Banyuwangi, 7 Juni 2025 — Dalam rangka menjaga tradisi sekaligus memastikan kebersihan dan kelayakan konsumsi, warga Dusun Karangasem, Kecamatan Glagah, menggelar kegiatan pembersihan dan pengolahan kepala sapi secara higienis, Sabtu (7/6).
Kegiatan ini dilakukan menjelang penyelenggaraan hajatan besar yang melibatkan sajian berbahan dasar kepala sapi, seperti gulai dan tengkleng.
Warga melakukan proses pembersihan kepala sapi secara menyeluruh, dimulai dari pembakaran bulu, pencucian, hingga perebusan untuk menghilangkan kotoran dan bau prengus. Setelah itu, kepala sapi dipotong sesuai bagian yang diinginkan seperti pipi, lidah, dan otak untuk kemudian diolah menjadi hidangan tradisional.
Kegiatan ini melibatkan puluhan warga setempat, khususnya para tetua adat dan juru masak berpengalaman. Hadir pula petugas dari Dinas Kesehatan dan Peternakan Kabupaten Banyuwangi untuk memberikan pendampingan serta memastikan proses berjalan sesuai standar kebersihan.
Proses pembersihan dimulai sejak pagi hari pukul 06.00 WIB dan berlangsung hingga siang menjelang waktu memasak. Proses pengolahan dilanjutkan sore hari, menyesuaikan dengan jadwal penyajian.
Kegiatan berlangsung di halaman rumah Kepala Dusun Karangasem yang telah disiapkan dengan tempat pemotongan dan area pembersihan berbasis sanitasi sederhana, seperti penggunaan air bersih dan sabun antiseptik.
Menurut Sumardi, kegiatan ini penting untuk memastikan bahwa kepala sapi yang diolah benar-benar bersih dan aman dikonsumsi. “Selain menjaga kualitas rasa, ini juga bagian dari edukasi warga agar selalu mengutamakan aspek higienitas dalam pengolahan makanan,” ujarnya.
Proses dimulai dengan menyiram kepala sapi menggunakan air panas untuk melunakkan bulu, yang kemudian dibakar hingga bersih. Setelah itu, kepala sapi dicuci dengan air bersih dan disikat. Selanjutnya, bagian-bagian seperti lidah dan otak dipisahkan dan direbus menggunakan rempah-rempah guna menghilangkan bau amis. Kepala sapi kemudian siap dimasak menjadi berbagai menu khas daerah.
Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh penerapan standar kebersihan dalam pengolahan daging tradisional serta mendorong masyarakat menjaga nilai-nilai budaya lokal yang tetap sehat dan aman.



















