Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Nasional

Selama Menjadi JAM-Pidum, (Alm.) Dr. Fadil Zumhana Telah Menyelesaikan 5161 Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif

261
×

Selama Menjadi JAM-Pidum, (Alm.) Dr. Fadil Zumhana Telah Menyelesaikan 5161 Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif

Sebarkan artikel ini
Foto (Alm). Dr. Fadil Zumhana. Doc photo Puspenkum.

Jakar­ta, SniperNew.id - Innalil­lahi Wa Inna Ilai­hi Raji’un telah berpu­lang ke Rah­mat­ul­lah salah satu Putra Ter­baik Kejak­saan Repub­lik Indone­sia, Jak­sa Agung Muda Tin­dak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana, S.H., M.H.

Men­ge­nang kiprah (Alm.) Dr. Fadil Zumhana seba­gai Jak­sa dim­u­lai saat per­ta­ma kali men­ja­bat seba­gai Jak­sa Fung­sion­al pada Jak­sa Agung Muda Bidang Tin­dak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) Kejak­saan Agung pada tahun 1993.

Dalam riway­at jabatan­nya, (Alm.) Dr. Fadil Zumhana telah men­ja­bat pada beber­a­pa posisi strate­gis di Kejak­saan RI, bahkan hing­ga di Kementer­ian Poli­tik, Hukum, dan Kea­manan (Kemenkopol­hukam) RI.

  BRI Gelar Property Expo di Suzuya Merdeka Mall Pematangsiantar, 20-22 Juni 2025

Ada­pun salah satu Lega­cy yang men­ja­di catatan emas dalam karirnya adalah mewak­ili Jak­sa Agung untuk menye­le­saikan 5161 perkara berdasarkan kead­i­lan restoratif (Restora­tive Jus­tice) pada tin­dak pidana Orang dan Har­ta Ben­da (Ohar­da), tin­dak pidana Kea­manan Negara dan Ketert­iban Umum (Kam­negtibum), hing­ga tin­dak pidana Narkoti­ka.

Sela­ma men­ja­di JAM-Pidum, (Alm.) Dr. Fadil Zumhana ham­pir seti­ap hari memimpin lang­sung ekspose Restora­tive Jus­tice den­gan sat­u­an ker­ja Kejak­saan Negeri dan Kejak­saan Ting­gi secara vir­tu­al.

Sebuah kuti­pan yang ser­ing dis­am­paikan oleh (Alm.) Dr. Fadil Zumhana bah­wa Restora­tive Jus­tice adalah kebi­jakan hukum yang san­gat kuat bagi Jak­sa selaku pemi­lik domi­nus litis.

Menu­rut­nya, Undang-Undang Kejak­saan RI sudah cukup jelas meny­atakan kewe­nan­gan Jak­sa dalam medi­asi penal, bah­wa prose­dur penghent­ian penun­tu­tan berdasarkan Restora­tive Jus­tice ter­da­p­at syarat-syarat dan keten­tu­an­nya.

Oleh kare­nanya, ekspose Restora­tive Jus­tice dip­impin lang­sung oleh JAM-Pidum untuk mem­per­ta­hankan kual­i­tas yang patut dan layak untuk sebuah perkara dihen­tikan penun­tu­tan­nya berdasarkan kead­i­lan restoratif.

  PM Narendra Modi Pimpin Rapat Evaluasi di Bandara Ahmedabad

Selain itu, (Alm). Dr. Fadil Zumhana per­nah menyam­paikan bah­wa kead­i­lan sub­stan­tif adalah kead­i­lan yang dirasakan, mem­per­hatikan kepentin­gan kor­ban, dan keru­gian kor­ban ter­pulihkan.

Pada hakikat­nya, Jak­sa selaku pemegang hak opor­tu­ni­tas memi­li­ki hak untuk tidak melakukan penun­tu­tan den­gan treat­ment yang lebih arif dan adil dalam melakukan pros­es pene­gakan hukum yakni den­gan mekanisme Restora­tive Jus­tice.
Tak hanya itu, penye­le­sa­ian perkara melalui mekanisme Restora­tive Jus­tice memi­li­ki kelebi­han yaitu tidak mengede­pankan pemi­danaan, melainkan pemuli­han kepa­da kor­ban. (Alm.) Dr. Fadil Zumhana menekankan kepa­da Jak­sa di sat­u­an ker­ja tingkat daer­ah agar selalu mem­per­hatikan kepentin­gan kor­ban.

“Belakan­gan ini dalam rang­ka men­gasah kear­i­fan lokal, kita semakin banyak melakukan ekspose Restora­tive Jus­tice bahkan satu hari bisa men­ca­pai lebih dari 20 perkara. Saya berse­dia melakukan ini untuk mem­berikan kead­i­lan kepa­da raky­at miskin dan demi mene­gakkan kead­i­lan bagi masyarakat kecil,” ujar JAM-Pidum pada suatu kesem­patan.

  Fadli Zon Kunjungi Museum Perang Dunia II di Polandia, Ada Apa di Balik Diplomasi Budaya Ini?

(Alm.) Dr. Fadil Zumhana per­nah berpe­san agar para Jak­sa tetap mematuhi Per­at­u­ran Jak­sa Agung khusus­nya Per­at­u­ran Kejak­saan Repub­lik Indone­sia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022.

Selain itu, senan­ti­asa awasi Surat Kete­ta­pan Penghent­ian Penun­tu­tan (SKP2) kare­na seman­gat har­moni budaya warisan nenek moyang adalah komu­nal. Kehadi­ran negara dalam pros­es pene­gakan hukum adalah melalui Jak­sa, dan meru­pakan kewa­jiban Jak­sa dalam melakukan pene­gakan hukum yang berman­faat.

Seba­gai penut­up, (Alm.) Dr. Fadil Zumhana dike­nal seba­gai prib­a­di yang tegas dan setia dalam mengab­di kepa­da negara sam­pai akhir hay­at­nya. Kini men­di­ang telah tia­da, namun kiprah dan Lega­cy-nya menorehkan catatan sejarah yakni pene­gakan hukum yang huma­n­is. Sela­mat Jalan Jak­sa Agung Muda Tin­dak Pidana Umum Dr. Fadil Zumhana. (Red/K.3.3.1)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *