Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Tangkap Pelaku Penganiaya Ambarita Tegas Ketua FPII Jabar Kepada APH

557
×

Tangkap Pelaku Penganiaya Ambarita Tegas Ketua FPII Jabar Kepada APH

Sebarkan artikel ini

Bekasi, SniperNew.id - Jur­nalis Diori Paru­lian Ambari­ta (Ambar) men­gala­mi persekusi beru­pa pengeroyokan oleh sekelom­pok oknum diduga sindikat dis­tribusi makanan kadaluwarsa di wilayah Dusun 1, Desa Man­gun­jaya, Tam­bun Sela­tan, Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (26/9/2025) sore kemarin.

“Saat itu saya sedang inves­ti­gasi terkait dugaan peredaran makanan kadaluwarsa di wilayah Man­gun­jaya, Tam­bun Sela­tan. Saat sedang mengam­bil foto dan video di lokasi, tiba-tiba sek­i­tar 10 orang men­datan­gi saya, memukul mem­babi buta, mer­am­pas HP dan meng­ha­pus doku­men­tasi, meng­in­jak-injak tubuh saya, bahkan saya dis­ekap sela­ma kurang lebih 1 ½ jam, dis­u­ruh men­gaku seba­gai pre­man. Pada­hal sudah saya sam­paikan jika saya wartawan,” ceri­ta Ambar.

  Keadilan Mahal Bagi Orang Kecil: 8 Bulan Josniko Tarigan Berjuang Lawan Trauma dan Ketidakpastian Hukum

Aki­bat persekusi yang diduga dilakukan sindikat dis­tribusi makanan kadaluwarsa ini, mata kiri Ambar men­gala­mi pec­ah reti­na, selain itu bagian wajah dan dada pun men­gala­mi luka yang cukup serius.

“Saya akan mela­porkan keja­di­an persekusi ini ke Pol­da Metro­jaya,” kata Ambar.

  Polres Tanggamus Rilis Kinerja 2025, Fokus Pemberantasan Narkoba dan Kamtibmas

FPII Jabar Serukan Tangkap Pelaku Persekusi Jur­nalis Ambari­ta

Semen­tara itu, Ket­ua FPII Setwil Jawa Barat, Ir. Jaya Taruna, menge­cam keras keja­di­an yang diala­mi jur­nalis di Tam­bun Sela­tan ini. Menu­rut­nya, insi­d­en persekusi ini mencer­minkan ben­tuk intim­i­dasi sis­tem­a­tis ter­hadap pro­fe­si jur­nalis, yang tidak saja berdampak pada indi­vidu seo­rang Ambari­ta, tetapi juga ter­hadap selu­ruh eko­sis­tem ker­ja jur­nal­is­tik di Indone­sia.

“Insi­d­en men­gerikan ini mem­perku­at kekhawati­ran akan anca­man nya­ta ter­hadap jur­nalis yang men­jalankan tugas­nya. Keja­di­an ini harus dil­i­hat seba­gai seran­gan ter­hadap kemerdekaan pers secara menyelu­ruh.” ujar Jaya Taruna, Sab­tu (27/9).

  Diduga Demi Dibeli Murah, Tujuh Sapi Warga Nganjuk Diracun

Jaya meni­lai, salah satu penye­bab masih tingginya angka kek­erasaan ter­hadap jur­nalis di Indone­sia, adalah kare­na lemah­nya pene­gakan hukum ter­hadap perkara ini. Selain juga kare­na jarang sekali, baik penyidik di kepolisian maupun kejak­saan men­er­ap­kan UU Pers untuk menun­tut pelaku sekali­gus melin­dun­gi hak-hak jur­nalis (kor­ban).

“Dalam kasus kek­erasan yang diala­mi jur­nalis Ambari­ta saat meliput lokasi peredaran makanan kadaluwarsa di Tam­bun Sela­tan ini, FPII Jabar den­gan tegas mem­inta aparat pene­gak hukum untuk segera menangkap selu­ruh pelaku. Kasus ini harus ditan­gani secara serius, transparan, dan menyelu­ruh,” tegasnya.(SUF)

Sum­ber : FPII Setwil Jabar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *