Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Siswa SDN Tresnabudi Bandung Barat Bertaruh Nyawa Lintasi Longsor Demi Sekolah

377
×

Siswa SDN Tresnabudi Bandung Barat Bertaruh Nyawa Lintasi Longsor Demi Sekolah

Sebarkan artikel ini

Ban­dung Barat, SniperNew.id — Sejum­lah siswa SDN Tresnabu­di yang berlokasi di per­batasan Keca­matan Gunung Halu dan Rong­ga, Kabu­pat­en Ban­dung Barat, harus mem­per­taruhkan nyawa seti­ap hari demi bisa berseko­lah. Mere­ka ter­pak­sa melin­tasi area long­so­ran yang telah menut­up akses jalan menu­ju seko­lah sela­ma lebih dari satu tahun ter­akhir, Jumat (07/11/2025).

  Diskan Bangkep Latih Warga Okumel Buat Nugget Ikan, Dorong Pemberdayaan dan Reforma Agraria

Kon­disi terse­but semakin parah aki­bat hujan deras yang mem­bu­at jalur di tepi Sun­gai Cidadanu berlumpur dan licin. Para siswa harus ber­jalan hati-hati di jalur tanah curam dan berisiko tergelin­cir.

Bahkan, beber­a­pa di antara mere­ka ter­pak­sa melepas sep­a­tu dan ber­jalan tan­pa alas kaki agar tidak ter­pe­le­set saat mele­wati area long­sor terse­but.

Seo­rang guru, Encep Ded­dy (53), turut mem­ban­tu menye­berangkan para siswa melin­tasi jem­bat­an dan jalur berlumpur yang berba­haya. Ia memas­tikan anak-anak tidak ter­pe­le­set ke arah sun­gai saat menu­ju seko­lah. Salah satu siswa, Siti Nur Aulia (10), siswi kelas IV, men­gaku seti­ap hari harus mele­wati jalur long­sor itu untuk bisa bela­jar.

  Disdukcapil Lampung Utara dan BAZNAS Salurkan Bantuan, Warga Terharu

Ayah Siti, Jae­nal (24), menyam­paikan kekhawati­ran­nya. Ia ser­ing men­gan­tar dan men­jem­put anaknya kare­na takut ter­ja­di hal yang tidak diinginkan. Pada­hal jarak antara rumah dan seko­lah hanya sek­i­tar satu kilo­me­ter, namun akses jalan yang ter­tut­up long­sor mem­bu­at per­jalanan men­ja­di berisiko ting­gi.

  Anggaran Rutin Kecamatan Pantura Dipertanyakan Warga

War­ga berharap pemer­in­tah Kabu­pat­en Ban­dung Barat segera mem­per­bai­ki akses jalan dan jem­bat­an yang ter­tut­up long­so­ran agar kese­la­matan para siswa ter­jamin. Banyak neti­zen turut menyuarakan kepri­hati­nan di media sosial, mem­inta per­ha­t­ian dan tin­dakan cepat dari pihak berwe­nang.

Video dan infor­masi ini diung­gah oleh akun @faktaid62 pada Jumat, 7 Novem­ber 2025, menampilkan per­juan­gan para siswa SDN Tresnabu­di yang tetap seman­gat men­em­puh pen­didikan di ten­gah keter­batasan dan bahaya.

Sum­ber: Fak­ta ID / Piki­ran Raky­at Media Net­work. (Penulis Iskan­dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *