Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Sembilan Mobil Terbakar Saat Aksi Massa di Kwitang, Tuntut Usut Insiden Penabrakan Ojol

184
×

Sembilan Mobil Terbakar Saat Aksi Massa di Kwitang, Tuntut Usut Insiden Penabrakan Ojol

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id  – Situ­asi ricuh mewar­nai aksi mas­sa yang berlang­sung di sek­i­tar kawasan Kwi­tang, Jakar­ta Pusat, pada Kamis (28/8/2025) malam hing­ga Jumat (29/8/2025) pagi. Berdasarkan ung­ga­han akun media sosial Threads import23_official, mas­sa aksi mem­bakar sem­bi­lan unit mobil di lokasi yang berdekatan den­gan Markas Sat­u­an Brimob­da Pol­da Metro Jaya.

Aksi terse­but dila­porkan berlang­sung sejak malam hari, kemu­di­an berlan­jut hing­ga pagi. Dalam ung­ga­han itu, dise­butkan bah­wa mas­sa menun­tut per­tang­gung­jawa­ban atas insi­d­en penabrakan dan pelin­dasan ter­hadap seo­rang penge­mu­di ojek online (ojol) yang diduga dilakukan oleh anggota Brimob Pol­da Metro Jaya sehari sebelum­nya, yakni pada Kamis (28/8/2025).

Akun Threads import23_official menuliskan. “Ada 9 mobil yang dibakar mas­sa aksi tadi malam di Kwi­tang, Sat­b­ri­mob­da Pol­da Metro Jaya. Aksi dilak­sanakan dari tadi malam hing­ga pagi hari dan dilan­jutkan lagi. Mere­ka menun­tut atas insi­d­en ter­jadinya penabrakan dan pelin­dasan dri­ver ojol oleh anggota Brimob Metro Jaya pada Kamis 28/8/2025.”

Ung­ga­han terse­but juga dis­er­tai tagar #dprri, #maha­siswa, #stm­se­ja­bodetabek, #ojol, #brimob, #pol­ri, #fak­ta­negeri, #beri­taterup­date, yang mengindikasikan bah­wa kelom­pok maha­siswa dan sol­i­dar­i­tas penge­mu­di ojol diduga ikut ter­li­bat dalam aksi terse­but.

Dalam video dan foto yang beredar di media sosial, ter­li­hat jelas sejum­lah kendaraan roda empat dalam keadaan hangus ter­bakar. Dari sudut pengam­bi­lan gam­bar, dere­tan mobil terse­but ter­parkir di sisi jalan dekat pepo­ho­nan besar dan tro­toar.

  Tragedi Wisata Bislab, Jane dan Resky Ditemukan, Syadsya Asal Mallawa Masih Hilang

Pada gam­bar per­ta­ma, tam­pak beber­a­pa unit mobil yang sudah tidak berben­tuk, hanya meny­isakan rang­ka dan kerang­ka besi. Seba­gian mobil ter­ba­lik dan ter­bakar habis, mem­per­li­hatkan kerusakan parah aki­bat api. Asap hitam pekat diduga masih ter­li­hat pada malam keja­di­an, mes­ki dalam foto pagi hari hanya meny­isakan bangkai mobil.

Gam­bar ked­ua mem­per­li­hatkan lebih jelas dere­tan mobil yang ter­bakar di sep­a­n­jang tro­toar. Beber­a­pa mobil minibus tam­pak ber­ja­jar, semuanya hangus hing­ga bagian inte­ri­or dan ekste­ri­or habis dilalap api. War­na cat mobil lenyap, kaca-kaca pec­ah, ser­ta bagian ban meny­isakan bekas ter­bakar.

Sak­si mata yang bera­da di sek­i­tar lokasi menye­butkan bah­wa peri­s­ti­wa kebakaran mobil itu ter­ja­di sete­lah mas­sa mulai melakukan aksi anarkis. Api den­gan cepat melalap beber­a­pa kendaraan yang ter­parkir, hing­ga akhirnya mem­bakar total sem­bi­lan mobil.

Aksi ini dipicu oleh insi­d­en yang diduga menim­pa seo­rang penge­mu­di ojek online sehari sebelum­nya. Menu­rut narasi yang beredar di media sosial, kor­ban men­gala­mi penabrakan dan pelin­dasan yang diduga dilakukan anggota Brimob di Jakar­ta pada Kamis (28/8/2025).

Insi­d­en terse­but menim­bulkan reak­si keras dari kelom­pok masyarakat, khusus­nya komu­ni­tas penge­mu­di ojol dan maha­siswa. Mere­ka meni­lai tin­dakan itu tidak manu­si­awi dan menun­tut agar aparat pene­gak hukum men­gusut tun­tas keja­di­an terse­but secara transparan.

Mes­ki demikian, hing­ga beri­ta ini dis­usun, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak kepolisian terkait kebe­naran insi­d­en penabrakan ojol terse­but maupun kro­nolo­gi lengkap aksi pem­bakaran mobil di Kwi­tang.

  Truk Gas Tergelincir di Jembatan Sori Mangge: Pengingat Nyata untuk Berdoa dan Berkendara dengan Hati-Hati

Aksi pem­bakaran mobil di ten­gah kota Jakar­ta jelas menim­bulkan kekhawati­ran war­ga. Kawasan Kwi­tang yang biasanya ramai den­gan aktiv­i­tas lalu lin­tas dan perda­gan­gan men­dadak berubah men­ja­di lokasi penuh ker­icuhan.

Dere­tan mobil yang ter­bakar tidak hanya menim­bulkan keru­gian materi bagi pemi­lik kendaraan, tetapi juga memicu kere­sa­han masyarakat. Beber­a­pa ruas jalan harus ditut­up semen­tara untuk mence­gah mas­sa semakin melu­as.

Sejum­lah aparat kepolisian dan petu­gas pemadam kebakaran dik­er­ahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sete­lah meng­hanguskan selu­ruh unit mobil yang ada di lokasi. Tidak ada lapo­ran jatuh­nya kor­ban jiwa dalam peri­s­ti­wa pem­bakaran terse­but, namun keru­gian mate­r­i­al ditak­sir men­ca­pai ratu­san juta rupi­ah.

Beber­a­pa war­ga sek­i­tar yang dite­mui pada pagi hari men­gaku kaget meli­hat kon­disi jalan yang dipenuhi bangkai mobil ter­bakar.

“Semalam memang ramai sekali, banyak mas­sa yang teri­ak-teri­ak, lalu tiba-tiba api besar muncul. Pagi ini kami lihat semua mobil sudah habis ter­bakar. Jujur, kami takut kare­na ini sudah dekat pemuki­man,” ungkap salah seo­rang war­ga.

War­ga lain­nya menam­bahkan bah­wa situ­asi mencekam mem­bu­at mere­ka memil­ih berdiam di rumah. Beber­a­pa toko di sek­i­tar lokasi juga memil­ih menut­up lebih awal demi menghin­dari risiko.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di catatan pent­ing ten­tang bagaimana aksi mas­sa dap­at berubah men­ja­di anarkis jika tidak dikelo­la den­gan baik. Para penga­mat meni­lai bah­wa tun­tu­tan mas­sa terkait insi­d­en penabrakan ojol harus segera dijawab oleh aparat den­gan penye­lidikan transparan.

Penga­mat hukum menekankan bah­wa kasus dugaan pelin­dasan penge­mu­di ojol harus diusut tun­tas agar tidak menim­bulkan speku­lasi liar. Jika benar ter­buk­ti ada kesala­han prose­dur oleh aparat, maka harus ada tin­dakan tegas. Namun jika infor­masi yang beredar belum valid, maka klar­i­fikasi res­mi juga per­lu segera dilakukan untuk meredam ama­rah mas­sa.

  Nenek 65 Tahun Tertabrak KRL di Kedung Badak, Bogor: Diduga Saat Menyebrang Rel

Beber­a­pa tokoh masyarakat mengin­gatkan pent­ingnya komu­nikasi ter­bu­ka antara kepolisian, penge­mu­di ojol, ser­ta maha­siswa yang ker­ap men­ja­di motor ger­akan aksi.

“Jan­gan sam­pai infor­masi sim­pang siur mem­bu­at situ­asi semakin panas. Kepolisian harus mem­beri keteran­gan res­mi, semen­tara mas­sa juga sebaiknya menyalurkan aspi­rasi secara damai, bukan den­gan tin­dakan merusak,” ujar salah satu tokoh pemu­da Jakar­ta.

Dalam ung­ga­han media sosial dise­butkan bah­wa aksi tidak hanya berhen­ti pada Kamis malam, tetapi berlan­jut hing­ga Jumat pagi, dan bahkan masih ada kemu­ngk­i­nan lan­ju­tan. Mas­sa meny­atakan tidak akan berhen­ti sam­pai tun­tu­tan mere­ka dipenuhi.

Hal ini men­ja­di per­ha­t­ian serius aparat kea­manan, sebab aksi lan­ju­tan bisa menim­bulkan kerusakan yang lebih besar jika tidak diredam sejak dini.

Ker­icuhan di Kwi­tang, Jakar­ta Pusat, pada Kamis malam hing­ga Jumat pagi 29 Agus­tus 2025, beru­jung pada pem­bakaran sem­bi­lan mobil. Aksi mas­sa ini dipicu oleh dugaan insi­d­en penabrakan seo­rang penge­mu­di ojek online oleh anggota Brimob sehari sebelum­nya.

Hing­ga kini, pihak kepolisian belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait insi­d­en terse­but. War­ga berharap agar semua pihak dap­at mena­han diri dan menye­le­saikan masalah den­gan jalur hukum, bukan den­gan tin­dakan anarkis.

Peri­s­ti­wa ini men­ja­di pela­jaran pent­ing bah­wa seti­ap tun­tu­tan kead­i­lan harus dikaw­al den­gan cara damai, agar aspi­rasi masyarakat ter­sam­paikan tan­pa menim­bulkan keru­gian lebih besar. (Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *