Barito Utara, SniperNew.id — Sebuah peristiwa tragis kembali terjadi akibat kelalaian dalam bermain layangan. Seorang pria dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka parah di bagian leher akibat tersangkut tali layangan yang diduga menggunakan benang gelasan (benang yang dilapisi kaca).
Kejadian ini memperlihatkan betapa berbahayanya aktivitas yang tampaknya sepele bila tidak dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
Dalam gambar yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan, terlihat seorang pria terbaring lemah di ranjang rumah sakit dengan luka parah melingkar di lehernya.
Luka tersebut tampak dalam dan serius, memperlihatkan bekas sobekan yang sangat mengkhawatirkan. Di samping foto utama tersebut, terdapat beberapa gambar lainnya yang menunjukkan luka di bagian kaki, seorang pengendara motor mengenakan masker dan helm, serta potret sebuah jalan raya atau jembatan yang memperlihatkan suasana di lokasi kejadian.
Dalam pesan singkat yang menyertai gambar tersebut tertulis, “Akibat dari ulah yang main layangan. Sengga membuat orang jadi meninggal.” Pesan ini menyoroti akibat fatal dari penggunaan benang layangan yang berbahaya dan sembarangan.
Peristiwa seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Banyak pengendara motor menjadi korban tali layangan yang menghalangi jalan dan mengenai bagian tubuh yang vital, seperti leher. Jika pengendara tidak mengenakan pelindung yang memadai, luka yang ditimbulkan bisa sangat fatal, seperti yang terjadi dalam kasus ini.
Masyarakat dihimbau untuk lebih sadar akan bahaya bermain layangan sembarangan, terutama di area publik yang dilalui kendaraan. Penggunaan benang gelasan sudah dilarang di banyak daerah karena berisiko tinggi melukai orang lain, baik pengendara sepeda motor, pejalan kaki, bahkan hewan peliharaan.
Pihak berwenang dan aparat keamanan diminta untuk melakukan pengawasan lebih ketat serta memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, mengenai bahaya layangan yang dimainkan tanpa memperhatikan keselamatan orang lain.
Kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa kegiatan yang tampaknya menyenangkan dapat berubah menjadi bencana bila dilakukan tanpa tanggung jawab. Sudah saatnya masyarakat sadar dan mengutamakan keselamatan bersama dalam setiap aktivitas yang dilakukan di ruang publik.
Laporan: (Yohanes Karwilus).
Editor: (Ahmad).



















