Berita HukumHukum dan Keadilan

Tangis Ibu Delpedro Viral di Threads, Soroti Rasa Keadilan dalam Proses Hukum

161
×

Tangis Ibu Delpedro Viral di Threads, Soroti Rasa Keadilan dalam Proses Hukum

Sebarkan artikel ini

Video pernyataan Magda Antista yang diunggah akun Threads @suaraakarrumputt menuai perhatian publik dan memantik diskusi luas soal rasa keadilan dalam proses hukum.

Magda Antista, ibunda Delpedro, menyampaikan pernyataan emosional usai hakim menolak eksepsi dalam perkara yang tengah berjalan, sebagaimana terekam dalam video yang viral di akun Threads @suaraakarrumputt.

JAKARTA, SNIPERNEW.id – Sebuah video yang diunggah melalui akun media sosial Threads @suaraakarrumputt menjadi perbincangan luas di ruang publik digital. Video tersebut menampilkan seorang ibu bernama Magda Antista, yang disebut sebagai ibunda Delpedro, menyuarakan kekecewaan mendalam usai majelis hakim menolak eksepsi yang diajukan oleh anaknya dan rekan-rekannya dalam sebuah perkara hukum, Kamis (8/01/2026).

Dalam video yang beredar, Magda Antista terlihat menyampaikan pernyataan dengan suara bergetar dan ekspresi emosional. Ia menegaskan keyakinannya bahwa anaknya tidak bersalah dan selama ini dikenal sebagai pribadi yang kerap membantu sesama.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk ekspresi seorang ibu yang merasa keadilan belum sepenuhnya ia rasakan dalam proses hukum yang sedang berjalan.
Akun Threads @suaraakarrumputt menuliskan keterangan bahwa Magda mempertanyakan putusan yang menuding anaknya sebagai pelaku kerusuhan tanpa, menurut versinya, mengungkap fakta secara menyeluruh.

Ia juga menyampaikan pandangannya bahwa penjara bukanlah ruang mendidik, melainkan dapat menjadi alat pembungkaman suara, sebelum akhirnya menyerahkan kebenaran kepada Tuhan. Video tersebut dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons dari warganet.

Sebagian pengguna media sosial menyampaikan empati dan dukungan moral, sementara lainnya mengingatkan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Diskursus publik pun berkembang, tidak hanya menyoroti kasus yang menimpa Delpedro, tetapi juga membahas isu lebih luas terkait rasa keadilan, kebebasan berekspresi, dan peran negara dalam penegakan hukum.

Dalam konteks jurnalistik, informasi yang disampaikan dalam video tersebut merupakan pendapat dan ekspresi pribadi dari pihak keluarga, yang dilindungi sebagai hak warga negara dalam menyampaikan pandangan, sebagaimana dijamin oleh konstitusi.

Namun demikian, sesuai prinsip asas praduga tak bersalah, setiap individu yang sedang menjalani proses hukum tetap harus dipandang tidak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi tambahan dari pihak pengadilan maupun aparat penegak hukum terkait tanggapan atas pernyataan yang viral di media sosial tersebut.

Media juga belum memperoleh konfirmasi langsung dari kuasa hukum pihak terdakwa mengenai perkembangan terbaru perkara dimaksud.

Fenomena viralnya video ini menunjukkan bagaimana media sosial kini menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi, kritik, maupun kekecewaan terhadap proses hukum.

Di sisi lain, para ahli mengingatkan agar ruang digital tetap digunakan secara bertanggung jawab, tidak menyebarkan informasi yang bersifat menghakimi, serta menghormati etika hukum dan jurnalistik.

Media ini menyajikan informasi berdasarkan unggahan yang beredar di ruang publik digital, tanpa menambah, mengurangi, ataupun menyimpulkan kesalahan pihak mana pun. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau sesuai prinsip keberimbangan, akurasi, dan kepentingan publik.

Penulis: (iskandar).