Aceh Tamiang, SniperNew.id — Sebanyak 100 santri penghafal Al-Qur’an (hafidz) dari Pesantren Sulaimaniyah di kawasan Simpang Opak, Aceh Tamiang, akhirnya berhasil dievakuasi setelah tujuh hari terisolir akibat bencana yang melanda wilayah tersebut.
Menurut keterangan yang dibagikan melalui unggahan di media sosial, para santri sebelumnya terpaksa menyelamatkan diri dengan berlari ke area perbukitan demi menghindari bahaya. Kondisi akses yang terputus membuat mereka tidak dapat dijangkau selama beberapa hari.
Dalam video yang beredar, para santri—baik putra maupun putri—tampak telah dibawa menuju Medan untuk mendapatkan penanganan dan tempat istirahat yang lebih aman. Mereka kini ditampung sementara di komplek Sulaimaniyah Syarif, Medan.
Sejumlah relawan dan pengurus terlihat menyediakan makanan serta pendampingan bagi para penghafal Al-Qur’an tersebut. Situasi para santri dilaporkan dalam kondisi baik dan selamat.
Pihak terkait menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan evakuasi tersebut. Upaya lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak bencana dapat kembali diakses dan memperoleh bantuan secara merata.
Penulis: (SsD)












