Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Soal Pengadaan Alat Tangkap Ikan dan Enam Unit Kapal Perahu Bantuan, Nelayan Teluk Mengkudu : Perlu APH Lakukan Pemeriksaan

133
×

Soal Pengadaan Alat Tangkap Ikan dan Enam Unit Kapal Perahu Bantuan, Nelayan Teluk Mengkudu : Perlu APH Lakukan Pemeriksaan

Sebarkan artikel ini

Ser­gai. Snipernew.id Nelayan Keca­matan Teluk Mengkudu,Kabupaten Ser­dang Beda­gai, (Sergai),Sumatera Utara (Sumut), meni­lai san­gat per­lu Aparat Pene­gak Hukum (APH), untuk melakukan pemerik­saan ter­hadap pihak terkait baik dari peja­bat dinas maupun pihak yang lain­nya. APH yang dimak­sud, Polisi sumat­era Utara, Kejak­saan Ting­gi Sumat­era Utara, Badan Pemerik­sa Keuan­gan (BPK), dihara­p­kan sung­guh-sung­guh melakukan pemerik­saan dan men­gusut­nya hing­ga tun­tas ter­hadap proyek pen­gadaan Alat Tangkap Ikan, Sarana Kese­la­matan Nelayan dan 6 unit Kapal Per­ahu beser­ta alat tangkap ban­tu­an yang diku­curkan Pemer­in­tah Pusat melalui Pemkab Ser­gai dalam hal ini Dinas Perikanan dan Kelau­tan Ser­gai pada tahun 2023 bersum­ber Dana Alokasi Khusus (DAK) diperki­rakan selu­ruh­nya men­ca­pai Rp.3 Mili­yar lebih.

  Tabligh Akbar Memperingati Maulid Nabi Muhammad Rasulullah Saw 12 Rabiul Awal 1446 H/2024 

“Dihara­p­kan nan­ti­nya, den­gan dilakukan pemerik­saan terse­but, ban­tu­an yang dibu­tuhkan oleh nelayan sesuai yang diinginkan diberikan oleh Pemer­in­tah. Jan­gan dibu­tuhkan Kapal Per­ahu kecil, tapi yang datang Kapal Per­ahu yang besar. Nah, itu­lah yang terkadang ban­tu­an terse­but bisa saja dijual oleh nelayan, kare­na biaya per­awatan dan uang opera­sion­al satu hari cukup besar dita­m­bah lagi pen­da­p­atan tidak sesuai. Ini jelas dilu­ar kemam­puan nelayan tradisional.Ujar Riduwan, nelayan asal Desa Sentang,Kecamatan teluk Mengkudu,Sergai,Minggu (9/3/2025).

  Babinsa Koramil 09/NL Amankan Terduga Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur

Ia berharap Pemer­in­tah Pusat jeli dalam mem­berikan ban­tu­an terse­but dan benar-benar melakukan penge­cekan ter­hadap nelayan yang bera­da di dalam anggota kelom­pok, jan­gan nan­ti nama si A di dalam kelom­pok, tapi sete­lah kelu­ar ban­tu­an malah yang men­gelo­la seo­rang Tokeh ikan yang sehari-hari ker­janya mem­be­li ikan, bukan nelayan yang seti­ap hari melaut.

Jadi, gimana nasib nelayan yang susah ini dan kapan lagi men­ci­cipi ban­tu­an dari Pemer­in­tah Pusat katanya ingin mense­jahter­akan nelayan, jika ban­tu­an itu jatuh­nya kepa­da nelayan yang mam­pu, kapan pula nelayan yang kecil dan susah ini sejahtera..Ucap Riduwan. den­gan anda kece­wa.

  Polres Ogan Ilir Gelar Pemeriksaan Kesehatan untuk Personil 

Di tem­pat yang sama, Muham­mad Syai­ful Bahri, nelayan asal Desa Sen­tang Keca­matan Teluk Mengkudu, Ser­gai, menu­turkan dan berpen­da­p­at bah­wa ban­tu­an yang sudah dis­alurkan oleh Pemer­in­tah Pusat dipan­dang san­gat per­lu untuk dilakukan pemerik­saan oleh pihak APH den­gan san­gat jeli bahkan sam­pai melakukan penge­cekan ke lapan­gan. “Kumpulkan semua anggota kelom­pok untuk menge­tahui secara benar keang­gotaannnya. Hal ini dihara­p­kan agar ke depan ban­tu­an yang tujuan­nya untuk mense­jahter­akan nelayan benar-benar tetap sasaran.ucapnya yang sela­ma ini tidak per­nah men­da­p­at ban­tu­an dari Pemer­in­tah Pusat, baik itu alat tangkap maupun kapal perahu.(DS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *