Berita Politik

MK Kukuhkan Shalahuddin-Felix, Gugatan Pasangan Jimmy-Inriaty di Pilkada Barito Utara Ditolak!

1765
×

MK Kukuhkan Shalahuddin-Felix, Gugatan Pasangan Jimmy-Inriaty di Pilkada Barito Utara Ditolak!

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Mahkamah Kon­sti­tusi (MK) meno­lak per­mo­ho­nan sen­gke­ta hasil pemil­i­han kepala daer­ah (Pilka­da) ulang Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Provin­si Kali­man­tan Ten­gah 2025 yang dia­jukan pasan­gan calon (paslon) Nomor Urut 2, Jim­my Carter-Inri­aty Karawa­heni. Den­gan putu­san terse­but, pasan­gan Nomor Urut 1, Sha­lahud­din-Felix Son­aide Y Tin­gan, res­mi men­ja­di peme­nang Pilka­da Bar­i­to Utara.

Putu­san itu diba­cakan Ket­ua MK Suhar­toyo dalam sidang di Gedung MK, Jakar­ta, Rabu (17/9/2025). “Meny­atakan per­mo­ho­nan pemo­hon tidak dap­at diter­i­ma,” tegas Suhar­toyo sem­bari menge­tukkan palu pada akhir sidang perkara nomor 331/PHPU.BUP-XXIII/2025.

Sen­gke­ta Pilka­da Bar­i­to Utara beraw­al dari kepu­tu­san MK sebelum­nya yang mendiskual­i­fikasi selu­ruh pasan­gan calon bupati dan wak­il bupati peser­ta Pilka­da 2024. MK men­e­mukan buk­ti bah­wa selu­ruh Paslon ter­buk­ti melakukan prak­tik poli­tik uang saat pemu­ng­utan suara ulang (PSU).

Putu­san itu meng­haruskan Komisi Pemil­i­han Umum (KPU) Kabu­pat­en Bar­i­to Utara menye­leng­garakan kem­bali PSU den­gan meli­batkan pasan­gan calon baru yang diusung Par­tai Poli­tik atau gabun­gan Par­tai Poli­tik.

PSU terse­but dite­tap­kan harus berlang­sung mak­si­mal 90 hari sejak putu­san diba­cakan, den­gan tetap meng­gu­nakan daf­tar pemil­ih tetap (DPT), daf­tar pemil­ih tam­ba­han (DPTb), dan daf­tar pemil­ih khusus (DPK) pada pemu­ng­utan suara 27 Novem­ber 2024.

Dalam PSU itu, muncul dua pasan­gan calon baru:

  Ibu Pj Bupati Barito Utara Apresiasi Generasi Cinta Literasi

- Nomor urut 1: Sha­lahud­din-Felix Son­aide Y Tin­gan.

- Nomor urut 2: Jim­my Carter-Inri­aty Karawa­heni.

Hasil penghi­tun­gan suara menun­jukkan pasan­gan Sha­lahud­din-Felix ung­gul den­gan per­ole­han 40.400 suara, semen­tara Jim­my-Inri­aty mem­per­oleh 36.989 suara. Total suara sah ter­catat 77.389 suara.

Pasan­gan Jim­my-Inri­aty kemu­di­an men­ga­jukan gugatan ke MK den­gan tuduhan adanya kecu­ran­gan dalam pelak­sanaan PSU. Mere­ka meni­lai ter­da­p­at pelang­garan yang bersi­fat ter­struk­tur, sis­tem­a­tis, dan masif (TSM) sehing­ga hasil pemu­ng­utan suara per­lu dibatalk­an.

Namun, sela­ma pros­es per­si­dan­gan, majelis hakim tidak men­e­mukan buk­ti yang men­dukung tuduhan terse­but. Hakim Kon­sti­tusi Daniel Yus­mic P. Foekh men­je­laskan bah­wa dalil pemo­hon tidak ter­buk­ti.

“Oleh kare­na itu, Mahkamah meni­lai, tidak ter­da­p­at alasan untuk menge­samp­ingkan keten­tu­an Pasal 158 UU 10/2016 yang berkai­tan den­gan kedudukan hukum pemo­hon seba­gai syarat formil dalam men­ga­jukan per­mo­ho­nan perselisi­han hasil Pemil­i­han Umum Guber­nur, Bupati, dan Waliko­ta,” ujar Daniel.

MK menekankan pent­ingnya syarat kedudukan hukum (legal stand­ing) sesuai keten­tu­an Pasal 158 UU Nomor 10 Tahun 2016. Dalam atu­ran terse­but, pasan­gan calon hanya dap­at men­ga­jukan sen­gke­ta ke MK apa­bi­la selisih per­ole­han suara mak­si­mal 2 persen dari total suara sah.

Dalam kasus ini, total suara sah berjum­lah 77.389. Artinya, selisih suara yang dap­at dis­en­gke­takan mak­si­mal 1.548 suara.

Fak­tanya, selisih suara antara Jim­my-Inri­aty dan Sha­lahud­din-Felix men­ca­pai 3.411 suara atau 4,42 persen. Selisih ini jauh melam­paui ambang batas yang diten­tukan undang-undang.

“Bah­wa per­ole­han suara Pemo­hon adalah 36.989 suara, sedan­gkan per­ole­han suara Pihak Terkait (pasan­gan calon peraih suara ter­banyak) adalah 40.400 suara, sehing­ga selisih per­ole­han suara antara Pihak Terkait dan Pemo­hon adalah 3.411 suara atau 4,42 persen,” jelas Daniel.

  KPU Barito Utara Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi PSU Pilbup Tindak Lanjut Putusan MK

Den­gan per­hi­tun­gan itu, MK meny­atakan pasan­gan Jim­my-Inri­aty tidak memi­li­ki kedudukan hukum untuk men­ga­jukan sen­gke­ta.

Berdasarkan argu­men­tasi terse­but, MK mengab­ulkan eksep­si dari pihak ter­mo­hon, yakni KPU Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, ser­ta eksep­si pihak terkait, yakni pasan­gan calon nomor urut 1, Sha­lahud­din-Felix.

“Menim­bang bah­wa oleh kare­na eksep­si Ter­mo­hon dan eksep­si Pihak Terkait men­ge­nai kedudukan hukum Pemo­hon beralasan menu­rut hukum,” tegas Daniel.

Den­gan begi­tu, gugatan Jim­my-Inri­aty diny­atakan tidak dap­at diter­i­ma (niet ont­vanke­lijk verk­laard). Putu­san ini sekali­gus men­gakhiri sen­gke­ta hasil Pilka­da Bar­i­to Utara 2025.

Putu­san MK terse­but mene­gaskan keme­nan­gan pasan­gan Sha­lahud­din-Felix. Den­gan legit­i­masi dari MK, mere­ka dipastikan akan memimpin Kabu­pat­en Bar­i­to Utara untuk peri­ode 2025–2030.

Bagi masyarakat Bar­i­to Utara, kepu­tu­san MK ini dihara­p­kan men­ja­di titik akhir dari rangka­ian pan­jang pros­es Pilka­da yang sem­pat diwar­nai sen­gke­ta, diskual­i­fikasi mas­sal, hing­ga pemu­ng­utan suara ulang.

Sidang di Gedung MK pada Rabu (17/9/2025) tidak hanya mem­ba­has Pilka­da Bar­i­to Utara. Ket­ua MK Suhar­toyo juga mem­ba­cakan putu­san untuk beber­a­pa daer­ah lain.

1. Kabu­pat­en Boven Digoel, Papua Sela­tan. Per­mo­ho­nan sen­gke­ta PSU tidak dap­at diter­i­ma.

2. Provin­si Papua. Per­mo­ho­nan sen­gke­ta hasil PSU dilan­jutkan ke tahap pem­buk­t­ian.

Den­gan demikian, Bar­i­to Utara men­ja­di salah satu daer­ah yang sen­gke­tanya sudah dipu­tus tun­tas den­gan hasil final dan mengikat.

Putu­san MK dalam kasus ini menun­jukkan kon­sis­ten­si lem­ba­ga peradi­lan kon­sti­tusi dalam mene­gakkan atu­ran hukum, khusus­nya Pasal 158 UU 10/2016.

Atu­ran men­ge­nai ambang batas selisih suara bukan hanya for­mal­i­tas, melainkan instru­men untuk memas­tikan bah­wa sen­gke­ta yang dia­jukan benar-benar sub­stan­sial dan memi­li­ki dasar kuat.

  Pengambilan Formulir di Partai Gerindra Labuhanbatu Berjalan Lancar

Selain itu, sikap MK yang tidak men­e­mukan adanya pelang­garan TSM mem­perte­gas bah­wa pros­es penye­leng­garaan PSU di Bar­i­to Utara ber­jalan sesuai prose­dur.

Putu­san MK ini dis­am­but beragam reak­si. Pen­dukung pasan­gan Sha­lahud­din-Felix menyam­but keme­nan­gan terse­but seba­gai legit­i­masi penuh dari raky­at sekali­gus pen­gadi­lan tert­ing­gi dalam sen­gke­ta pemilu.

Semen­tara itu, kubu Jim­my — Inri­aty meny­atakan keke­ce­waan­nya. Mes­ki demikian, sesuai prin­sip hukum, putu­san MK bersi­fat final dan mengikat sehing­ga tidak dap­at digang­gu gugat.

Tan­ta­n­gan terbe­sar bagi Sha­lahud­din ‑Felix sete­lah res­mi menang adalah men­jawab ekspek­tasi masyarakat. Sete­lah dra­ma pan­jang Pilka­da, pub­lik menung­gu kepemimp­inan yang bersih, transparan, dan pro-raky­at.

Kasus Bar­i­to Utara men­ja­di cer­mi­nan bah­wa demokrasi elek­toral di Indone­sia masih meng­hadapi tan­ta­n­gan besar. Prak­tik poli­tik uang hing­ga diskual­i­fikasi mas­sal paslon menun­jukkan lemah­nya integri­tas seba­gian aktor poli­tik.

Namun, di sisi lain, mekanisme hukum yang dijalankan MK menun­jukkan bah­wa sis­tem demokrasi Indone­sia memi­li­ki perangkat korek­si yang kuat. PSU dan pen­gawasan ketat dap­at men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi daer­ah lain agar lebih berhati-hati dalam seti­ap taha­pan pemilu.

Putu­san MK yang meno­lak gugatan Jim­my-Inri­aty sekali­gus men­gukuhkan keme­nan­gan Sha­lahud­din-Felix menandai berakhirnya babak pan­jang sen­gke­ta Pilka­da Bar­i­to Utara. Den­gan selisih suara yang sig­nifikan dan tan­pa buk­ti pelang­garan TSM, pasan­gan nomor urut 1 res­mi memimpin daer­ah terse­but.

Masyarakat kini menan­ti langkah nya­ta Sha­lahud­din — Felix dalam mem­bawa peruba­han bagi Bar­i­to Utara. Putu­san MK bukan hanya soal keme­nan­gan poli­tik, melainkan juga momen­tum awal untuk mem­ban­gun pemer­in­ta­han yang lebih adil, transparan, dan berpi­hak pada raky­at. (Hendy).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *