Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Warga Cilebar Tolak Keras Kandang Ayam Skala Besar

296
×

Warga Cilebar Tolak Keras Kandang Ayam Skala Besar

Sebarkan artikel ini

Ker­awang, SniprNew.id — Puluhan war­ga, may­ori­tas ibu-ibu, di Dusun Pulokala­pa, Desa Rawasari, Keca­matan Cile­bar, Kabu­pat­en Karawang, Jawa Barat, mengge­lar aksi demon­strasi pada Selasa, 5 Agus­tus 2025. Aksi terse­but meru­pakan ben­tuk peno­lakan ter­hadap ren­cana pem­ban­gu­nan kan­dang ayam broil­er berskala besar yang akan diban­gun di wilayah mere­ka.

Menu­rut infor­masi dari ung­ga­han akun media sosial radark­arawang, aksi ini berlang­sung secara spon­tan. Para war­ga, khusus­nya kalan­gan ibu-ibu, menyuarakan kekhawati­ran mere­ka ter­hadap dampak negatif dari keber­adaan kan­dang ayam terse­but. Dalam lapo­ran yang diung­gah sek­i­tar dua jam sebelum tangka­pan layar ini diam­bil, dise­butkan bah­wa kan­dang ayam yang diren­canakan akan menam­pung hing­ga 40 ribu ekor ayam.

Aksi protes ini terekam dalam video yang mem­per­li­hatkan war­ga berkumpul sam­bil mem­bawa span­duk besar yang ter­ben­tang. Dalam span­duk yang ter­pam­pang dalam video terse­but, jelas ter­tulis:

“MENOLAK KERAS! ADANYA PEMBANGUNAN KANDANG AYAM BROILER DI LINGKUNGAN KAMI”

Span­duk terse­but juga men­can­tumkan lokasi demon­strasi, yakni Dusun Pulokala­pa, Desa Rawasari, Keca­matan Cile­bar, Kabu­pat­en Karawang. Aksi ini dilakukan tepat pada pukul 16:31 WIB, seba­gaimana tert­era dalam data lokasi dan wak­tu dari GPS Map Cam­era yang turut tampil dalam video.

  Gibran Rakabuming Raka Silaturahmi ke Banyuasin, Disambut Hangat Kyai dan Petani

Titik lokasi aksi bahkan dilengkapi den­gan koor­di­nat Google Maps:
V96m+x4f, Rawasari, Kec. Cile­bar, Karawang, Jawa Barat 41353, Indone­sia.
Koor­di­nat: ‑6.13891°, Long 107.380862°

War­ga, teruta­ma ibu-ibu, meny­atakan kekhawati­ran atas poten­si dampak negatif dari pem­ban­gu­nan kan­dang ayam terse­but, mulai dari pence­maran udara, gang­guan bau tak sedap, lim­bah, hing­ga kemu­ngk­i­nan gang­guan kese­hatan.

Dalam video yang diung­gah, puluhan war­ga ter­li­hat men­gangkat tan­gan dan berso­rak menyuarakan peno­lakan mere­ka secara lan­tang. Nuansa emo­sion­al dan sol­i­dar­i­tas begi­tu terasa, menggam­barkan bah­wa aksi ini bukan hanya sekadar protes, tetapi juga ungka­pan kepedu­lian ter­hadap kual­i­tas hidup dan kese­hatan lingkun­gan mere­ka.

Beber­a­pa war­ga yang diwawan­car­ai secara lang­sung oleh media lokal menye­but bah­wa tidak ada sosial­isasi atau dia­log ter­bu­ka den­gan masyarakat men­ge­nai ren­cana pem­ban­gu­nan kan­dang ayam ini. Hal terse­but menam­bah kere­sa­han war­ga yang merasa tidak dili­batkan dalam pros­es pengam­bi­lan kepu­tu­san yang berdampak lang­sung ter­hadap lingkun­gan tem­pat ting­gal mere­ka.

“Kalau kan­dang ayam diban­gun dekat rumah war­ga, nan­ti baun­ya kem­ana-mana. Anak-anak main di luar jadi tidak sehat,” kata salah seo­rang ibu rumah tang­ga yang ikut aksi.

