Kerawang, SniprNew.id — Puluhan warga, mayoritas ibu-ibu, di Dusun Pulokalapa, Desa Rawasari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menggelar aksi demonstrasi pada Selasa, 5 Agustus 2025. Aksi tersebut merupakan bentuk penolakan terhadap rencana pembangunan kandang ayam broiler berskala besar yang akan dibangun di wilayah mereka.
Menurut informasi dari unggahan akun media sosial radarkarawang, aksi ini berlangsung secara spontan. Para warga, khususnya kalangan ibu-ibu, menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap dampak negatif dari keberadaan kandang ayam tersebut. Dalam laporan yang diunggah sekitar dua jam sebelum tangkapan layar ini diambil, disebutkan bahwa kandang ayam yang direncanakan akan menampung hingga 40 ribu ekor ayam.
Aksi protes ini terekam dalam video yang memperlihatkan warga berkumpul sambil membawa spanduk besar yang terbentang. Dalam spanduk yang terpampang dalam video tersebut, jelas tertulis:
“MENOLAK KERAS! ADANYA PEMBANGUNAN KANDANG AYAM BROILER DI LINGKUNGAN KAMI”
Spanduk tersebut juga mencantumkan lokasi demonstrasi, yakni Dusun Pulokalapa, Desa Rawasari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang. Aksi ini dilakukan tepat pada pukul 16:31 WIB, sebagaimana tertera dalam data lokasi dan waktu dari GPS Map Camera yang turut tampil dalam video.
Titik lokasi aksi bahkan dilengkapi dengan koordinat Google Maps:
V96m+x4f, Rawasari, Kec. Cilebar, Karawang, Jawa Barat 41353, Indonesia.
Koordinat: ‑6.13891°, Long 107.380862°
Warga, terutama ibu-ibu, menyatakan kekhawatiran atas potensi dampak negatif dari pembangunan kandang ayam tersebut, mulai dari pencemaran udara, gangguan bau tak sedap, limbah, hingga kemungkinan gangguan kesehatan.
Dalam video yang diunggah, puluhan warga terlihat mengangkat tangan dan bersorak menyuarakan penolakan mereka secara lantang. Nuansa emosional dan solidaritas begitu terasa, menggambarkan bahwa aksi ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga ungkapan kepedulian terhadap kualitas hidup dan kesehatan lingkungan mereka.
Beberapa warga yang diwawancarai secara langsung oleh media lokal menyebut bahwa tidak ada sosialisasi atau dialog terbuka dengan masyarakat mengenai rencana pembangunan kandang ayam ini. Hal tersebut menambah keresahan warga yang merasa tidak dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
“Kalau kandang ayam dibangun dekat rumah warga, nanti baunya kemana-mana. Anak-anak main di luar jadi tidak sehat,” kata salah seorang ibu rumah tangga yang ikut aksi.
Pembangunan kandang ayam berskala besar sering kali menimbulkan berbagai persoalan lingkungan. Kotoran ayam yang dihasilkan dalam jumlah besar bisa mencemari tanah dan sumber air bila tidak dikelola dengan baik. Selain itu, timbulnya bau yang menyengat dari limbah dan aktivitas peternakan juga menjadi ancaman kenyamanan bagi warga sekitar.
Dalam konteks kesehatan, keberadaan peternakan ayam skala besar juga berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit zoonosis atau penyakit yang bisa menyebar dari hewan ke manusia, seperti flu burung. Ini menjadi kekhawatiran nyata yang dirasakan oleh warga, khususnya ibu-ibu yang memikirkan kondisi kesehatan anak-anak mereka.
Aksi ini juga menyiratkan pesan yang tegas kepada pemerintah daerah agar lebih memperhatikan suara masyarakat, terutama dalam hal pembangunan yang berkaitan langsung dengan pemukiman warga. Mereka berharap ada pendekatan partisipatif dan dialog terbuka antara pihak pengusaha kandang dan masyarakat sebelum proyek dijalankan.
“Jangan sampai karena bisnis, warga dikorbankan. Kami minta pemerintah turun tangan,” ujar seorang warga lainnya dalam video.
Berdasarkan informasi dari akun radarkarawang, berikut adalah ringkasan kronologi peristiwa:
Hari/Tanggal: Selasa, 5 Agustus 2025
Waktu: Sekitar pukul 16:31 WIB
Lokasi: Dusun Pulokalapa, Desa Rawasari, Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang
Jumlah Massa: Puluhan warga, didominasi ibu-ibu
Tuntutan: Menolak rencana pembangunan kandang ayam broiler berkapasitas 40.000 ekor di lingkungan mereka
Alasan Penolakan: Kekhawatiran terhadap dampak negatif lingkungan, kesehatan, dan kurangnya transparansi dalam rencana pembangunan
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa atau pihak pengusaha peternakan terkait respons atas aksi warga ini. Namun, aksi ini menjadi perhatian publik di media sosial dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan yang peduli terhadap isu lingkungan hidup dan hak masyarakat atas ruang hidup yang sehat.
Akun media sosial radarkarawang mencatat bahwa unggahan terkait video aksi ini sudah ditonton lebih dari 120 kali dalam dua jam pertama setelah diunggah, dengan sejumlah tanggapan positif dari netizen yang mendukung perjuangan warga Cilebar.
Aksi spontan warga Dusun Pulokalapa merupakan bentuk nyata dari kepedulian masyarakat terhadap kualitas lingkungan hidup mereka. Dengan lantang dan damai, mereka menyuarakan penolakan terhadap proyek pembangunan kandang ayam skala besar yang dianggap berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga.
Langkah berikutnya kini berada di tangan pemerintah dan pihak terkait untuk mendengarkan suara rakyat, membuka ruang dialog, serta mencari solusi terbaik yang mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Sumber: Akun Threads @radarkarawang
Tanggal Liputan: 5 Agustus 2025













