Trenggalek, SniperNew.id — Selasa 15 Juli 2025 Tahun ajaran baru 2025/2026 dibuka dengan kenyataan mencengangkan di SDN 1 Kendalrejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek. Provinsi Jawa Timur Sekolah dasar negeri ini hanya mendapatkan satu murid baru untuk kelas 1. Meski terdengar miris, semangat para guru dan pihak sekolah justru patut diacungi jempol.
Alih-alih melakukan penggabungan kelas atau menghentikan operasional, SDN 1 Kendalrejo tetap menjalankan proses pembelajaran seperti biasa. Satu murid tetap mendapat haknya untuk belajar dengan fasilitas dan perhatian penuh dari para tenaga pendidik.
Kepala Sekolah SDN 1 Kendalrejo, Didin Luskha, saat diwawancarai menyatakan bahwa kondisi ini tidak akan mengurangi semangat sekolah untuk memberikan pendidikan yang berkualitas.
“Untuk tahun ini, kami hanya mendapatkan satu siswa, yang kebetulan rumahnya dekat sini. Kondisi ini terjadi karena banyak siswa dari TK lebih memilih untuk melanjutkan pendidikan ke SD lain, seperti SDI Giri Arum, yang letaknya lebih dekat,” ungkap Didin.
Menurutnya, fluktuasi jumlah siswa sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun tahun ini menjadi yang paling ekstrem. Meski begitu, semangat dan profesionalitas guru tidak menurun. Mereka tetap berkomitmen mendidik dengan sepenuh hati.
Fenomena ini pun menjadi perhatian warganet setelah sebuah akun Facebook membagikan foto suasana kelas yang hanya diisi satu murid lengkap dengan narasi haru. Banyak komentar muncul dari netizen yang menyuarakan dukungan, harapan, dan kekaguman pada dedikasi pihak sekolah.
Tidak sedikit pula yang menyayangkan tren menurunnya minat masyarakat terhadap sekolah negeri di daerah tertentu. Beberapa menyebut penyebabnya karena jarak sekolah, citra sekolah, hingga meningkatnya pilihan sekolah swasta atau berbasis agama di wilayah sekitar.
Meski hanya memiliki satu siswa baru, SDN 1 Kendalrejo menunjukkan bahwa kuantitas bukan halangan untuk memberikan kualitas pendidikan terbaik. Kisah ini menjadi pengingat bahwa setiap anak berhak atas pendidikan, dan guru tetaplah pahlawan di garda depan meski dihadapkan pada berbagai tantangan.
Liputan pendidikan ini menjadi viral dan menginspirasi banyak pihak bahwa semangat mengajar sejatinya tidak bergantung pada jumlah siswa, tapi pada dedikasi tulus para pendidik. (Ahmad).



