  Eks Napiter, Ajak Masyarakat Menolak Paham radikal dan tindakan Terorisme

Pem­ban­gu­nan kan­dang ayam berskala besar ser­ing kali menim­bulkan berba­gai per­soalan lingkun­gan. Kotoran ayam yang dihasilkan dalam jum­lah besar bisa mence­mari tanah dan sum­ber air bila tidak dikelo­la den­gan baik. Selain itu, tim­bul­nya bau yang menyen­gat dari lim­bah dan aktiv­i­tas peter­nakan juga men­ja­di anca­man kenya­manan bagi war­ga sek­i­tar.

Dalam kon­teks kese­hatan, keber­adaan peter­nakan ayam skala besar juga berpoten­si meningkatkan risiko penu­laran penyak­it zoono­sis atau penyak­it yang bisa menye­bar dari hewan ke manu­sia, seper­ti flu burung. Ini men­ja­di kekhawati­ran nya­ta yang dirasakan oleh war­ga, khusus­nya ibu-ibu yang memikirkan kon­disi kese­hatan anak-anak mere­ka.

Aksi ini juga menyi­ratkan pesan yang tegas kepa­da pemer­in­tah daer­ah agar lebih mem­per­hatikan suara masyarakat, teruta­ma dalam hal pem­ban­gu­nan yang berkai­tan lang­sung den­gan pemuki­man war­ga. Mere­ka berharap ada pen­dekatan par­tisi­patif dan dia­log ter­bu­ka antara pihak pen­gusa­ha kan­dang dan masyarakat sebelum proyek dijalankan.

“Jan­gan sam­pai kare­na bis­nis, war­ga diko­r­bankan. Kami minta pemer­in­tah turun tan­gan,” ujar seo­rang war­ga lain­nya dalam video.

Berdasarkan infor­masi dari akun radark­arawang, berikut adalah ringkasan kro­nolo­gi peri­s­ti­wa:

Hari/Tanggal: Selasa, 5 Agus­tus 2025

Wak­tu: Sek­i­tar pukul 16:31 WIB

Lokasi: Dusun Pulokala­pa, Desa Rawasari, Keca­matan Cile­bar, Kabu­pat­en Karawang

Jum­lah Mas­sa: Puluhan war­ga, didom­i­nasi ibu-ibu

Tun­tu­tan: Meno­lak ren­cana pem­ban­gu­nan kan­dang ayam broil­er berka­p­a­sitas 40.000 ekor di lingkun­gan mere­ka

  Viral! Kepala Daerah Semprot Pegawai Puskesmas Gunungkidul, Tegas Minta Disiplin Ditingkatkan

Alasan Peno­lakan: Kekhawati­ran ter­hadap dampak negatif lingkun­gan, kese­hatan, dan kurangnya transparan­si dalam ren­cana pem­ban­gu­nan

Hing­ga beri­ta ini dis­usun, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak pemer­in­tah desa atau pihak pen­gusa­ha peter­nakan terkait respons atas aksi war­ga ini. Namun, aksi ini men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik di media sosial dan men­da­p­at dukun­gan dari berba­gai kalan­gan yang peduli ter­hadap isu lingkun­gan hidup dan hak masyarakat atas ruang hidup yang sehat.

Akun media sosial radark­arawang men­catat bah­wa ung­ga­han terkait video aksi ini sudah diton­ton lebih dari 120 kali dalam dua jam per­ta­ma sete­lah diung­gah, den­gan sejum­lah tang­ga­pan posi­tif dari neti­zen yang men­dukung per­juan­gan war­ga Cile­bar.

Aksi spon­tan war­ga Dusun Pulokala­pa meru­pakan ben­tuk nya­ta dari kepedu­lian masyarakat ter­hadap kual­i­tas lingkun­gan hidup mere­ka. Den­gan lan­tang dan damai, mere­ka menyuarakan peno­lakan ter­hadap proyek pem­ban­gu­nan kan­dang ayam skala besar yang diang­gap berpoten­si meng­gang­gu kese­hatan dan kenya­manan war­ga.

Langkah berikut­nya kini bera­da di tan­gan pemer­in­tah dan pihak terkait untuk menden­garkan suara raky­at, mem­bu­ka ruang dia­log, ser­ta men­cari solusi ter­baik yang menguta­makan kese­la­matan dan kese­jahter­aan masyarakat sek­i­tar.

Sum­ber: Akun Threads @radarkarawang
Tang­gal Liputan: 5 Agus­tus 2025

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *