Pringsewu, SniperNew.id - Antrian panjang kendaraan di SPBU Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung kembali menjadi sorotan publik. Malam ini, Selasa (28/7/2025) pukul 21:16 WIB, sejumlah kendaraan, mulai dari truk hingga sepeda motor, tampak mengular hingga ke badan jalan. Aktivitas mencurigakan diduga sebagai aksi pengecoran solar serta BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Pertamax turut terekam dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan pantauan langsung, beberapa kendaraan besar seperti truk dan mobil boks bahkan melakukan pengisian di lebih dari satu titik. Sementara itu, pengendara sepeda motor yang tampak tidak membawa barang turut mengantri dalam barisan panjang.
Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa pengisian BBM bukan semata untuk kebutuhan konsumtif, melainkan disinyalir sebagai bagian dari praktik pengecoran istilah yang kerap digunakan untuk menggambarkan pembelian BBM bersubsidi secara berlebihan guna dijual kembali secara ilegal.
SPBU tersebut, yang berada di jalur strategis Pringsewu, memang kerap menjadi pusat pengisian BBM bagi berbagai jenis kendaraan lintas kota.
Namun, antrean panjang yang terjadi malam ini menimbulkan kekhawatiran akan ketimpangan distribusi serta potensi penyalahgunaan BBM subsidi, yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah.
Menurut pantauan di lokasi, truk bertuliskan “GENIUS Event Vendor” turut mengisi di jalur solar industri (Bio Solar Dexlite), sementara bus malam dan mobil travel juga terlihat menunggu giliran. Situasi ini memperparah kepadatan lalu lintas di sekitar SPBU dan berpotensi membahayakan pengguna jalan lain.
Meski belum ada keterangan resmi dari pengelola SPBU maupun aparat setempat, kejadian ini menggarisbawahi perlunya pengawasan lebih ketat terhadap distribusi BBM, khususnya yang bersubsidi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina diharapkan segera turun tangan untuk melakukan inspeksi dan audit terhadap SPBU yang rawan digunakan sebagai lokasi pengecoran.
Masyarakat sekitar juga mulai resah atas antrean yang terjadi hampir setiap malam, karena mengganggu aktivitas dan menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas pasokan BBM.
Mereka berharap pihak berwenang segera bertindak agar subsidi energi negara tidak jatuh ke tangan yang salah.
Jika praktik ini terus dibiarkan, bukan hanya distribusi BBM yang terganggu, tapi juga kepercayaan publik terhadap kebijakan subsidi yang adil dan tepat sasaran.
Editor: (Dar).



















