Berita Daerah

Diskan Bangkep Latih Warga Okumel Buat Nugget Ikan, Dorong Pemberdayaan dan Reforma Agraria

316
×

Diskan Bangkep Latih Warga Okumel Buat Nugget Ikan, Dorong Pemberdayaan dan Reforma Agraria

Sebarkan artikel ini

Bang­gai Kepu­lauan, SniperNew.id – Dinas Perikanan Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan (Diskan Bangkep) melak­sanakan kegiatan Fasil­i­tasi Akses Pemasaran dan Sarana Pen­dukung bersama Kan­tor Per­tana­han (BPN) Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan seba­gai bagian dari pro­gram Akses Refor­ma Agraria Tahun 2025, pada Rabu (27/8/2025).

Acara ini dipusatkan di Bal­ai Desa Okumel, Keca­matan Liang, dan diisi den­gan pelati­han pem­bu­atan nugget ikan. Kegiatan terse­but men­ja­di langkah nya­ta pem­ber­dayaan masyarakat, khusus­nya Desa Okumel yang sela­ma ini dike­nal seba­gai desa den­gan poten­si besar di bidang perikanan.

Pelati­han pem­bu­atan nugget ikan ini diiku­ti secara lang­sung oleh masyarakat Desa Okumel yang terdaf­tar seba­gai sub­jek pro­gram Pem­ber­dayaan Tanah Masyarakat. Dalam pros­es­nya, para peser­ta men­da­p­at ara­han tek­nis men­ge­nai cara men­go­lah hasil tangka­pan ikan men­ja­di pro­duk siap kon­sum­si den­gan nilai tam­bah yang lebih ting­gi.

Kepala Dinas Perikanan Bangkep melalui tim penyu­luh menekankan bah­wa pelati­han semacam ini tidak hanya sebatas keter­ampi­lan rumah tang­ga, tetapi juga bagian dari strate­gi untuk men­dorong kemandiri­an ekono­mi masyarakat.

“Ikan adalah poten­si uta­ma di Desa Okumel. Jika masyarakat mam­pu men­go­lah­nya men­ja­di pro­duk turunan seper­ti nugget, maka nilai ekonominya akan meningkat, pasar ter­bu­ka lebih luas, dan pen­da­p­atan kelu­ar­ga bisa lebih sta­bil,” ungkap salah satu penyu­luh dalam kegiatan terse­but.

Pro­duk nugget ikan, lan­jut­nya, bukan hanya sekadar makanan alter­natif, tetapi bisa men­ja­di pro­duk ung­gu­lan daer­ah den­gan daya saing ting­gi apa­bi­la dikem­bangkan secara kon­sis­ten.

  Travel Terguling di Pacet, Rem Blong Jadi Dugaan

Kegiatan fasil­i­tasi ini meru­pakan rangka­ian dari pro­gram Akses Refor­ma Agraria yang diga­gas pemer­in­tah. Dalam pro­gram terse­but, tidak hanya sebatas redis­tribusi lahan, tetapi juga pem­ber­dayaan masyarakat melalui pen­ingkatan kap­a­sitas usa­ha.

Menu­rut Dinas Perikanan, keter­li­batan masyarakat dalam kegiatan ini meru­pakan upaya untuk memas­tikan bah­wa aset tanah dan sum­ber daya yang dim­i­li­ki war­ga dap­at diman­faatkan den­gan mak­si­mal untuk meningkatkan kese­jahter­aan.

“Refor­ma agraria bukan hanya mem­ba­gi ser­ti­fikat tanah. Lebih dari itu, ini ten­tang bagaimana masyarakat bisa meman­faatkan tanah, laut, dan sum­ber daya lain­nya untuk meningkatkan kual­i­tas hidup mere­ka. Dan hari ini kita mulai den­gan pelati­han seder­hana, pem­bu­atan nugget ikan, yang bisa jadi pin­tu masuk menu­ju usa­ha yang lebih besar,” jelas seo­rang peja­bat BPN Bangkep.

Masyarakat Desa Okumel ter­li­hat antu­sias mengiku­ti pelati­han. Para ibu rumah tang­ga, nelayan, hing­ga pemu­da desa ter­li­bat lang­sung dalam prak­tik pem­bu­atan nugget ikan. Mere­ka mem­pela­jari mulai dari pemil­i­han bahan baku ikan segar, teknik pen­go­la­han, penge­masan, hing­ga strate­gi pemasaran.

Salah satu peser­ta, Nurhay­ati, men­gaku kegiatan ini mem­bu­ka wawasan­nya men­ge­nai poten­si usa­ha baru di desanya.

“Sela­ma ini kami hanya men­jual ikan segar hasil tangka­pan. Kadang kalau musim ikan melimpah, har­ga bisa turun. Den­gan dia­jari cara mem­bu­at nugget ikan, kami bisa olah sendiri dan men­jual den­gan har­ga lebih baik. Ini bisa jadi tam­ba­han peng­hasi­lan kelu­ar­ga,” ucap­nya.

Peser­ta lain juga meni­lai bah­wa ino­vasi pro­duk ola­han ikan akan mem­ban­tu men­gatasi kendala pemasaran, teruta­ma saat stok ikan melimpah dan sulit dis­er­ap pasar segar.

Kepala Desa Okumel, Surianto U. Abbas, dalam sambu­tan­nya menyam­paikan apre­si­asi ter­hadap kegiatan ini. Menu­rut­nya, pelati­han semacam ini san­gat dibu­tuhkan agar masyarakat tidak hanya bergan­tung pada pen­jualan ikan segar.

