Jakarta, SniperNew.id - Dalam sebuah unggahan yang viral di media sosial, seorang warganet dengan akun mail_saleh990 menyampaikan dukungan penuh terhadap pernyataan pengacara kondang Hotman Paris terkait kebijakan lembaga Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Unggahan ini menjadi sorotan karena mewakili keresahan banyak masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai menghambat perkembangan era digitalisasi di Indonesia, Kamis 31 Juli 2025.
“Kami atas nama masyarakat Indonesia merespon serta mendukung apa yang disampaikan oleh Bung Hotman Paris,” tulis akun tersebut. Ia menegaskan bahwa PPATK jangan membuat kebijakan yang semakin menyesatkan hanya karena kepentingan pribadi. Lebih lanjut, ia mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto agar segera menghapus regulasi serta birokrasi yang dinilai semakin rumit dan tidak relevan di zaman digital ini.
Tak hanya itu, unggahan tersebut juga dilengkapi dengan video pernyataan Hotman Paris yang tampak serius menyampaikan kekhawatirannya. Dalam video yang diunggah oleh akun TikTok @jeff_mahadika, Hotman Paris terlihat berkata dengan nada prihatin, “Dan akan sangat merepotkan.” Ucapannya seolah menggambarkan betapa kebijakan yang tidak tepat dapat menjadi batu sandungan besar dalam laju transformasi digital bangsa.
Tagar-tagar seperti #PPATK_fuck dan #PPATK_rakyat_tidak_butuh menjadi ekspresi kekesalan masyarakat yang merasa tidak dilibatkan atau bahkan dirugikan oleh kebijakan yang tidak berpihak pada kemajuan bersama.
Apa yang dapat kita pelajari dari kejadian ini? Suara rakyat, sekecil apa pun, ketika disuarakan dengan lantang dan tulus demi kebaikan bersama, dapat menggugah kesadaran publik dan pemangku kebijakan. Di era digital, transparansi, efisiensi, dan kemudahan adalah kunci. Birokrasi yang rumit justru menjadi penghalang inovasi dan semangat pembangunan.
Ini bukan semata tentang protes, melainkan tentang harapan. Harapan akan Indonesia yang lebih terbuka, progresif, dan berpihak pada rakyat. Semoga ini menjadi momentum bagi semua pemimpin untuk mendengar, merenung, dan bertindak demi masa depan yang lebih baik.
Editor: (Ahmad).













