Berita Daerah

Jalan Lintas Sumbar–Riau Amblas di Pangkalan Kotobaru, Arus Lalu Lintas Terganggu

359
×

Jalan Lintas Sumbar–Riau Amblas di Pangkalan Kotobaru, Arus Lalu Lintas Terganggu

Sebarkan artikel ini

Lima Puluh Kota, SniperNew.idpp – Hujan deras yang meng­guyur wilayah Keca­matan Pangkalan Koto­baru, Kabu­pat­en Lima Puluh Kota, Provin­si Sumat­era Barat, pada Senin sore (15/9/2025), menye­babkan jalur uta­ma penghubung antarprovin­si Sumat­era Barat–Riau amblas. Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Jalan Lin­tas Sumbar–Riau tepat­nya di Jorong Lubuak Jan­tan, Nagari Mang­gi­lang.

Menu­rut infor­masi yang dihim­pun, kon­disi jalan yang amblas terse­but mem­bu­at arus lalu lin­tas sem­pat dial­ihkan ke jalur lama. Namun, jalur alter­natif itu juga ter­dampak long­sor tebing, sehing­ga tidak dap­at dilalui kendaraan. Aki­bat­nya, pen­gen­dara kem­bali ter­pak­sa mele­wati ruas jalan yang sebelum­nya men­gala­mi amble­san tanah.

Hujan deras yang berlang­sung cukup lama sejak siang hing­ga sore di wilayah Keca­matan Pangkalan Koto­baru memicu perge­ser­an tanah pada badan jalan. Pada sek­i­tar pukul 16.30 WIB, bagian jalan di kawasan Jorong Lubuak Jan­tan tiba-tiba amblas sedalam beber­a­pa meter, mening­galkan lubang besar dan mem­ba­hayakan kendaraan yang melin­tas.

War­ga sek­i­tar yang menyak­sikan keja­di­an terse­but segera melakukan upaya penga­manan semen­tara den­gan memasang tan­da bahaya seadanya agar peng­gu­na jalan tidak ter­per­osok ke lubang. Dari reka­man yang beredar di media sosial, ter­li­hat bagian badan jalan ter­pu­tus dan meny­isakan jurang men­gan­ga, mem­per­li­hatkan lapisan tanah yang ter­bawa arus air hujan.

Seo­rang war­ga yang bera­da di lokasi menye­butkan bah­wa amblesnya jalan terse­but bukan kali per­ta­ma ter­ja­di. “Memang sudah lama ada retakan, tapi diper­parah oleh hujan deras. Begi­tu hujan deras turun, jalan lang­sung amblas makin dalam,” ungkap war­ga kepa­da awak media.

  Tokoh Agama Soroti Dugaan Ketidaktransparanan Pemilihan Kepling Bagelen

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Jalan Lin­tas Sumat­era Barat–Riau, yang men­ja­di jalur vital penghubung dua provin­si, tepat­nya di Jorong Lubuak Jan­tan, Nagari Mang­gi­lang, Keca­matan Pangkalan Koto­baru, Kabu­pat­en Lima Puluh Kota.

Jalur ini meru­pakan akses uta­ma bagi kendaraan prib­a­di, angku­tan umum, hing­ga truk logis­tik yang seti­ap hari melin­tas dari arah Sum­bar menu­ju Riau maupun seba­liknya. Kare­na posisinya strate­gis, kerusakan jalan di titik ini berdampak luas ter­hadap kelan­car­an dis­tribusi barang dan mobil­i­tas masyarakat.

Jalan amblas ter­ja­di pada Senin sore, 15 Sep­tem­ber 2025, sek­i­tar pukul 16.30 WIB, saat hujan deras meng­guyur wilayah Keca­matan Pangkalan Koto­baru. Sejak keja­di­an itu, arus lalu lin­tas lang­sung ter­gang­gu.

Pas­ca keja­di­an, petu­gas gabun­gan dari pemer­in­tah daer­ah dan aparat kepolisian segera turun ke lokasi untuk melakukan pen­gat­u­ran lalu lin­tas dan memas­tikan tidak ada kor­ban jiwa maupun kendaraan yang ter­per­osok ke dalam lubang jalan.

Berdasarkan keteran­gan awal dari war­ga dan kon­disi lapan­gan, penye­bab uta­ma amblesnya jalan adalah inten­si­tas hujan yang ting­gi sejak siang hing­ga sore. Air hujan yang deras meng­guyur daer­ah per­buk­i­tan menye­babkan tanah men­ja­di jenuh air.

Selain itu, kon­disi struk­tur tanah di sek­i­tar jalan yang relatif labil dan bera­da di kawasan tebing mem­per­parah risiko ambles. Diduga tidak adanya salu­ran drainase yang memadai juga mem­bu­at air hujan lang­sung meng­gerus tanah di bawah badan jalan, hing­ga akhirnya tanah tidak mam­pu lagi menopang lapisan aspal di atas­nya.

Sete­lah jalan amblas, arus lalu lin­tas dari Sum­bar menu­ju Riau dan seba­liknya sem­pat dial­ihkan ke jalur lama. Namun, jalur alter­natif terse­but terny­a­ta juga ter­dampak long­sor tebing aki­bat hujan deras, sehing­ga akses benar-benar ter­pu­tus.

  Bantuan untuk Daerah Terisolir Diupayakan Maksimal

Alhasil, kendaraan roda dua maupun roda empat kem­bali dipak­sa mele­wati jalan yang sebelum­nya sudah amblas den­gan risiko ting­gi. Beber­a­pa pen­gen­dara tam­pak berhati-hati mele­wati sisi jalan yang masih ter­sisa.

War­ga bersama petu­gas beru­paya mem­berikan ram­bu daru­rat agar kendaraan tidak mendekati area yang pal­ing rawan. Namun, hing­ga kini belum ada penan­ganan per­ma­nen di lokasi, semen­tara inten­si­tas hujan masih ting­gi di kawasan terse­but.

Sejum­lah war­ga menu­turkan kekhawati­ran mere­ka terkait kon­disi jalan yang semakin parah. “Kalau dib­iarkan, lubangnya bisa makin mele­bar. Ini jalur uta­ma, truk-truk besar seti­ap hari lewat sini. Kalau terus dipakai bisa san­gat berba­haya,” ujar salah seo­rang war­ga.

War­ga berharap pemer­in­tah segera mengam­bil langkah cepat untuk mem­per­bai­ki kerusakan terse­but. Mere­ka juga mem­inta agar jalur alter­natif yang ter­tut­up long­sor segera diber­sihkan sehing­ga arus lalu lin­tas dap­at dial­ihkan den­gan aman.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak pemer­in­tah Kabu­pat­en Lima Puluh Kota bersama aparat kepolisian sudah melakukan langkah daru­rat den­gan memasang peng­ha­lang beton dan seng di sek­i­tar lokasi amble­san jalan. Hal ini dilakukan untuk menghin­dari kendaraan ter­per­osok, teruta­ma di malam hari.

Semen­tara itu, Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabu­pat­en Lima Puluh Kota ten­gah menyi­ap­kan ren­cana penan­ganan lebih lan­jut. Pemer­in­tah provin­si juga dihara­p­kan segera turun tan­gan kare­na jalan ini meru­pakan jalur lin­tas provin­si yang san­gat vital.

Amblas­nya jalan lin­tas Sumbar–Riau ini menim­bulkan dampak sig­nifikan bagi masyarakat. Mobil­i­tas war­ga yang sehari-hari meng­gu­nakan jalan terse­but untuk bek­er­ja, berda­gang, dan aktiv­i­tas lain­nya men­ja­di ter­gang­gu.

Bagi sek­tor logis­tik, kerusakan jalan menye­babkan keter­lam­bat­an dis­tribusi barang dari Riau ke Sum­bar maupun seba­liknya. Hal ini dap­at memicu lon­jakan biaya trans­portasi dan har­ga barang kebu­tuhan pokok di pasaran.

  65 Warga Terima Bantuan Tunai, Solidaritas Sosial Menghangatkan Desa Balaradin

Selain itu, dari sisi kese­la­matan, kon­disi jalan yang ter­pu­tus san­gat berba­haya bagi pen­gen­dara, khusus­nya di malam hari atau saat hujan lebat. Tan­pa penan­ganan cepat, poten­si kece­lakaan lalu lin­tas bisa semakin meningkat.

Di ten­gah keter­batasan, war­ga setem­pat berin­isi­atif memasang tan­da-tan­da peringatan seper­ti kayu, span­duk, dan ban bekas agar pen­gen­dara berhati-hati. Beber­a­pa di antaranya juga ber­ja­ga di lokasi untuk mem­ban­tu men­gatur arus lalu lin­tas.

Namun war­ga menyadari, langkah itu hanya bersi­fat semen­tara. Mere­ka mende­sak adanya solusi per­ma­nen beru­pa per­baikan jalan secara cepat dan pem­ban­gu­nan sis­tem drainase yang lebih baik agar keja­di­an seru­pa tidak teru­lang.

Masyarakat berharap agar pemer­in­tah daer­ah maupun pusat segera menin­dak­lan­ju­ti per­soalan ini. Mengin­gat jalan lin­tas Sumbar–Riau adalah urat nadi trans­portasi antarprovin­si, kerusakan­nya harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma untuk diper­bai­ki.

Selain itu, penan­ganan ben­cana hidrom­e­te­o­rolo­gi seper­ti long­sor, ban­jir, dan jalan amblas di wilayah per­buk­i­tan Sumat­era Barat harus dit­ingkatkan melalui pro­gram mit­i­gasi ben­cana. Pem­ban­gu­nan talud pena­han tanah, drainase yang memadai, ser­ta peman­tauan rutin kon­disi jalan rawan long­sor dihara­p­kan dap­at men­gu­ran­gi risiko di masa men­datang.

Peri­s­ti­wa amblas­nya jalan lin­tas Sumbar–Riau di Keca­matan Pangkalan Koto­baru, Kabu­pat­en Lima Puluh Kota, menam­bah daf­tar pan­jang ben­cana hidrom­e­te­o­rolo­gi yang ter­ja­di aki­bat inten­si­tas hujan ting­gi di Sumat­era Barat. Jalan yang meru­pakan jalur vital penghubung antarprovin­si ini kini dalam kon­disi rawan, den­gan lalu lin­tas yang ter­gang­gu parah.

Mes­ki sudah dilakukan upaya daru­rat beru­pa pen­gal­i­han jalur dan pemasan­gan ram­bu peringatan, kon­disi di lapan­gan masih jauh dari aman. Penan­ganan cepat dan kom­pre­hen­sif san­gat dibu­tuhkan agar arus trans­portasi masyarakat kem­bali lan­car, sekali­gus mem­i­ni­mal­isir risiko kece­lakaan. (Ahm/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *