Jakarta, SniperNew.id — Sebuah video dari seorang kreator konten bernama Tita Martisa tengah menarik perhatian warganet setelah diunggah ke platform Facebook. Dalam video berdurasi singkat itu, Tita membagikan pengalaman lucunya mengenai kebiasaan masyarakat di Kalimantan yang menurutnya memiliki aturan tidak tertulis ketika seseorang ditawari makanan, Jumat (14/11).
Dalam video tersebut, Tita terlihat mengenakan kaus garis-garis hitam putih sambil berada di area kebun. Ia menceritakan bahwa para pendatang di Kalimantan sebaiknya tidak “cumpalek” istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan sikap menolak tawaran makanan.
“Makanya kalian kalau ke Kalimantan jangan ndak cumpalek ya,” ujarnya dalam video yang disampaikan dengan gaya santai dan ekspresif.
Unggahan itu langsung memicu beragam komentar dari pengguna Facebook yang mengaitkannya dengan tradisi serupa di daerah lain. Seorang pengguna bernama Selvi Puspa Dwiyani menuliskan bahwa di Bangka, konsep tersebut dikenal sebagai kepunan, yaitu kepercayaan bahwa seseorang yang menolak makanan dapat mengalami hal kurang baik.
Sementara itu, pengguna lain dari Sumatera Selatan, Azizi Rohim, menyebut istilah yang mirip, yakni kempunan, sehingga jika ditawari makanan, meskipun sudah kenyang, tetap sebaiknya mencicipinya meski hanya sedikit.
Komentar lain datang dari pengguna bernama Angel Liana, yang mengaku berasal dari suku Dayak pedalaman. Ia menegaskan bahwa tradisi tersebut bukanlah hal yang menakutkan bagi warga luar daerah, selama seseorang menghormati tuan rumah dan tidak melakukan tindakan yang dianggap tidak sopan.
“Tidak akan ada masalah jika kita tidak membuat salah,” tulisnya seraya menambahkan bahwa keluarga dan kerabatnya di Kalimantan hidup berdampingan secara damai dengan para pendatang.
Interaksi warganet tak berhenti di situ. Sebagian lainnya memberikan komentar bernada humor, seperti Hetti Purwanti yang menyinggung ekspresi mata sang kreator konten, hingga Agus Lina yang menyebut bahwa menolak secangkir kopi di daerah tertentu bisa dianggap membawa kepunan.
Unggahan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan dari para pengguna lain, salah satunya Zee II yang menanyakan arti kata “cumpalek” dan “kemponat”. Pertanyaan tersebut mendapat respons dari warganet lain yang mencoba memberi penjelasan berdasarkan pemahaman lokal masing-masing.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana kebiasaan lokal terkait tata krama dan hidangan menjadi topik yang menarik perhatian publik. Selain menjadi hiburan, diskusi seputar video itu juga membuka ruang edukasi budaya antar daerah di Indonesia yang memiliki keragaman tradisi.
Hingga Jumat (14/11/2025), video tersebut terus mendapat tanggapan dan dibagikan ulang, menjadikannya salah satu konten yang viral di linimasa Facebook.
Penulis Iskandar