  PLN Pringsewu Tanggap Darurat, Kabel JTR Turun di Pekon Margakaya Langsung Diperbaiki

“Okumel pun­ya laut yang kaya, ikan melimpah. Tapi kalau hanya dijual men­tah, har­ganya ser­ing tidak sta­bil. Den­gan adanya pelati­han pem­bu­atan nugget ikan, masyarakat bisa mulai beral­ih ke pro­duk ola­han. Kami berharap ini jadi pro­duk ung­gu­lan desa yang bisa dipasarkan kelu­ar daer­ah,” kata Surianto.

Ia mene­gaskan bah­wa pihak desa siap men­dukung tin­dak lan­jut pro­gram, baik dari sisi pro­mosi maupun penye­di­aan sarana pro­duk­si bagi kelom­pok masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejum­lah peja­bat terkait. Hadir di antaranya.

Dito Syafer­li, Kepala Kan­tor Per­tana­han Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan, Moham­mad Yasir, Plt. Kepala Sek­si Penataan dan Pem­ber­dayaan beser­ta staf, Edy Nashry Abubakar, Koor­di­na­tor Penyu­luh Perikanan Kabu­pat­en Bang­gai Kepu­lauan, Nurhi­day­ati H. Lasi­da, Penyu­luh Perikanan wilayah Keca­matan Liang, ser­ta Field Staff Kan­tor Per­tana­han Bangkep.

Dalam kesem­patan itu, Kepala Kan­tor Per­tana­han, Dito Syafer­li, meny­atakan bah­wa dukun­gan BPN ter­hadap pro­gram ini sejalan den­gan misi refor­ma agraria. Menu­rut­nya, pem­ber­dayaan masyarakat berba­sis sum­ber daya lokal meru­pakan bagian pent­ing untuk mewu­jud­kan masyarakat yang ber­daya saing dan mandiri.

Refor­ma agraria bukan sekadar legal­isasi aset, tetapi juga akses ter­hadap modal, pasar, dan teknolo­gi. Melalui kolab­o­rasi den­gan Dinas Perikanan, kita berharap masyarakat Desa Okumel dap­at merasakan lang­sung man­faat dari pro­gram ini,” tegas Dito.

Kegiatan fasil­i­tasi ini dihara­p­kan men­ja­di mod­el per­con­to­han bagi desa-desa lain di Bang­gai Kepu­lauan. Apala­gi, sek­tor perikanan meru­pakan salah satu pilar uta­ma perekono­mi­an daer­ah.

Koor­di­na­tor Penyu­luh Perikanan, Edy Nashry Abubakar, menyam­paikan bah­wa pihaknya akan terus melakukan pen­dampin­gan pas­ca-pelati­han.

Tidak berhen­ti di sini saja. Kami akan dampin­gi kelom­pok masyarakat, mulai dari penge­masan, ser­ti­fikasi pro­duk, hing­ga strate­gi pemasaran. Tar­get­nya, nugget ikan dari Okumel bisa masuk ke pasar yang lebih luas, bahkan sam­pai tingkat provin­si,” ujarnya.

Semen­tara itu, Penyu­luh Perikanan Keca­matan Liang, Nurhi­day­ati H. Lasi­da, menam­bahkan bah­wa kegiatan semacam ini mam­pu mem­bangk­itkan seman­gat wirausa­ha masyarakat pesisir.

Masyarakat desa biasanya iden­tik den­gan keter­gan­tun­gan pada sum­ber daya alam. Den­gan pelati­han ini, mere­ka dia­jak untuk kre­atif men­go­lah hasil laut. Ini langkah awal menu­ju kemandiri­an ekono­mi,” jelas­nya.

Pemer­in­tah daer­ah melalui Dinas Perikanan mene­gaskan komit­men­nya untuk terus mem­perku­at sek­tor UMKM perikanan. Melalui pelati­han-pelati­han seder­hana, masyarakat dihara­p­kan dap­at men­e­mukan pelu­ang usa­ha baru yang berba­sis pada poten­si lokal.

  Relawan Aceh Curhat Pedih Soal Bantuan Terhambat

Selain itu, adanya sin­er­gi den­gan Kan­tor Per­tana­han dihara­p­kan mam­pu mem­berikan jam­i­nan kepas­t­ian akses ter­hadap lahan, modal, dan fasil­i­tas lain yang diper­lukan masyarakat dalam mengem­bangkan usa­ha.

Pro­duk nugget ikan dari Okumel men­ja­di sim­bol bagaimana ino­vasi seder­hana dap­at mem­berikan dampak besar bagi perekono­mi­an lokal. Jika dikelo­la den­gan baik, pro­duk ini tidak hanya men­ja­di kon­sum­si rumah tang­ga, tetapi juga memi­li­ki pelu­ang besar men­em­bus pasar region­al bahkan nasion­al.

Den­gan dukun­gan dari pemer­in­tah, dunia usa­ha, ser­ta masyarakat, kegiatan fasil­i­tasi akses pemasaran dan sarana pen­dukung ini men­ja­di langkah nya­ta dalam mewu­jud­kan tujuan refor­ma agraria: men­cip­takan masyarakat yang sejahtera, ber­daya saing, dan berkead­i­lan.

Desa Okumel yang sela­ma ini men­gan­dalkan sek­tor perikanan, kini mulai mem­bu­ka babak baru den­gan ino­vasi pro­duk ola­han. Hara­pan­nya, nugget ikan dari desa pesisir ini bisa men­ja­di ikon baru perekono­mi­an Bang­gai Kepu­lauan.

Semoga masyarakat Okumel terus beri­no­vasi. Hari ini kita mulai den­gan nugget ikan, ke depan bisa berkem­bang den­gan pro­duk ola­han lain. Yang pent­ing, kita sama-sama mem­ban­gun seman­gat kemandiri­an dan ker­ja sama,” pungkas Kepala Desa Okumel. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *