Kamtibmas

Semen­tara itu, Sai­ful Bahri menam­bahkan bah­wa pihaknya bahkan telah menyi­ap­kan opsi pen­car­i­an spon­sor kapal pen­gangkut, namun selu­ruh upaya terse­but tidak dap­at dijalankan tan­pa adanya izin res­mi dari pemer­in­tah Indone­sia.

“Kami berharap pemer­in­tah segera mener­bitkan surat izin yang diper­lukan agar ban­tu­an ini bisa segera dikir­im dan diman­faatkan oleh masyarakat Aceh yang ter­dampak ben­cana,” ujarnya.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada keteran­gan res­mi dari pemer­in­tah pusat terkait alasan keter­lam­bat­an pener­bi­tan izin pen­gi­r­i­man ban­tu­an terse­but. Media ini masih beru­paya menghubun­gi pihak terkait untuk mem­per­oleh klar­i­fikasi dan tang­ga­pan res­mi.

Penulis: (rilis).