Berita Daerah

Warga Desa Bumi Etam Sampaikan Aspirasi Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal di PT GAM

152
×

Warga Desa Bumi Etam Sampaikan Aspirasi Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal di PT GAM

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar: Puluhan warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kutai Timur, menyampaikan aspirasi kepada manajemen PT Ganda Alam Makmur terkait tuntutan prioritas tenaga kerja lokal dan pemberdayaan masyarakat adat.

KUTAI TIMUR, SNIPERNEW.id —  Puluhan war­ga yang ter­gabung dalam alian­si masyarakat Desa Bumi Etam, Keca­matan Kaubun, bersama kelom­pok Masyarakat Kukaur Bersatu, menyam­paikan aspi­rasi kepa­da man­a­je­men PT Gan­da Alam Mak­mur (GAM), Kamis (21/01/2026).

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Aksi terse­but dige­lar seba­gai ben­tuk tun­tu­tan agar perusa­haan mem­pri­or­i­taskan perekru­tan tena­ga ker­ja lokal, ter­ma­suk masyarakat adat dan putra daer­ah Kali­man­tan.

Koor­di­na­tor aksi, Erwin San­toso, menyam­paikan bah­wa sela­ma ini masyarakat lokal dini­lai belum men­da­p­atkan kesem­patan yang pro­por­sion­al dalam aktiv­i­tas kete­na­gak­er­jaan di perusa­haan tam­bang yang berop­erasi di wilayah mere­ka.

Menu­rut­nya, masih ter­da­p­at ketim­pan­gan antara jum­lah tena­ga ker­ja lokal dan tena­ga ker­ja yang berasal dari luar daer­ah, khusus­nya dari luar Pulau Kali­man­tan.

“Kami mem­inta agar masyarakat pribu­mi, masyarakat adat, dan putra daer­ah Kali­man­tan tidak hanya men­ja­di penon­ton di wilayah sendiri. Kami meli­hat masih banyak tena­ga ker­ja dari luar yang direkrut, semen­tara war­ga lokal memi­li­ki kemam­puan dan kemauan untuk bek­er­ja,” ujar Erwin dalam penyam­pa­ian aspi­rasi.

  Sorotan Publik atas Dugaan Penebangan Hutan Kepulauan Batu

Dalam aksi terse­but, per­wak­i­lan masyarakat menyam­paikan sejum­lah tun­tu­tan kepa­da pihak man­a­je­men PT GAM. Tun­tu­tan itu meliputi per­mintaan pri­or­i­tas rekrut­men bagi masyarakat lokal, transparan­si data pro­por­si tena­ga ker­ja lokal dan luar daer­ah, ser­ta pen­ingkatan per­ha­t­ian perusa­haan ter­hadap pem­ber­dayaan dan kese­jahter­aan masyarakat adat di sek­i­tar wilayah opera­sion­al.

Erwin mene­gaskan bah­wa aksi ini meru­pakan ben­tuk sol­i­dar­i­tas masyarakat Desa Bumi Etam dan Masyarakat Kukaur Bersatu agar kehadi­ran inves­tasi di Kabu­pat­en Kutai Timur, khusus­nya di Keca­matan Kaubun, dap­at mem­berikan dampak ekono­mi lang­sung bagi pen­duduk setem­pat.

  Aksi Warga di Jalan Tunjungan Saat Hujan Deras Viral di Media Sosial

“Kami berharap man­a­je­men PT GAM dap­at mem­bu­ka ruang dia­log dan mem­berikan kemu­da­han bagi masyarakat lokal untuk berkon­tribusi secara nya­ta. Jan­gan sam­pai masyarakat yang bera­da pal­ing dekat den­gan wilayah opera­sion­al jus­tru tidak merasakan man­faat­nya,” kata Erwin.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, masyarakat masih menung­gu tang­ga­pan dan langkah res­mi dari man­a­je­men PT Gan­da Alam Mak­mur terkait tun­tu­tan yang telah dis­am­paikan.

Lapo­ran: (Zulk­i­fli Ritonga)./ Edi­tor: (iskan­dar).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *