Kutai Kartanegara, SniperNew.id – Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong terasa dalam sebuah kegiatan yang diikuti para pengurus serta anggota Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) di Kutai Kartanegara. Acara tersebut menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi sekaligus mempertegas peran nyata Perhiptani dalam mendukung kesejahteraan petani, Rabu (20/08/2025).
Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan itu, Edi Damansyah, menyampaikan pesan mendalam tentang arti kebersamaan dan tanggung jawab bersama dalam membangun organisasi. Melalui unggahannya di media sosial, Edi menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya tidak boleh membuat organisasi berjalan sendiri, melainkan membutuhkan dukungan penuh semua pihak.
“Kalau saya dipercaya, saya jangan ditinggal. Saya tidak bisa bekerja sendiri. Organisasi ini bisa jalan amun etam segalanya betulungan,” ujar Edi dalam pernyataannya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa organisasi tidak mungkin berjalan hanya dengan mengandalkan satu orang. Semangat saling membantu dan kebersamaan diyakini menjadi kunci keberhasilan, terutama dalam sebuah organisasi profesi seperti Perhiptani yang anggotanya berasal dari latar belakang penyuluh pertanian di berbagai wilayah.
Lebih lanjut, Edi mengingatkan agar Perhiptani benar-benar dirasakan keberadaan serta manfaatnya di tengah masyarakat, khususnya oleh kalangan petani.
“Perhiptani harus dirasakan keberadaan dan manfaatnya di masyarakat, khususnya di kalangan petani,” tegasnya.
Pesan tersebut mencerminkan harapan agar organisasi ini tidak berhenti hanya pada kegiatan seremonial atau pertemuan internal semata. Sebaliknya, Perhiptani harus mampu hadir di lapangan, menjadi mitra bagi petani, dan memberikan solusi nyata bagi permasalahan pertanian yang dihadapi.
Sebagaimana diketahui, peran penyuluh pertanian sangat penting untuk membantu petani meningkatkan hasil produksi, mengenalkan teknologi baru, serta mendorong penerapan pola pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.
Dalam video dan dokumentasi kegiatan yang beredar, tampak Edi Damansyah memberikan sambutan di podium dengan penuh kesungguhan. Mengenakan batik bercorak merah putih, ia berdiri di hadapan peserta kegiatan dengan latar belakang spanduk bertuliskan “Dewan Pengurus Penyuluh Pertanian – Perhiptani Kutai Kartanegara”.
Selain itu, suasana kekompakan terlihat ketika Edi bersama rombongan pengurus Perhiptani berjalan menaiki tangga menuju ruang pertemuan. Mereka mengenakan seragam yang sama, batik kombinasi merah putih, sementara sebagian anggota perempuan mengenakan kerudung merah. Kebersamaan ini menambah semangat solidaritas yang hendak ditanamkan dalam tubuh organisasi.
Kehadiran Edi dan rombongan disambut hangat oleh peserta yang hadir. Sejumlah orang bahkan tampak mengabadikan momen tersebut dengan kamera ponsel, menandakan pentingnya acara bagi para anggota.
Kegiatan ini tidak hanya sekadar pertemuan, melainkan juga bagian dari konsolidasi organisasi. Dalam sambutannya, Edi menekankan bahwa visi dan misi Perhiptani harus diarahkan pada upaya memperkuat kapasitas penyuluh sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Ia menilai, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, penyuluh pertanian memiliki tanggung jawab besar dalam mendorong petani agar mampu beradaptasi dengan perubahan. Mulai dari menghadapi perubahan iklim, kebutuhan pasar, hingga tantangan digitalisasi dalam sektor pertanian.
“Penyuluh tidak boleh ketinggalan zaman. Perhiptani harus menjadi motor penggerak agar petani kita mampu bersaing dan tetap sejahtera,” ujarnya.
Dalam konteks pembangunan daerah, peran penyuluh dan petani sangat menentukan. Pertanian bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan nasional, lapangan kerja, hingga kesejahteraan masyarakat desa.
Edi mengingatkan bahwa Kutai Kartanegara memiliki potensi besar di sektor pertanian yang perlu terus didorong. Dengan dukungan organisasi seperti Perhiptani, ia optimistis hasil pertanian daerah bisa semakin meningkat dan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh anggota organisasi untuk menumbuhkan rasa memiliki, menjaga kekompakan, dan saling membantu dalam setiap program kerja yang direncanakan.
“Organisasi ini bisa berjalan baik hanya jika semua anggotanya merasa memiliki. Jangan sampai ada yang merasa berjalan sendiri. Kita harus betulungan, saling topang, agar manfaatnya bisa benar-benar sampai ke masyarakat,” ucapnya.
Momentum kegiatan Perhiptani Kutai Kartanegara ini memberikan gambaran tentang arti solidaritas dalam sebuah organisasi. Kehadiran banyak anggota dengan seragam yang sama, berjalan bersama-sama, menjadi simbol penting bahwa Perhiptani adalah wadah yang harus dijaga bersama.
Edi Damansyah, melalui pesan yang disampaikannya, meneguhkan kembali nilai dasar gotong royong dan kebersamaan yang menjadi budaya bangsa. Ia percaya bahwa tanpa dukungan anggota, seorang pemimpin tidak akan mampu menjalankan organisasi dengan baik.
Pesan yang disampaikan dalam kegiatan ini mengingatkan publik bahwa organisasi profesi seperti Perhiptani memiliki peran penting yang tidak boleh diabaikan. Keberadaannya diharapkan benar-benar memberi manfaat bagi petani, menjadi wadah perjuangan, serta jembatan komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat tani.
Dengan semangat kebersamaan dan saling dukung, Perhiptani diyakini mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di Kutai Kartanegara dan daerah lain di Indonesia.
Seperti yang diungkapkan Edi Damansyah, kepercayaan adalah amanah yang harus dijaga bersama. Ia tidak bisa berjalan sendiri, dan begitu pula organisasi ini tidak akan bisa maju tanpa kebersamaan seluruh anggota.
Pesan sederhana namun sarat makna itu menjadi refleksi penting bahwa pertanian bukan hanya soal pangan, melainkan juga soal masa depan dan keberlanjutan hidup masyarakat. Dengan Perhiptani yang kuat, harapan akan hadirnya petani yang lebih sejahtera dan pertanian yang lebih modern bisa terwujud.
Editor: (Ahmad)


















