Berita HukumHukum dan Keadilan

Tangis Ibu Delpedro Viral di Threads, Soroti Rasa Keadilan dalam Proses Hukum

260
×

Tangis Ibu Delpedro Viral di Threads, Soroti Rasa Keadilan dalam Proses Hukum

Sebarkan artikel ini
Magda Antista, ibunda Delpedro, menyampaikan pernyataan emosional usai hakim menolak eksepsi dalam perkara yang tengah berjalan, sebagaimana terekam dalam video yang viral di akun Threads @suaraakarrumputt.

JAKARTA, SNIPERNEW.id — Sebuah video yang diung­gah melalui akun media sosial Threads @suaraakarrumputt men­ja­di perbin­can­gan luas di ruang pub­lik dig­i­tal. Video terse­but menampilkan seo­rang ibu berna­ma Mag­da Anti­sta, yang dise­but seba­gai ibun­da Delpe­dro, menyuarakan keke­ce­waan men­dalam usai majelis hakim meno­lak eksep­si yang dia­jukan oleh anaknya dan rekan-rekan­nya dalam sebuah perkara hukum, Kamis (8/01/2026).

Dalam video yang beredar, Mag­da Anti­sta ter­li­hat menyam­paikan perny­ataan den­gan suara berge­tar dan ekspre­si emo­sion­al. Ia mene­gaskan keyak­i­nan­nya bah­wa anaknya tidak bersalah dan sela­ma ini dike­nal seba­gai prib­a­di yang ker­ap mem­ban­tu sesama.

  Tetap Tegas Meski Sempat Dihadang!, Kasatresnarkoba AKP Irwanta Sembiring Pimpin Razia di NES Restobar

Perny­ataan terse­but dis­am­paikan seba­gai ben­tuk ekspre­si seo­rang ibu yang merasa kead­i­lan belum sepenuh­nya ia rasakan dalam pros­es hukum yang sedang ber­jalan.
Akun Threads @suaraakarrumputt menuliskan keteran­gan bah­wa Mag­da mem­per­tanyakan putu­san yang menud­ing anaknya seba­gai pelaku kerusuhan tan­pa, menu­rut versinya, men­gungkap fak­ta secara menyelu­ruh.

Ia juga menyam­paikan pan­dan­gan­nya bah­wa pen­jara bukan­lah ruang men­didik, melainkan dap­at men­ja­di alat pem­bungka­man suara, sebelum akhirnya meny­er­ahkan kebe­naran kepa­da Tuhan. Video terse­but den­gan cepat menye­bar dan men­u­ai beragam respons dari war­ganet.

Seba­gian peng­gu­na media sosial menyam­paikan empati dan dukun­gan moral, semen­tara lain­nya mengin­gatkan pent­ingnya meng­hor­mati pros­es hukum yang sedang berlang­sung. Diskur­sus pub­lik pun berkem­bang, tidak hanya meny­oroti kasus yang menim­pa Delpe­dro, tetapi juga mem­ba­has isu lebih luas terkait rasa kead­i­lan, kebe­basan berek­spre­si, dan per­an negara dalam pene­gakan hukum.

  Viral Dugaan Jaringan Narkoba di Lapas Kelas I Tanjung Gusta Medan, Pejabat Terancam Dievaluasi

Dalam kon­teks jur­nal­is­tik, infor­masi yang dis­am­paikan dalam video terse­but meru­pakan pen­da­p­at dan ekspre­si prib­a­di dari pihak kelu­ar­ga, yang dilin­dun­gi seba­gai hak war­ga negara dalam menyam­paikan pan­dan­gan, seba­gaimana dijamin oleh kon­sti­tusi.

Namun demikian, sesuai prin­sip asas praduga tak bersalah, seti­ap indi­vidu yang sedang men­jalani pros­es hukum tetap harus dipan­dang tidak bersalah sam­pai ada putu­san pen­gadi­lan yang berkeku­atan hukum tetap.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ter­da­p­at keteran­gan res­mi tam­ba­han dari pihak pen­gadi­lan maupun aparat pene­gak hukum terkait tang­ga­pan atas perny­ataan yang viral di media sosial terse­but.

  Demo Sengketa Lahan Ricuh, Warga Jadi Korban

Media juga belum mem­per­oleh kon­fir­masi lang­sung dari kuasa hukum pihak ter­dak­wa men­ge­nai perkem­ban­gan ter­baru perkara dimak­sud.

Fenom­e­na viral­nya video ini menun­jukkan bagaimana media sosial kini men­ja­di ruang alter­natif bagi masyarakat untuk menyuarakan aspi­rasi, kri­tik, maupun keke­ce­waan ter­hadap pros­es hukum.

Di sisi lain, para ahli mengin­gatkan agar ruang dig­i­tal tetap digu­nakan secara bertang­gung jawab, tidak menye­barkan infor­masi yang bersi­fat meng­haki­mi, ser­ta meng­hor­mati eti­ka hukum dan jur­nal­is­tik.

Media ini menya­jikan infor­masi berdasarkan ung­ga­han yang beredar di ruang pub­lik dig­i­tal, tan­pa menam­bah, men­gu­ran­gi, ataupun meny­im­pulkan kesala­han pihak mana pun. Perkem­ban­gan lebih lan­jut akan terus dipan­tau sesuai prin­sip keber­im­ban­gan, akurasi, dan kepentin­gan pub­lik.

Penulis: (iskan­dar).