Berita Daerah

Viral! Politikus Bali 74 Tahun Menikahi Gadis 22 Tahun: “Jomblo, Sabar Dulu, Mungkin Jodoh Belum Lahir”

780
×

Viral! Politikus Bali 74 Tahun Menikahi Gadis 22 Tahun: “Jomblo, Sabar Dulu, Mungkin Jodoh Belum Lahir”

Sebarkan artikel ini

Karangasem, SniperNew.id – Jagat maya kembali dihebohkan oleh pernikahan tak biasa yang menyita perhatian publik. Seorang tokoh politik senior asal Bali, I Gusti Made Tusan (74), resmi menikahi seorang gadis berusia 22 tahun dalam sebuah perayaan yang berlangsung di Gumi Lahar, Kabupaten Karangasem, Bali.

Video pernikahan tersebut diunggah oleh akun sosial media X @Marbut_Udien, berdurasi 1 menit 2 detik, dan langsung menyedot perhatian warganet. Dalam unggahan itu tertulis: “SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU, GUSTI MADE TUSAN 74 TH MENIKAHI GADIS 22 TH. Bagi semeton yang masih jomblo, sabarlah, mungkin jodoh kalian belum lahir.”

I Gusti Made Tusan bukan nama baru dalam dunia politik Bali. Ia dikenal sebagai figur kuat yang telah melahirkan dua pemimpin daerah dari keluarganya. Sang istri terdahulu, I Gusti Ayu Mas Sumatri, menjabat sebagai Bupati Karangasem pada periode 2015–2020, sedangkan putra sulungnya, I Gusti Putu Parwata (akrab disapa Gus Par), baru saja memenangkan Pilkada Karangasem 2024 untuk masa jabatan 2025–2030.

Meski telah berusia lanjut, semangat dan karisma Gusti Tusan tak luntur, bahkan di usia 74 tahun ia justru kembali mencuri perhatian lewat langkah yang mengejutkan – menikahi perempuan yang terpaut usia 52 tahun lebih muda.

Respons publik pun beragam. Banyak yang memberikan selamat dan menyebut bahwa cinta tak mengenal usia. Tak sedikit pula yang menanggapi dengan candaan. Kalimat “Mungkin jodoh kalian belum lahir” menjadi bahan guyonan sekaligus renungan bagi para jomblo yang masih menanti pasangan hidup.

Acara pernikahan disebut berlangsung secara privat namun meriah di kawasan Gumi Lahar, Karangasem, belum lama ini. Video dokumentasi acara menunjukkan prosesi adat Bali yang kental, lengkap dengan busana pengantin tradisional serta iringan musik gamelan yang sakral.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Gusti Tusan maupun sang mempelai wanita terkait alasan pernikahan mereka. Namun dari berbagai sumber internal, diketahui bahwa hubungan keduanya telah terjalin cukup lama dan didasari oleh “cinta yang tulus dan saling pengertian.”

Masyarakat Karangasem sendiri merespons dengan cukup terbuka. Sebagian menilai bahwa ini adalah urusan pribadi dan bagian dari adat serta tradisi Bali yang menjunjung tinggi kesepakatan antar keluarga.

Di sisi lain, usia yang terpaut jauh tetap menjadi perbincangan hangat di warung kopi dan forum daring.

Pernikahan Gusti Made Tusan ini menambah daftar pasangan viral lintas generasi yang menghiasi ruang digital Indonesia. Di tengah segala polemik dan tawa ringan, satu hal yang kembali ditegaskan: cinta datang di waktu yang tak terduga – dan kadang, benar-benar di luar nalar.

Editor: (Red)