Berita Nasional

Trump Tinjau Proyek Ballroom $200 Juta dari Atap Gedung Putih, Netizen Bereaksi Keras

661
×

Trump Tinjau Proyek Ballroom $200 Juta dari Atap Gedung Putih, Netizen Bereaksi Keras

Sebarkan artikel ini

Washington, D.C. — Sebuah unggahan dari akun media sosial The Hill menjadi sorotan tajam publik setelah menayangkan video Presiden Donald Trump yang terlihat berada di atas atap Gedung Putih. Dalam video tersebut, Trump tampak mengenakan setelan jas biru tua dengan dasi merah mencolok, memandangi area Rose Garden dan South Lawn dari ketinggian, Rabu (06/08).

Menurut keterangan The Hill, kunjungan Trump ke atap Gedung Putih tersebut berkaitan dengan proyek ballroom senilai $200 juta yang sedang ia garap. Ballroom ini dilaporkan akan menjadi bagian dari rencana pengembangan dan perluasan fasilitas di kompleks Gedung Putih.

“WATCH: President Trump was on the roof of the White House, where he could view the Rose Garden and South Lawn from above amid his $200 million ballroom project.” — The Hill

Namun, alih-alih mendapat sambutan hangat, unggahan tersebut justru memicu berbagai reaksi keras dari publik. Komentar-komentar yang muncul mempertanyakan kelayakan dan urgensi dari proyek megah tersebut, terlebih karena menyangkut bangunan bersejarah milik negara.

  BCA Diduga Lakukan Pembekuan Rekening Ilegal, Tolak Akses Nasabah Terhadap Rekening koran .

Seorang pengguna akun bernama heddache menuliskan komentar tajam:

“Where are the permits? Historic review? How long has he been planning this? $200 million is an absurd price for a ballroom that is bigger than the existing White House.”

Ia juga mengkritik keras tindakan Trump yang seolah memperlakukan Gedung Putih sebagai properti pribadi:

“It’s not his house to turn into Mar-a-Lago 2.0, it’s the people’s house.”

Sementara itu, komentar lain datang dari pengguna karencarlson678, yang menyebut proyek ini menjijikkan dan tidak menghormati nilai historis Gedung Putih:

“Disgusting. If you have to have it, make it smaller and put it in the back out of sight.”

Lebih lanjut, akun liberaltshirts juga menyampaikan nostalgia akan masa lalu politik Amerika Serikat yang lebih stabil dan terhormat. Ia membandingkan situasi sekarang dengan masa ketika pemimpin negara dianggap taat hukum dan memiliki kestabilan emosi serta mental:

“Remember the old days when we knew we would have a law abiding, Constitution following person leading us and didn’t have to worry about a human wreck, mentally, emotionally and psychologically out of control in the White House?”

  Polres Pematangsiantar Gencar Razia Tempat Hiburan Malam Cegah Narkoba

Komentar tersebut juga menyindir kelompok pendukung Trump, atau yang biasa disebut MAGA (Make America Great Again), yang menurutnya tidak lagi menanyakan apakah kehidupan mereka lebih baik dibandingkan empat tahun lalu:

“I noticed MAGAs stopped asking if we were better off than 4 years ago…”

Dalam unggahannya, liberaltshirts juga menyematkan tautan promosi produk kaos yang bertuliskan “DON’T BLAME ME, I VOTED FOR HER”, sebagai bentuk sindiran terhadap kepemimpinan Trump. Kaos tersebut dijual oleh situs libtees.dashery.com, dengan deskripsi “Don’t Blame Me, I Voted for Harris by Liberal Tees.”

Proyek ballroom sebesar $200 juta yang kini menjadi bahan perdebatan itu disebut-sebut akan memiliki ukuran lebih besar daripada bangunan utama Gedung Putih sendiri. Belum ada informasi resmi mengenai desain, fungsi khusus, maupun pembiayaannya—apakah berasal dari dana publik atau swasta.

Gedung Putih sebagai simbol kenegaraan Amerika Serikat merupakan bangunan bersejarah yang dilindungi oleh berbagai regulasi, termasuk izin dari National Park Service dan Historic Preservation Committees. Sehingga wacana pembangunan tambahan, apalagi dengan nilai fantastis, tentu menimbulkan pertanyaan besar dari publik dan pemerhati sejarah.

  Pangulu Nagori Dolok Saribu Bangun Klarifikasi Terkait Pemberitaan Miring Pengangkatan Gamot.

Video yang diunggah The Hill sudah ditonton lebih dari 133.000 kali hanya dalam beberapa jam setelah dipublikasikan di platform Threads. Jumlah itu menandakan bahwa publik sangat tertarik pada perkembangan proyek ini, baik dari segi politik, arsitektur, maupun legalitasnya.

Belum ada konfirmasi atau klarifikasi langsung dari pihak Gedung Putih atau tim Presiden Trump mengenai proyek tersebut. Namun spekulasi terus berkembang, termasuk dugaan bahwa ballroom tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pengaruh pribadi Trump di tengah masa jabatan yang kontroversial.

Proyek ballroom Gedung Putih bernilai $200 juta ini kini bukan hanya menjadi bahan pemberitaan media, tetapi juga medan pertempuran opini publik. Banyak yang menilai tindakan Trump sebagai bentuk penyalahgunaan aset negara, sementara sebagian kecil melihatnya sebagai inisiatif infrastruktur jangka panjang.

Dengan tekanan dari masyarakat, media, dan pemerhati warisan sejarah, publik kini menanti transparansi lebih lanjut dari pemerintah terkait proyek ambisius ini.

Apakah proyek ini akan benar-benar terwujud, atau justru dibatalkan akibat tekanan publik dan hukum, waktu yang akan menjawab.

Sumber: Threads @thehill
Tanggal unggahan: 9 jam yang lalu (saat penayangan 133.479 kali)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *