Boyolali, SniperNew.id - Suasana Balai Desa Pakel, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Rabu pagi terasa berbeda. Ruangan penuh dengan wajah-wajah penuh harap; dari perangkat desa, tokoh masyarakat, penyuluh pertanian, hingga aparat TNI-Polri, Rabu (20/08/2025).
Mereka duduk bersama dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2027, sebuah ajang penting yang menjadi fondasi arah pembangunan desa untuk tahun-tahun mendatang.
Di tengah jalannya musyawarah, hadir Babinsa Koramil 15/Andong Kodim 0724/Boyolali, Serma Widada, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Andong. Kehadiran keduanya tidak hanya sekadar formalitas, melainkan simbol nyata sinergi antara pemerintah desa, aparat keamanan, dan masyarakat dalam merancang pembangunan desa yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.
Babinsa: Pembangunan Desa Harus Menyentuh Kesejahteraan Warga; Dalam sambutannya, Serma Widada menekankan bahwa Musrenbangdes bukan hanya forum seremonial, melainkan wadah yang sesungguhnya untuk menyerap aspirasi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan TNI melalui peran Babinsa adalah wujud komitmen TNI dalam menjaga ketahanan wilayah sekaligus mendorong kesejahteraan rakyat di tingkat akar rumput.
“Musrenbangdes ini bertujuan untuk menampung usulan dan aspirasi masyarakat dalam penyusunan rencana pembangunan desa tahun anggaran mendatang. TNI melalui Babinsa siap mendukung upaya pembangunan, khususnya dalam hal ketahanan wilayah dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Serma Widada.
Ia menambahkan bahwa hasil Musrenbangdes harus benar-benar terimplementasi menjadi program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Semoga hasil Musrenbangdes bisa meningkatkan kesejahteraan warga Desa Pakel, baik di sektor pertanian, pendidikan, kesehatan, maupun pembangunan infrastruktur,” imbuhnya.
Pernyataan tersebut sontak mendapat dukungan dari peserta musyawarah, yang melihat pentingnya peran TNI sebagai mitra strategis desa dalam menjaga kondusivitas keamanan sekaligus memfasilitasi semangat gotong royong.
Hadir pula dalam kegiatan ini Sekcam Andong, Ibu Lilis Maryati, S.Sos, yang menegaskan perlunya sinergi antara pemerintah desa, BPD, dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang berkeadilan. Selain itu, keterlibatan unsur penyuluh pertanian, perwakilan Puskesmas, Tim Penyuluh KB, mahasiswa KKN Unimus, tokoh agama, tokoh adat, serta pemuda desa menandakan bahwa pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kerja kolektif seluruh elemen masyarakat.
Sekcam Lilis Maryati dalam kesempatan tersebut menekankan. “Musrenbangdes adalah ruang demokratis desa, tempat seluruh suara warga bisa disampaikan. Pemerintah desa wajib menampung, menimbang, dan menyusun prioritas agar pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.”
Musyawarah berjalan dinamis. Berbagai usulan muncul, mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan desa, optimalisasi irigasi pertanian, penguatan program kesehatan ibu dan anak, hingga peningkatan kapasitas pemuda melalui kegiatan produktif.
Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Andong menekankan pentingnya peningkatan sarana pertanian di Desa Pakel, mengingat mayoritas warganya menggantungkan hidup dari sektor agraris. Sementara itu, perwakilan Puskesmas menyoroti perlunya penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat, khususnya pencegahan stunting dan peningkatan kesadaran gizi keluarga.
Menariknya, suara pemuda dan mahasiswa KKN juga mendapat tempat dalam forum tersebut. Mereka mengusulkan program pelatihan kewirausahaan berbasis digital, mengingat tantangan zaman yang semakin menuntut generasi muda desa untuk melek teknologi.
Kehadiran Babinsa dalam Musrenbangdes sesungguhnya bukan hal baru. TNI melalui aparat teritorial memang memiliki mandat untuk mendampingi masyarakat desa dalam berbagai bidang, termasuk pembangunan. Peran ini kerap disebut sebagai Binter atau Pembinaan Teritorial, yang tujuannya menjaga stabilitas wilayah sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Serma Widada dalam kesempatan itu juga mengingatkan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan mental dan sosial. Ia mencontohkan, keamanan lingkungan, semangat gotong royong, serta kepedulian terhadap sesama juga merupakan bentuk pembangunan yang tak kalah penting dibandingkan infrastruktur.
“Desa Pakel harus bisa menjadi contoh desa yang tidak hanya maju secara fisik, tapi juga kuat secara sosial dan budaya. Di situlah TNI hadir, memastikan desa tetap kondusif, bersatu, dan mandiri,” jelasnya.
Kepala Desa Pakel dalam penutupannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir, terutama TNI-Polri yang selalu mendampingi setiap tahapan pembangunan desa. Ia berharap Musrenbangdes 2027 benar-benar menghasilkan program-program prioritas yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat, Pak Suyatno, menyampaikan pandangannya kepada awak media:
“Kami senang sekali bisa menyampaikan aspirasi langsung dalam forum ini. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas membuat kami merasa lebih aman dan yakin bahwa program yang disepakati akan terjaga keberlanjutannya.”
Harapan serupa datang dari kalangan pemuda. Menurut mereka, Desa Pakel memiliki potensi besar di bidang pertanian dan UMKM. Dengan dukungan pemerintah desa dan pendampingan TNI-Polri, mereka optimis Desa Pakel akan tumbuh menjadi desa mandiri yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga berdaya secara sosial.
Musyawarah yang berlangsung hingga siang hari tersebut akhirnya menyepakati sejumlah prioritas pembangunan desa untuk tahun 2027. Meski masih banyak pekerjaan rumah, semangat kebersamaan yang tercipta dalam forum Musrenbangdes menjadi modal berharga.
Musrenbangdes bukan sekadar dokumen perencanaan, melainkan cermin dari praktik demokrasi yang hidup di tingkat desa. Di sinilah partisipasi masyarakat diuji, transparansi dipertaruhkan, dan akuntabilitas diwujudkan.
Bagi TNI, Musrenbangdes adalah panggung untuk menegaskan komitmen bahwa pembangunan bangsa dimulai dari desa. Kehadiran Babinsa adalah simbol kehadiran negara yang tak pernah meninggalkan rakyatnya.
Musrenbangdes 2027 Desa Pakel menjadi momentum penting dalam perjalanan pembangunan desa. Dengan sinergi pemerintah desa, masyarakat, serta dukungan penuh TNI-Polri, harapan untuk mewujudkan Desa Pakel yang maju, mandiri, dan sejahtera bukanlah sekadar mimpi.
Musrenbangdes kali ini telah membuktikan bahwa pembangunan sejati lahir dari keterlibatan semua pihak. Desa Pakel kini tinggal menunggu waktu untuk membuktikan bahwa hasil musyawarah benar-benar bisa diwujudkan menjadi karya nyata yang bermanfaat bagi seluruh warganya.
Laporan: (Agus Kemplu)
Editor: (Ahmad)



















