Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Warga Gerebek Kantor Satpol PP Pati, Diduga Jual Barang Donasi

688
×

Warga Gerebek Kantor Satpol PP Pati, Diduga Jual Barang Donasi

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id — Suasana di Kabu­pat­en Pati, Jawa Ten­gah, mem­anas sete­lah sekelom­pok war­ga men­datan­gi dan meng­gere­bek kan­tor Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Pati. Aksi ini dipicu oleh dugaan penyalah­gu­naan barang ban­tu­an atau donasi dari masyarakat oleh oknum petu­gas Sat­pol PP setem­pat, Selasa (05/08).

Dalam sebuah ung­ga­han video viral yang dibagikan oleh akun taufiqmedia.id, tam­pak sekelom­pok war­ga men­datan­gi kan­tor Sat­pol PP Pati den­gan nada penuh kemara­han dan keke­ce­waan. Dalam video terse­but, ter­li­hat beber­a­pa orang masuk ke dalam kan­tor, dan salah satu di antaranya men­ge­nakan kaos bertuliskan “NO VIRAL NO ACTION – NO VIRAL NO JUSTICE”. Kali­mat terse­but menggam­barkan kere­sa­han pub­lik yang merasa bah­wa kead­i­lan hanya akan muncul jika kasus­nya viral.

Narasi dalam video menye­butkan bah­wa war­ga ger­am kare­na sejum­lah barang donasi masyarakat seper­ti air min­er­al dan per­lengka­pan lain­nya diduga diram­pas oleh pihak Sat­pol PP tan­pa surat res­mi, dan yang lebih menge­jutkan, dise­but-sebut barang terse­but malah diper­jual­be­likan.

  Aksi Intimidasi ke Jurnalis di Tambang Emas Ilegal Viral

Tulisan dalam video meny­atakan. “Pati geger geden air men­er­al dll, sum­ban­gan dari masyarakat di ram­pas Sat­pol PP, malah dijual, tidak ada surat-surat. Sita hade­hh.”-

Ung­ga­han ini lang­sung diban­jiri komen­tar dari para war­ganet yang menyuarakan kemara­han dan tun­tu­tan ter­hadap tin­dakan aparat yang dini­lai melam­paui batas. Banyak komen­tar yang menud­ing bah­wa tin­dakan terse­but ter­go­long seba­gai pen­cu­ri­an atau per­am­pasan.

Akun farauq_n_ubaidillah menulis. “Adukan Pol PP seba­gai pasal pen­cu­ri­an. Nan­ti lihat polisi reaksinya bagaimana. Polisi pasti bin­gung respon­nya. Mere­ka gak tau mau tin­dak bagaimana ke Pol PP. 😂😂😂”

 

Komen­tar ini dire­spons oleh akun lain seper­ti mochi.qbal yang menam­bahkan. “Lebih tepat­nya per­am­pasan, kalau pakai pasal pen­cu­ri­an gak tepat.”

 

Neti­zen berna­ma duber­tus­di­ma singkat menulis. ““Laporkan­pen­cu­ri­an…”

Namun ada juga komen­tar sinis ter­hadap efek­tiv­i­tas pela­po­ran. Seper­ti yang diungkap­kan akun muammar_ambardi. “Lapor ke polisi??? Emank masih per­caya sama polisi bang?”

Sedan­gkan akun muliadi4144 men­gelu­arkan perny­ataan yang cukup keras. “Bila tidak dikem­ba­likan, hilangkan kan­tor PP Pati. Itu baru yes.”

BACA JUGA INI KLIK LINK PENGEMBALIAN

Respons dari masyarakat tak hanya beru­pa komen­tar panas di media sosial, tetapi juga muncul seru­an untuk bertin­dak. Ada yang mem­inta agar Guber­nur Jawa Ten­gah, Gan­jar Pra­nowo (melalui tagar akun yang dise­but), segera mengam­bil tin­dakan.

