Berita Investigasi

LMP Pringsewu Akan Dampingi Orang Tua Penerima PIP Lapor Ke APH

484
×

LMP Pringsewu Akan Dampingi Orang Tua Penerima PIP Lapor Ke APH

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Ormas Laskar Merah Putih Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung akan dampingi orang tua murid penerima PIP SMK PGRI 1 Pringsewu, diduga tidak berikan hak kepada murid penerima serta berunsur pengancaman, Jumat (30/08/2024).

Ketua Laskar Merah Putih Kabupaten Pringsewu, Muhyin NP melalui Sekretaris Marcab, Darmawan, S.Kom mengecam tindakan oknum kepala Sekolah SMK PGRI 1 Pringsewu dan pihak sekolah yang terlibat atas penyaluran dan peruntukan dana PIP para murid penerima.

KLIK BACA BERITA SANGGAHAN

“Seharusnya, dana tersebut diterima oleh 26 anak Murid penerima PIP yang digelontorkan pemerintah pusat untuk keperluan siswa siswi dalam perlengkapan dan kebutuhan sekolah, seperti buku, seragam, tas, membiayai transportasi peserta didik ke sekolah, uang saku peserta didik.” ungkap Darmawan.

Lebih lanjut, masih dikatakan Darmawan, yang lebih miris sang kepala Sekolah Rudi diduga mengintimidasi (mengancam) peserta penerima bantuan dana PIP agar tidak menceritakan tentang hal ini kepihak luar sekolah apa lagi wartawan.

  Kondisi Sarana SMAN 1 Pardasuka Jadi Perhatian

“Ada apa dengan ini, mengapa harus ditutup tutupi, tidak terbuka, dan terlebih mengancam siswa, ini sudah pelanggaran,” ucapnya.

“Untuk hal itu, kami siap mendampingi Wali murid melaporkan kejadian ini kepada pihak APH untuk memastikan dan perlindungan hukum,” tegasnya.

Salah seorang wali murid penerima bantuan dana PIP berinisial RW sangat kecewa dengan sikap pihak sekolah SMK PGRI 1 Pringsewu yang terkesan arogan dan tanpa keterbukaan kepada wali murid terkait dana PIP.

Diceritakan, RW bahwa dirinya merasa heran melihat perubahan sikap dan prilaku anaknya yang murung dan sampai jatuh sakit.

Menurutnya setelah di tanyakan kepada sang anak, dirinya menambahkan bahwa anaknya merasa terintimidasi dan terancam oleh perkataan kepala sekolahnya, yang menginginkan muridnya penerima PIP dapat bungkam kepada siapapun, apalagi wartawan.” kata RW.

“Murid yang bapaknya wartawan cuma saya, jadi anak saya jadi shok takut dan drop secara fisik dan mental, kenapa harus menyebutkan profesi pekerjaan orang tua, sekolah kepala sekolah ini alergi terhadap wartawan dan ada yang seolah-olah ditutupi,” terang RW.

“Saya menanyakan kepada anak terkait uang PIP yang sudah cair tersebut, saat ini di serahkan kembali ke pihak sekolah atas arahan operator dapodik Ibu Yuyun dengan dalih harus membayar dahulu uang SPP.” imbuh RW.

  Dugaan Pupuk Subsidi Dijual di Atas HET, LSM HAMMER Minta APH Turun Tangan

Sebelumnya, Beberapa murid sekolah SMK PGRI 1 Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, keluhkan dengan adanya penahanan uang bantuan PIP, yang tidak diberikan ke penerima PIP, bahkan uang itu langsung diambil oleh oprator depodik setelah murid menerima uang di bank BRI, Kamis (29/08/2024).

Diungkapkan beberapa Murid PGRI, yang mendapatkan bantuan dana PIP bahwa, kemarin kami di bawa ke BANK BRI untuk mencairkan uang PIP yang di dampingi ibu Yuyun, namun setelah uang itu kami terima di bank langsung diminta sama ibu Yuyun di BANK.

Senada yang diungkapkan oleh salah satu murid yang namanya tidak disebutkan di sini, bahwa ia meminta uang PIP itu untuk membeli sepatu, tapi tidak diberikan oleh Yuyun.

Edi Waka Kesiswaan SMK PGRI 1 Pringsewu, ia mengatakan tidak tau dan kurang paham kalau soal bantuan dana PIP itu konfirmasi saja degan Kepala sekolah dan Ibu Yuyun oprator dapodik.

Sementara, Yuyun operator dapodik SMK PGRI 1 Pringsewu mengatakan bahwa, ada 25 murid yang dapat PIP tahun 2024, dan saya tidak menerima uang PIP itu dari murid. saya hanya menggarahkan murid untuk membayar tunggakan SPP.

  FPII Lampung Jalin Silaturahmi ke SMKN 9, Dorong Penguatan Transparansi Dana BOS

“Uang itu diambil dan dipegang anak – anak masing – masing, lalu disetorkan ke bendahara disekolah, saya tidak mengambil atau menerima titipan uang dari anak-anak di bank, kemarin seperti itu prosesnya,” tegas Yuyun, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsAppnya.

Selang beberapa menit, Kepala sekolah SMK PGRI Redi Purwanto, SPd., melalui sambungan telepon WhatsAppnya nya mengatakan, bahwa ia sedang dalam perjalanan. dan itu memang betul.

“Memang Betul, itu saya mengatakan jangan ngomong-ngomong dengan siapa-siapa, dan disini ada anak wartawan, awas iya, awas iya Jagan sampai ngomong dengan siapa-siapa. dengan tujuannya itu Jagan ada bahasa yang simpang siur,” tutup Redi.

Konfirmasi kami ke pihak Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provisi Lampung

Sunardi pihak kantor cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Lampung di Kabupaten Pringsewu, kepada team awak media menjelaskan, bahwa bantuan PIP itu seharusnya diserahkan dulu ke pihak penerima PIP untuk keperluan siswa, dari seragam sekolah, tas, dan lainya, baru kalau ada tunggakan SPP itu keikhlasan wali murid.

KLIK BERITA SANGGAHANNYA

Beberapa penerima PIP lainya juga menjelaskan tidak bisa meminta uang PIP tersebut hanya untuk beli sepatu atau tas, saat kami konfirmasi lebih lanjut. (Team KWRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *