Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Warga RT 02 Sikui Ungkap Masalah Dana Kompensasi Debu Tambang

354
×

Warga RT 02 Sikui Ungkap Masalah Dana Kompensasi Debu Tambang

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id — Seo­rang tokoh masyarakat dari Desa Sikui, Keca­matan Teweh Baru, Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Kali­man­tan Ten­gah, yang men­ja­bat seba­gai Ket­ua RT 02, men­gungkap­kan keluh kesah masyarakat terkait per­soalan dana kom­pen­sasi debu yang hing­ga kini masih belum jelas penyalu­ran­nya. Pen­gakuan ini dis­am­paikan dalam sebuah perte­muan war­ga yang terekam dalam video berdurasi cukup pan­jang dan telah beredar di grup-grup media sosial lokal sejak 5 Agus­tus 2025.

Dalam video yang diung­gah oleh Yohanes Kar­wilus, Kabiro SniperNew.id wilayah Bar­i­to Utara, ter­li­hat sang Ket­ua RT duduk bersi­la di dalam sebuah rumah seder­hana bercat hijau. Den­gan raut wajah serius, ia menyam­paikan kere­sa­han war­ga men­ge­nai dana kom­pen­sasi debu aki­bat aktiv­i­tas tam­bang yang dini­lai belum transparan dan tidak mer­a­ta dalam pendis­tribu­sian­nya.

Menu­rut pen­gakuan beli­au, sela­ma ini masyarakat sek­i­tar, khusus­nya di wilayah RT 02, telah merasakan lang­sung dampak dari aktiv­i­tas per­tam­ban­gan, teruta­ma debu yang meng­gang­gu kese­hatan dan kenya­manan hidup sehari-hari. “War­ga kami sudah ter­lalu lama merasakan debu. Tapi sam­pai sekarang, uang debu itu belum jelas kapan sam­pai ke tan­gan masyarakat,” ujarnya dalam reka­man terse­but.

  Kondisi Sarana SMAN 1 Pardasuka Jadi Perhatian

Kom­pen­sasi debu yang dimak­sud meru­pakan ben­tuk gan­ti rugi atau ban­tu­an yang diberikan perusa­haan tam­bang kepa­da masyarakat yang ter­dampak oleh debu hasil opera­sion­al tam­bang. Dana ini biasanya digu­nakan untuk berba­gai kebu­tuhan war­ga seper­ti penyem­protan jalan, pen­gadaan masker, ser­ta ban­tu­an sosial lain­nya.

Namun, dalam kasus ini, Ket­ua RT 02 merasa bah­wa pros­es dis­tribusi dana terse­but tidak ber­jalan den­gan adil dan sesuai hara­pan. “Kami tidak tahu sia­pa yang men­gatur dan sia­pa yang mener­i­ma. Kami butuh keter­bukaan. Jan­gan sam­pai war­ga merasa ditipu atau dilu­pakan,” tam­bah­nya.

Perny­ataan Ket­ua RT terse­but men­da­p­at per­ha­t­ian serius dari war­ga lain­nya ser­ta per­wak­i­lan media lokal. Kaper­wil SniperNew.id wilayah Kali­man­tan Sela­tan pun men­gon­fir­masi bah­wa perny­ataan terse­but berasal dari Desa Sikui, Keca­matan Teweh Baru, Kabu­pat­en Bar­i­to Utara. Wilayah ini memang dike­nal seba­gai salah satu daer­ah yang cukup dekat den­gan lokasi opera­sion­al beber­a­pa perusa­haan tam­bang besar di Kali­man­tan Ten­gah.

Keluhan ini bukan hanya per­soalan tek­nis, tapi juga menyangkut transparan­si dan tata kelo­la dana ban­tu­an masyarakat. Ket­ua RT 02 mene­gaskan bah­wa masyarakat bukan meno­lak ban­tu­an, melainkan mem­inta keje­lasan pros­es dan ali­ran dana terse­but. Menu­rut­nya, dana debu itu semestinya bisa mem­ban­tu meringankan beban masyarakat, teruta­ma untuk keper­lu­an kese­hatan dan lingkun­gan yang lebih baik.

