Jakarta, SniperNew.id – Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan ke Pasar Malam Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Jumat malam (6/9) sekitar pukul 23.45 WIB.
Kehadiran Gibran di pasar malam tersebut menjadi perhatian publik, terutama di media sosial, setelah unggahan sebuah akun di platform Threads memperlihatkan aktivitasnya di tengah para pedagang dan masyarakat.
Dalam unggahan akun harimerdeka_epecs, dituliskan bahwa Gibran selaku wakil presiden menyempatkan diri turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi pasar malam Cipulir. Tujuannya adalah memastikan roda perekonomian mikro tetap berjalan normal, meski sebelumnya sempat ada aksi unjuk rasa di beberapa wilayah, termasuk Jakarta.
Dalam video yang beredar, terlihat Gibran berjalan menyusuri lorong pasar, berinteraksi dengan pedagang, dan mengamati aktivitas jual beli. Di dalam video tersebut juga terdapat tulisan grafis berbunyi. “WAPRES PASARAN sukanya main KE PASAR.”
Unggahan itu kemudian menimbulkan beragam tanggapan dari masyarakat, baik yang mendukung maupun mengkritisi.
Tokoh utama dalam peristiwa ini adalah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kunjungan tersebut juga melibatkan para pedagang dan pengunjung pasar malam Cipulir yang sedang beraktivitas. Sementara itu, masyarakat luas turut memberi respon melalui komentar di media sosial.
Peristiwa kunjungan ini terjadi pada Jumat malam, 6 September 2025, sekitar pukul 23.45 WIB. Waktu yang cukup larut dipilih, kemungkinan agar tidak mengganggu aktivitas padat pasar pada jam-jam sebelumnya.
Lokasi kunjungan adalah Pasar Malam Cipulir yang terletak di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Pasar malam ini dikenal ramai dikunjungi masyarakat, terutama untuk mencari berbagai kebutuhan sehari-hari hingga hiburan rakyat.
Menurut unggahan akun harimerdeka_epecs, kunjungan Gibran bertujuan untuk memastikan geliat ekonomi mikro tetap berjalan setelah sempat terjadi aksi demonstrasi beberapa hari sebelumnya di Jakarta dan sejumlah daerah di Indonesia. Kehadiran wapres di pasar tradisional dianggap sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi masyarakat kecil serta kestabilan harga kebutuhan pokok.
Gibran datang ke lokasi pada malam hari dengan didampingi beberapa orang, meski detail pengawalan tidak terlalu terlihat dalam video yang tersebar. Ia terlihat santai berjalan di antara kerumunan masyarakat dan pedagang. Dari unggahan tersebut, tampak suasana pasar tetap ramai dan aktivitas jual beli berlangsung normal.
Kunjungan Gibran ini memicu diskusi hangat di media sosial. Beberapa warganet menilai langkah tersebut positif karena menunjukkan bahwa wapres mau turun langsung ke masyarakat. Namun, tak sedikit pula yang melontarkan kritik dan menilai kunjungan itu hanya bersifat pencitraan.
Berikut sejumlah komentar warganet yang terekam dalam unggahan di Threads:
Seorang pengguna akun bernama re.zaaa25093 menulis, “Wapres ini tujuannya apa ya sampai ke pasar 😁 Tapi masih lebih ada manfaatnya ada geraknya daripada wapres Ma’ruf Amin yang gak gerak blas hanya duduk manis di kursi empuk dan terima gaji buta tiap bulannya.”
Akun ibnu.hazmin berkomentar, “Tujuan dia buat ke pasar dulu apa nih cari perhatian atau yang lain, kalau ditanya soal kelonjakan harga barang kali gak mengerti.”
Pengguna wdmmmy7889 menyindir dengan menulis, “Jokowi ke Gibran: nak yang penting kamu dapatkan hati kalangan miskin, nanti mereka akan nyoblos kamu.”
Akun cheevadoery menuliskan, “Coba dong jangan dikasih musik, gw pengen denger dia bahas apaan di setiap kunjungan.”
Komentar lain dari bukanapaapa28 berbunyi, “Udah gak mempan lagi cara model begini. Tuh bapakmu ditagih sama produsen alat pertanian 😂.”
wigyunus menulis, “Ahlinya ahli kalau yang kek ginian… ilmu bapaknya.”
Akun adi_lingga__ mengomentari, “Anak presiden terkorup di dunia nomor 3.”
farmaduansa menulis, “Dah siap syutingnya cari lagi tempat syuting yang lain.”
Komentar pendek dari untoirawan berbunyi, “Ora mutu.”
lindung6969 mengunggah pernyataan keras, “Sesuai pepatah, taik jatuh nggak jauh dari lobang dubur.”
chan.jony menambahkan, “Hanya itu mampunya…”
lsibar60 menulis, “Kamu mau bikin seperti bapakmu dulu semua rakyat terpukau, tetapi sekarang tidak akan peduli lagi sama model begini.”
Di sisi lain, akun triputro333 justru menilai langkah tersebut patut diapresiasi dengan menuliskan, “Nah gini namanya PEJABAT. Bukan ngo**l di rumah Qur’an.”
Komentar-komentar tersebut menunjukkan bahwa masyarakat terbelah dalam memandang aktivitas wapres di lapangan. Ada yang menganggapnya sebagai upaya nyata mendekatkan diri ke rakyat, tetapi banyak juga yang menilai itu sekadar pencitraan politik.
Kunjungan pejabat negara ke pasar rakyat bukanlah hal baru. Beberapa pemimpin sebelumnya juga kerap melakukan kegiatan serupa. Pasar dianggap sebagai salah satu indikator langsung yang bisa mencerminkan kondisi ekonomi rakyat kecil, mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok hingga daya beli masyarakat.
Namun, di era media sosial saat ini, setiap aktivitas pejabat publik selalu menuai beragam tafsir. Sebagian masyarakat mengapresiasi langkah tersebut karena memberi ruang interaksi langsung antara pejabat dan rakyat. Di sisi lain, publik yang kritis mempertanyakan substansi dari kunjungan itu—apakah hanya sebatas hadir, atau ada kebijakan nyata yang dihasilkan.
Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Pasar Malam Cipulir, Jakarta Selatan, menjadi sorotan warganet. Dengan tujuan memantau kondisi ekonomi mikro pasca-demonstrasi, kunjungan tersebut memunculkan pro dan kontra. Bagi sebagian orang, langkah ini menjadi simbol kepedulian pejabat terhadap rakyat kecil. Namun, bagi sebagian lainnya, peristiwa itu dipandang hanya sebagai upaya pencitraan.
Bagaimanapun juga, aktivitas pejabat publik di ruang-ruang rakyat tetap penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Publik kini menunggu, apakah kunjungan ke pasar tersebut akan diikuti dengan langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat perekonomian mikro di tengah masyarakat. (Abd/Ahm)



















