Bandung, SniperNew.id — Aksi demonstrasi terjadi di Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, menyusul penolakan warga terhadap rencana penggunaan lapangan desa sebagai lokasi pembangunan kantor Koperasi Merah Putih. Informasi mengenai aksi tersebut pertama kali diunggah oleh akun media sosial Threads ciparay.id, sekitar tiga jam sebelum berita ini diturunkan.
Dalam unggahan tersebut terlihat dua video. Video pertama memperlihatkan kerumunan warga yang memenuhi area depan kantor desa, sementara aparat dan perangkat desa mencoba melakukan pengamanan. Warga, yang didominasi ibu-ibu dan pemuda, tampak menyampaikan penolakan secara langsung terkait rencana alih fungsi lapangan.
Video kedua menunjukkan sejumlah massa melakukan aksi protes dengan membakar kayu dan sejumlah material lain di tengah lapangan desa sebagai bentuk penegasan bahwa mereka keberatan apabila ruang publik tersebut dialihfungsikan.
Warga Gunungleutik menolak rencana pembangunan kantor Koperasi Merah Putih di atas lapangan desa yang selama ini digunakan sebagai ruang aktivitas publik, mulai dari olahraga, kegiatan masyarakat, hingga acara desa.
Massa aksi berasal dari warga Desa Gunungleutik. Unggahan ciparay.id menunjukkan keterlibatan warga berbagai usia, termasuk perempuan dan pemuda. Aparat desa serta pihak keamanan setempat tampak berada di lokasi untuk mengendalikan situasi.
Aksi berlangsung pada Jumat (14/11), dengan unggahan ciparay.id dipublikasikan sekitar tiga jam sebelum berita ini disusun.
Demo terjadi di area Lapangan Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.
Warga merasa bahwa lapangan adalah fasilitas umum penting yang tidak seharusnya dialihfungsikan menjadi gedung kantor. Mereka menginginkan pemerintah desa mempertahankan fungsi lapangan sebagai ruang publik, bukan area komersial atau kantor.
Aksi berjalan dengan suara penolakan yang kuat dari warga. Keramaian terjadi di depan kantor desa, sementara sebagian warga melakukan pembakaran tumpukan kayu sebagai simbol penolakan. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan terkait kericuhan besar atau tindakan represif.
Hingga Jumat sore, pihak Pemerintah Desa Gunungleutik belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait rencana tersebut maupun tanggapan atas aksi warga.
Penulis Iskandar