  Banyak Kegiatan BLUD RSUD Pringsewu Diduga Terdapat Kekurangan Volume

“Kami tidak minta lebih, hanya hak kami seba­gai war­ga yang ter­dampak. Kalau memang ada dana, harus­nya ada keje­lasan. Jan­gan sam­pai kami hanya dap­at debun­ya, tapi tidak per­nah merasakan ban­tu­an yang seharus­nya,” katanya lagi.

Isu ini men­ja­di reflek­si pent­ing bagi para pihak terkait, baik pemer­in­tah desa, keca­matan, hing­ga perusa­haan tam­bang yang berop­erasi di sek­i­tar wilayah terse­but. Diper­lukan sis­tem dis­tribusi ban­tu­an yang transparan, akunt­abel, dan berpi­hak kepa­da masyarakat ter­dampak lang­sung.

Menu­rut penga­matan di lapan­gan, desa Sikui memang men­gala­mi pen­ingkatan aktiv­i­tas debu dalam beber­a­pa tahun ter­akhir, teruta­ma saat musim kema­rau. Banyak war­ga men­geluhkan gang­guan per­na­pasan ringan hing­ga menen­gah, ser­ta menu­run­nya kual­i­tas udara dan keber­si­han rumah aki­bat debu yang masuk dari jalanan uta­ma.

Beber­a­pa tokoh masyarakat dan LSM lokal juga mulai angkat suara men­ge­nai pent­ingnya reg­u­lasi dis­tribusi dana CSR (Cor­po­rate Social Respon­si­bil­i­ty) yang berkai­tan den­gan dampak lingkun­gan. Mere­ka menekankan bah­wa dana semacam ini harus dikaw­al bersama oleh masyarakat, media, dan pemer­in­tah daer­ah agar tepat sasaran dan tidak menim­bulkan kon­flik sosial.

Semen­tara itu, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada perny­ataan res­mi dari pihak perusa­haan tam­bang yang diduga ter­li­bat, maupun dari pemer­in­ta­han keca­matan dan kabu­pat­en setem­pat. Namun, doron­gan dari masyarakat untuk segera men­gadakan audi­en­si ter­bu­ka mulai men­guat, agar semua pihak bisa duduk bersama men­cari solusi ter­baik.

  Desa Desa Nanga Tayap Daerah Ketapang tidak Transparan diduga ada Penyimpangan

Transparan­si, kead­i­lan, dan akunt­abil­i­tas men­ja­di tiga kata kun­ci yang digaungkan war­ga dalam menyikapi per­soalan ini. Mere­ka berharap agar suara dari desa kecil seper­ti Sikui dap­at diden­gar oleh pihak-pihak berwe­nang dan ditin­dak­lan­ju­ti secara bijak.

Keja­di­an ini juga men­ja­di catatan pent­ing bagi pen­gelo­laan dana sosial perusa­haan, khusus­nya di daer­ah-daer­ah peng­hasil sum­ber daya alam. Jan­gan sam­pai masyarakat yang jus­tru men­ja­di kor­ban dari dampak lingkun­gan, malah tidak men­da­p­atkan per­ha­t­ian yang layak.

Ket­ua RT 02 pun menut­up perny­ataan­nya den­gan hara­pan besar: “Kami ingin hidup yang layak. Kalau ada ban­tu­an, jan­gan ditut­up-tutupi. Mari kita buka bersama, bicarakan baik-baik. Ini demi kebaikan semua.”

Perny­ataan ini menggam­barkan keing­i­nan war­ga untuk mem­ban­gun komu­nikasi yang lebih ter­bu­ka antara masyarakat dan pihak terkait, ser­ta menun­tut hak-hak yang sela­ma ini dirasakan belum mak­si­mal.

Seba­gai media yang men­jun­jung ting­gi prin­sip jur­nal­isme etis dan berpi­hak pada kepentin­gan pub­lik, SniperNew.id akan terus men­gaw­al isu ini hing­ga tun­tas. Kepa­da pihak-pihak yang memi­li­ki kewe­nan­gan, sudah saat­nya untuk hadir mem­berikan klar­i­fikasi dan solusi nya­ta bagi masyarakat Desa Sikui dan sek­i­tarnya.

Penulis: (Yohanes Kar­wilus)
Tang­gal Rilis: 5 Agus­tus 2025


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *