Jakarta, SniperNew.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) resmi membuka kembali lebih dari 28 juta rekening bank yang sebelumnya diblokir karena statusnya dianggap “dormant” atau tidak aktif.
Kebijakan ini diambil setelah muncul gelombang kekhawatiran dari masyarakat, terutama pelaku usaha dan investor ritel, yang merasa sangat terganggu akibat pemblokiran massal tersebut, Sabtu 02 Agustus 2025.
Langkah PPATK ini ditegaskan sebagai bagian dari upaya pemulihan kepercayaan publik terhadap sistem keuangan nasional. Dalam unggahan yang dibagikan oleh akun satya.dharma77, disertai dengan tangkapan layar berita dari Investoria bertanggal 31 Juli 2025, terlihat sosok pejabat PPATK yang memberikan pernyataan resmi terkait pencabutan blokir tersebut. Judul berita tersebut bahkan menyiratkan kekhawatiran pemerintah: “Takut Rusuh, PPATK Akan Buka Kembali”.
Respon dari masyarakat di media sosial pun beragam, bahkan cenderung keras dan emosional. Akun yusiagustn misalnya, menulis, “Punyaku masih dormant kemarin, ini sekarang ngurus ke CS unit bank.” Ini menandakan kebijakan tersebut langsung berdampak pada aktivitas perbankan harian masyarakat.
Sementara itu, akun karangasem_badminton menuding bahwa negara sebenarnya sedang panik karena dana hasil korupsi dan pencucian uang dalam jumlah besar menjadi tidak bergerak akibat status dormant. “Maka yang disalahkan rakyat yang menabung uangnya dan tidak digunakan untuk transaksi (mandeg),” tulisnya.
Akun rockron_inc_id menyindir pola kebijakan yang berulang dan kacau. “Skema yang berulang… suka bikin gaduh lalu ada yang datang nyelesain.” Nada kekecewaan juga datang dari ndana277 yang mempertanyakan apakah kebijakan ini berasal dari PPATK atau tekanan dari atas.
Bahkan akun forex.duasatu menyebut, “Pejabat yang tidak kompeten… rombak saja seluruh kepala kementerian, lembaga, badan yang tidak kompeten di bidangnya.” Warganet lainnya seperti kazeoryuga dan putriayuhartanto menyoroti sikap pemerintah yang terus membebani rakyat, sementara sumber daya alam seharusnya cukup untuk menopang pemasukan negara.
Berbagai komentar bernada satir hingga marah turut menghiasi diskusi. Akun shamodistro menyebut, “Rusuh aja, kalian kan yang ingin negara ini chaos… kocak.” Sementara aasmuni091 dengan nada keras menyatakan, “Jelas rusuh lah, masyarakat tidak nabung di bank lagi mampus lu.”
Kebijakan PPATK ini memang membuka kembali akses ke jutaan rekening, namun juga membuka kotak pandora kemarahan publik atas cara pengelolaan keuangan nasional. Jika tidak ditangani dengan transparan dan hati-hati, langkah ini bisa memicu krisis kepercayaan yang lebih besar di kemudian hari.
Editor: (Ahmad)


















