Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Tali Layangan Menjadi Maut: Satu Orang Meninggal Akibat Luka Parah

343
×

Tali Layangan Menjadi Maut: Satu Orang Meninggal Akibat Luka Parah

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to Utara, SniperNew.id — Sebuah peri­s­ti­wa tragis kem­bali ter­ja­di aki­bat kelala­ian dalam bermain layan­gan. Seo­rang pria dila­porkan mening­gal dunia sete­lah men­gala­mi luka parah di bagian leher aki­bat ter­sangkut tali layan­gan yang diduga meng­gu­nakan benang gelasan (benang yang dilapisi kaca).

  Hujan Deras Guyur Bandung, Jalan Cikudapateuh Dalam Tergenang Air

Keja­di­an ini mem­per­li­hatkan beta­pa berba­hayanya aktiv­i­tas yang tam­paknya sepele bila tidak dilakukan den­gan penuh tang­gung jawab.

Dalam gam­bar yang beredar di media sosial dan aplikasi pesan instan, ter­li­hat seo­rang pria ter­bar­ing lemah di ran­jang rumah sak­it den­gan luka parah mel­ingkar di lehernya.

Luka terse­but tam­pak dalam dan serius, mem­per­li­hatkan bekas sobekan yang san­gat mengkhawatirkan. Di samp­ing foto uta­ma terse­but, ter­da­p­at beber­a­pa gam­bar lain­nya yang menun­jukkan luka di bagian kaki, seo­rang pen­gen­dara motor men­ge­nakan masker dan helm, ser­ta potret sebuah jalan raya atau jem­bat­an yang mem­per­li­hatkan suasana di lokasi keja­di­an.

Dalam pesan singkat yang meny­er­tai gam­bar terse­but ter­tulis, “Aki­bat dari ulah yang main layan­gan. Sen­g­ga mem­bu­at orang jadi mening­gal.” Pesan ini meny­oroti aki­bat fatal dari peng­gu­naan benang layan­gan yang berba­haya dan sem­barangan.

  Gaji 4 Bulan Belum Dibayar, Ratusan Karyawan PT Bumi Sari Gelar Aksi Protes

Peri­s­ti­wa seper­ti ini bukan­lah yang per­ta­ma kali ter­ja­di. Banyak pen­gen­dara motor men­ja­di kor­ban tali layan­gan yang meng­ha­lan­gi jalan dan men­ge­nai bagian tubuh yang vital, seper­ti leher. Jika pen­gen­dara tidak men­ge­nakan pelin­dung yang memadai, luka yang ditim­bulkan bisa san­gat fatal, seper­ti yang ter­ja­di dalam kasus ini.

Masyarakat dihim­bau untuk lebih sadar akan bahaya bermain layan­gan sem­barangan, teruta­ma di area pub­lik yang dilalui kendaraan. Peng­gu­naan benang gelasan sudah dila­rang di banyak daer­ah kare­na berisiko ting­gi melukai orang lain, baik pen­gen­dara sepe­da motor, pejalan kaki, bahkan hewan peli­haraan.

  “AI-171 Jatuh di Ahmedabad: Misteri Penumpang 11A yang Bertahan Hidup”

Pihak berwe­nang dan aparat kea­manan dim­inta untuk melakukan pen­gawasan lebih ketat ser­ta mem­berikan edukasi kepa­da masyarakat, teruta­ma anak-anak dan rema­ja, men­ge­nai bahaya layan­gan yang dimainkan tan­pa mem­per­hatikan kese­la­matan orang lain.

Keja­di­an ini men­ja­di peringatan keras bah­wa kegiatan yang tam­paknya menye­nangkan dap­at berubah men­ja­di ben­cana bila dilakukan tan­pa tang­gung jawab. Sudah saat­nya masyarakat sadar dan menguta­makan kese­la­matan bersama dalam seti­ap aktiv­i­tas yang dilakukan di ruang pub­lik.

Lapo­ran: (Yohanes Kar­wilus).

Edi­tor: (Ahmad).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *