Pati, SniperNew.id — Suasana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memanas setelah sekelompok warga mendatangi dan menggerebek kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pati. Aksi ini dipicu oleh dugaan penyalahgunaan barang bantuan atau donasi dari masyarakat oleh oknum petugas Satpol PP setempat, Selasa (05/08).
Dalam sebuah unggahan video viral yang dibagikan oleh akun taufiqmedia.id, tampak sekelompok warga mendatangi kantor Satpol PP Pati dengan nada penuh kemarahan dan kekecewaan. Dalam video tersebut, terlihat beberapa orang masuk ke dalam kantor, dan salah satu di antaranya mengenakan kaos bertuliskan “NO VIRAL NO ACTION – NO VIRAL NO JUSTICE”. Kalimat tersebut menggambarkan keresahan publik yang merasa bahwa keadilan hanya akan muncul jika kasusnya viral.
Narasi dalam video menyebutkan bahwa warga geram karena sejumlah barang donasi masyarakat seperti air mineral dan perlengkapan lainnya diduga dirampas oleh pihak Satpol PP tanpa surat resmi, dan yang lebih mengejutkan, disebut-sebut barang tersebut malah diperjualbelikan.
Tulisan dalam video menyatakan. “Pati geger geden air meneral dll, sumbangan dari masyarakat di rampas Satpol PP, malah dijual, tidak ada surat-surat. Sita hadehh.”-
Unggahan ini langsung dibanjiri komentar dari para warganet yang menyuarakan kemarahan dan tuntutan terhadap tindakan aparat yang dinilai melampaui batas. Banyak komentar yang menuding bahwa tindakan tersebut tergolong sebagai pencurian atau perampasan.
Akun farauq_n_ubaidillah menulis. “Adukan Pol PP sebagai pasal pencurian. Nanti lihat polisi reaksinya bagaimana. Polisi pasti bingung responnya. Mereka gak tau mau tindak bagaimana ke Pol PP. 😂😂😂”
Komentar ini direspons oleh akun lain seperti mochi.qbal yang menambahkan. “Lebih tepatnya perampasan, kalau pakai pasal pencurian gak tepat.”
Netizen bernama dubertusdima singkat menulis. ““Laporkanpencurian…”
Namun ada juga komentar sinis terhadap efektivitas pelaporan. Seperti yang diungkapkan akun muammar_ambardi. “Lapor ke polisi??? Emank masih percaya sama polisi bang?”
Sedangkan akun muliadi4144 mengeluarkan pernyataan yang cukup keras. “Bila tidak dikembalikan, hilangkan kantor PP Pati. Itu baru yes.”
BACA JUGA INI KLIK LINK PENGEMBALIAN
Respons dari masyarakat tak hanya berupa komentar panas di media sosial, tetapi juga muncul seruan untuk bertindak. Ada yang meminta agar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (melalui tagar akun yang disebut), segera mengambil tindakan.
Akun hadikusumobambang menandai akun Instagram resmi. “Gubernur Jawa Tengah @ahmadluthfi_official 👉 Pecat Satpol PP Kabupaten Pati.”

Dalam lanjutan komentarnya, ia bahkan menyerukan. “Tangkap perampok! @polda_jateng_ @ditreskrimum.poldajateng”
Netizen lain, seperti venom_pr17c355, menulis dengan penuh harap. “The real king ini… Ni lihat… Baru satu ini… Bayangkan ada 500, 5000, yg begini turun ke jalan… Kabulkanlah ya Allah. Amin.”
Beberapa juga menyampaikan rasa frustasi terhadap perilaku aparat yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat, namun malah dianggap sebagai penindas.
Akun eckochatel menulis. ““Pemerintahyang seharusnya melayani rakyat malah jadi penindas rakyat.”
Sedangkan komentar dari mulian.dani menyatakan harapannya. “Gini dong ngegas. Semoga rakyat selalu menang melawan aparat korup.”
Peristiwa ini rupanya memantik solidaritas masyarakat luas, bahkan dari luar Pati. Seorang netizen dengan nama andikaluis yang mengaku sebagai aktivis Jakarta, menyatakan keinginannya untuk ikut turun tangan. ““Guesebagai aktivis yang aktif di Jakarta sangat geram liatnya, rasa-rasanya ingin pulang ke kampung halamanku di Pati.”
Netizen lainnya, oranngg.biasa, mempertanyakan legalitas pengambilan barang tersebut. “Ambil kembali barang donasinya. Haknya apa coba???”
Di antara komentar paling mencolok adalah desakan untuk membubarkan atau mencopot pimpinan Satpol PP Pati. “Bubarkan kepala Satpol PP besok diganti,” tulis alfinaturrizkiji20.
Warga menuntut agar pejabat pemerintah tidak tinggal diam. Salah satu komentar yang bernada satire datang dari santosobudi2009. “Selamat menjalankan tugas pada tgl 13 Agust 2025. Selamat menghadapi rakyat Pati.”
Komentar david_argapani menyentil kepemimpinan. ““Bupatikok nantang rakyat, secara terbuka lagi. Baru nemu beginian.”
Komentar penutup dari saramikayahumaira menggambarkan seruan perjuangan. “👏👏👏 ayo rakyat bersatuuu…”
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP Kabupaten Pati ataupun instansi terkait. Peristiwa ini masih menjadi perbincangan hangat di media sosial dan memantik diskusi serius mengenai integritas aparat dan kepercayaan publik terhadap lembaga pemerintah.
Publik menunggu adanya transparansi dan pertanggungjawaban agar kepercayaan masyarakat terhadap aparat tidak semakin tergerus.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan dokumentasi unggahan publik di media sosial dan tanggapan warganet. Perlu konfirmasi lebih lanjut dari pihak berwenang untuk mendapatkan kepastian hukum dan kronologi yang valid sesuai asas jurnalisme berimbang. (Editor/Tim Redaksi).



