  Tanggul Kali Jebol, Lampu Merah Hek Jakarta Timur Terendam Banjir

Akun hadikusumobam­bang menandai akun Insta­gram res­mi. “Guber­nur Jawa Ten­gah @ahmadluthfi_official 👉 Pecat Sat­pol PP Kabu­pat­en Pati.”

Gam­bar screen­shot video terse­but yang diung­gah, Diku­tip Selasa 05 Agus­tus 2025.

Dalam lan­ju­tan komen­tarnya, ia bahkan menyerukan. “Tangkap per­am­pok! @polda_jateng_ @ditreskrimum.poldajateng”

Neti­zen lain, seper­ti venom_pr17c355, menulis den­gan penuh harap. “The real king ini… Ni lihat… Baru satu ini… Bayangkan ada 500, 5000, yg begi­ni turun ke jalan… Kab­ulkan­lah ya Allah. Amin.”

Beber­a­pa juga menyam­paikan rasa frus­tasi ter­hadap per­i­laku aparat yang seharus­nya men­ja­di pelayan masyarakat, namun malah diang­gap seba­gai penin­das.

Akun eck­ocha­tel menulis. ““Pemer­in­tahyang seharus­nya melayani raky­at malah jadi penin­das raky­at.”

Sedan­gkan komen­tar dari mulian.dani meny­atakan hara­pan­nya. “Gini dong nge­gas. Semoga raky­at selalu menang melawan aparat korup.”

Peri­s­ti­wa ini rupa­nya meman­tik sol­i­dar­i­tas masyarakat luas, bahkan dari luar Pati. Seo­rang neti­zen den­gan nama andikaluis yang men­gaku seba­gai aktivis Jakar­ta, meny­atakan keing­i­nan­nya untuk ikut turun tan­gan. ““Gue­se­ba­gai aktivis yang aktif di Jakar­ta san­gat ger­am liat­nya, rasa-rasanya ingin pulang ke kam­pung hala­manku di Pati.”

  Main Bola Kandas, Motor Ikut Terguling: Drama Kaget-kagetan di Depan Kosan

Neti­zen lain­nya, oranngg.biasa, mem­per­tanyakan legal­i­tas pengam­bi­lan barang terse­but. “Ambil kem­bali barang donasinya. Haknya apa coba???”

 

Di antara komen­tar pal­ing men­colok adalah desakan untuk mem­bubarkan atau men­copot pimp­inan Sat­pol PP Pati. “Bubarkan kepala Sat­pol PP besok digan­ti,” tulis alfinaturrizkiji20.

War­ga menun­tut agar peja­bat pemer­in­tah tidak ting­gal diam. Salah satu komen­tar yang berna­da satire datang dari santosobudi2009. “Sela­mat men­jalankan tugas pada tgl 13 Agust 2025. Sela­mat meng­hadapi raky­at Pati.”

Komen­tar david_argapani menyen­til kepemimp­inan. ““Bupatikok nan­tang raky­at, secara ter­bu­ka lagi. Baru nemu begin­ian.”

Komen­tar penut­up dari saramikayahu­maira menggam­barkan seru­an per­juan­gan. “👏👏👏 ayo raky­at bersat­u­uu…”

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak Sat­pol PP Kabu­pat­en Pati ataupun instan­si terkait. Peri­s­ti­wa ini masih men­ja­di perbin­can­gan hangat di media sosial dan meman­tik diskusi serius men­ge­nai integri­tas aparat dan keper­cayaan pub­lik ter­hadap lem­ba­ga pemer­in­tah.

Pub­lik menung­gu adanya transparan­si dan per­tang­gung­jawa­ban agar keper­cayaan masyarakat ter­hadap aparat tidak semakin tergerus.

Catatan Redak­si: Beri­ta ini dis­usun berdasarkan doku­men­tasi ung­ga­han pub­lik di media sosial dan tang­ga­pan war­ganet. Per­lu kon­fir­masi lebih lan­jut dari pihak berwe­nang untuk men­da­p­atkan kepas­t­ian hukum dan kro­nolo­gi yang valid sesuai asas jur­nal­isme berim­bang. (Editor/Tim Redak­si).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *