Jakarta, SniperNew.id – Arus lalu lintas di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat pagi ini terpantau cukup padat. Kemacetan panjang terjadi di depan gedung Wisma SSK, tepatnya sebelum area Satpas SIM Daan Mogot arah Pesisng. Kondisi ini disebabkan adanya sebuah kendaraan truk yang mogok di jalur tersebut.
Informasi ini disampaikan akun resmi Warga Jakbar melalui unggahan media sosial, Jumat (22/8/2025) pagi. Dalam unggahannya disebutkan, “Situasi lalu lintas pagi ini cukup padat di depan gedung Wisma SSK sebelum satpas SIM Daan Mogot arah Pesisng, imbas adanya kendaraan truk yang mogok. Saat ini sedang proses evakuasi oleh petugas.”
Sebuah video yang turut diunggah memperlihatkan kondisi jalan raya yang dipadati kendaraan roda dua maupun roda empat. Matahari pagi tampak mulai meninggi, namun kendaraan terlihat berjalan tersendat. Di dalam video tersebut, tertulis keterangan: “Penyebab macet jl daan mogot ke arah fly over pesing pagi ini 😢.”
Petugas terkait langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi truk mogok yang menyebabkan penyempitan lajur. Proses evakuasi dilakukan agar arus kendaraan dapat kembali normal. Kendati demikian, antrean panjang kendaraan sudah terlanjur mengular dari arah depan Wisma SSK hingga mendekati flyover Pesisng.
Warga yang melintas mengaku cukup terganggu dengan insiden ini, terutama bagi para pengendara yang hendak berangkat kerja atau mengantar anak sekolah. “Tadi saya berangkat jam 06.30 dari Kalideres, biasanya sampai Pesisng tidak sampai 20 menit. Tapi hari ini sudah lebih dari 40 menit belum sampai,” ujar salah seorang pengendara motor.
Jalan Daan Mogot dikenal sebagai salah satu jalur vital yang menghubungkan wilayah Tangerang dengan pusat Kota Jakarta. Setiap hari, ribuan kendaraan melintas di jalan ini, baik kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik. Tak heran, sedikit saja hambatan seperti truk mogok bisa menimbulkan kepadatan lalu lintas yang signifikan.
Apalagi, lokasi kejadian berada tidak jauh dari Satpas SIM Daan Mogot, yang memang dikenal ramai oleh masyarakat yang hendak mengurus pembuatan maupun perpanjangan surat izin mengemudi. Hal ini turut menambah volume kendaraan di kawasan tersebut, terutama pada jam sibuk pagi hari.
Unggahan akun Warga Jakbar mengenai kemacetan akibat truk mogok tersebut langsung menuai beragam reaksi warganet. Sebagian besar mengeluhkan kondisi lalu lintas di Daan Mogot yang dianggap sering macet, bahkan tanpa adanya kendaraan mogok sekalipun.
“Daan Mogot memang langganan macet. Kalau ada truk mogok, makin parah,” tulis seorang pengguna media sosial.
Ada pula yang meminta agar pihak berwenang lebih tegas mengatur lalu lintas di jam sibuk. “Harus ada petugas yang siaga setiap pagi. Kalau ada kejadian darurat seperti ini bisa langsung ditangani lebih cepat,” tulis akun lain.
Namun, ada juga komentar bernada optimis, mengingat petugas sudah bergerak cepat mengevakuasi truk. “Syukurlah sudah ditangani. Semoga segera lancar lagi,” ujar warganet lain.
Kejadian truk mogok di jalur padat seperti Daan Mogot ini kembali menjadi pengingat pentingnya perawatan berkala kendaraan, terutama kendaraan berat seperti truk angkutan barang. Truk yang tidak dalam kondisi prima berpotensi mogok di jalan raya dan menimbulkan dampak besar bagi kelancaran lalu lintas.
Pengamat transportasi menilai, perlu ada aturan yang lebih ketat terkait kelayakan kendaraan berat yang melintas di jalur utama ibu kota. “Truk yang sudah berumur tua atau tidak terawat sebaiknya tidak diizinkan melintas di jam sibuk. Pemeriksaan teknis harus benar-benar diterapkan agar kejadian mogok di tengah jalan bisa diminimalisir,” ujar seorang praktisi transportasi dihubungi terpisah.
Banyak warga berharap kondisi lalu lintas di Jalan Daan Mogot arah Pesisng bisa segera kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilakukan. Selain itu, masyarakat juga berharap pihak terkait meningkatkan pengawasan di jalur vital tersebut agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
“Kalau bisa ada jalur khusus atau minimal patroli rutin untuk kendaraan berat. Jadi kalau ada yang bermasalah, bisa langsung ditangani,” harap seorang pengemudi mobil pribadi.
Untuk sementara, para pengendara yang hendak melintasi jalur Daan Mogot diimbau mencari jalur alternatif, terutama di jam-jam sibuk pagi hari. Alternatif yang bisa dipertimbangkan antara lain melewati Jalan Arjuna Selatan, Jalan Latumeten, atau jalur tol terdekat.
Insiden truk mogok di Jalan Daan Mogot arah Pesisng pagi ini menjadi pengingat bahwa kelancaran lalu lintas sangat bergantung pada kondisi kendaraan dan respons cepat petugas. Walau sudah ditangani, dampak kemacetan tetap dirasakan banyak pengguna jalan yang terpaksa menambah waktu perjalanan mereka.
Dengan koordinasi antara petugas, pengendara, dan kesadaran akan perawatan kendaraan, diharapkan insiden serupa bisa ditekan seminimal mungkin. Jalan Daan Mogot yang menjadi urat nadi transportasi warga Jakarta Barat dan Tangerang membutuhkan perhatian lebih, agar tetap mampu menunjang mobilitas masyarakat setiap harinya.
Editor: (Ahmad)













