Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Satpol PP Pati Kembalikan Barang Sitaan Usai Desakan Warga

272
×

Satpol PP Pati Kembalikan Barang Sitaan Usai Desakan Warga

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id - Suasana panas ter­ja­di di Kabu­pat­en Pati, Jawa Ten­gah, sete­lah Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) didesak war­ga untuk mengem­ba­likan barang-barang hasil sitaan beru­pa air min­er­al yang sebelum­nya diam­bil dari mas­sa aksi. Peri­s­ti­wa ini men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah video pengem­balian barang terse­but terse­bar di media sosial pada 5 Agus­tus 2025.

Dalam video yang viral, ter­li­hat sejum­lah anggota Sat­pol PP menu­runk­an kar­dus-kar­dus air min­er­al dari mobil dinas mere­ka di ten­gah jalan. Tin­dakan pengem­balian ini dise­but-sebut dilakukan sete­lah adanya tekanan dari masyarakat yang beren­cana melakukan peng­gere­bekan ke kan­tor Sat­pol PP Pati seba­gai ben­tuk protes ter­hadap peny­i­taan terse­but.

Tulisan dalam video menye­butkan:
“Sitaan Sat­pol PP dikem­ba­likan lagi bolo, pada­hal mau digeruduk, jadinya nggak jadi… 5/Agustus/2025”
Kali­mat ini den­gan cepat men­ja­di perbin­can­gan hangat di media sosial, khusus­nya Threads, di mana ribuan peng­gu­na ikut menyuarakan opi­ni mere­ka terkait insi­d­en terse­but.

  Kebakaran Hebat Hanguskan Permukiman Warga Tana Tidung

Komen­tar-komen­tar war­ganet yang terekam dalam ung­ga­han terse­but menggam­barkan ama­rah, keke­ce­waan, dan kri­tik keras ter­hadap tin­dakan aparat. Beber­a­pa menun­tut transparan­si, semen­tara yang lain menge­cam keras tin­dakan peny­i­taan yang diang­gap seba­gai ben­tuk per­am­pasan hak raky­at.

@andindhut menulis:
“KATANYA NGGAK GENTAR.. MANA BUPATINYA”

@wahyuindradi menim­pali:
“Ngum­pet”

@mega_ardiansyah_ menye­but:
“Akankah ter­ja­di refor­masi jilid 2”

@sigungagung menam­bahkan sindi­ran tajam:
“Segi­t­un­ya ngam­bil barang orang.… 🤔”

Suara yang lebih keras datang dari akun @dobyahpriyo yang menulis:
“Rakyaaat Pati­ii.. kalian pen­guasa sebe­narnya. Libaaaas… sikaaatt… han­cu­u­u­urkan sia­papun peng­ha­langnya”

Semen­tara itu, @gendhoek_limboek mence­mooh peja­bat lokal:
“Bupati kok nan­tang raky­at yg mil­ih dia… cm golek mala…”

Beber­a­pa komen­tar men­garah pada keti­dakper­cayaan ter­hadap pemer­in­tah daer­ah, bahkan menyuarakan poten­si ger­akan mas­sa yang lebih besar jika tun­tu­tan raky­at terus dia­baikan.

@laxmividianty menulis tegas:
“Jan­gan main-main den­gan lesabaran raky­at.. kl raky­at sudah bersatu kalian akan jadi bubur semua para peja­bat… kl gak per­caya lihat saja nan­ti”

@widiprass meny­oroti dugaan penyelewen­gan:
“Loh infonya ada yg dijual hasil sitaan­nya? Apakah ini merek beli dulu? Apakah jum­lah­nya aku­rat? Kare­na dus­nya masih bagus, masih klim­is…”

  Pemilik Lisensi Wafat, SPBU Swasta di Malaysia Tutup Total dan Karyawan Kehilangan Pekerjaan

@idjalrizalullah mem­berikan kri­tik tajam bernu­ansa hukum dan moral:
“Per­am­pasan dan men­gua­sai hak² raky­at kecil ter­ja­di dimana²… Apa akan jadi per­ad­a­ban baru yang buruk ini mau dile­galkan..??”

@rezawaay menyuarakan kemara­han:
“Duit2 raky­at jalanan raky­at bayar pajak ko yg pre­man oknum maen ambil2 aja!!!! Merugikan ga??”

Tak hanya peja­bat pemer­in­tah daer­ah, instan­si Sat­pol PP juga men­ja­di sasaran kri­tik pedas masyarakat. Fungsi dan integri­tas mere­ka diper­tanyakan secara ter­bu­ka.

@pamungkasharry menulis:
“Geruduk aja kan­tor sat­pol pp nya, lagian ini sat­pol pp jg apa sih fungsinya pada­hal dpt gaji tp ker­janya kagak jelas”

@harry.satriawan menyindir keras:
“Sat­pol pp kan memang makan­nya barang sitaan”

@nadisar.lemarieshop meny­oroti kejang­galan:
“Ya aneh lah. Sama bupati katanya demo aja, terus mau demo ada yg donasi lo, sum­ban­gan lo di sita. Piye piye.”

Komen­tar dari @ronde.lighting.klaten menyindir dugaan penyalah­gu­naan:
“disi­ta = dikon­sum­si sendiri + dijual lagi”

War­ganet juga meny­ing­gung dimen­si poli­tik dan moral dari keja­di­an ini. Beber­a­pa meni­lai bah­wa keja­di­an ini bisa berdampak pada kred­i­bil­i­tas calon kepala daer­ah.

@nets1399 mem­per­tanyakan:
“Saat pengem­balian kok tidak sebanyak wak­tu peny­i­taan… yg calon bupatinya mana tuh kok kaga keli­atan batok kepalanya”

@fradikaayuaja menulis:
“Kirain mau dijual lagi itu laku lo sat­pol 😁”

  Sorotan Publik Asal Kayu Banjir Sungai Batang Toru

@istaqsundly menyerukan aksi mas­sa:
“Man­tap„ seharus­nya di geruduk masal wae „han­curke saja peja­bat songong kui”

Peri­s­ti­wa ini bukan hanya soal air min­er­al yang disi­ta dan dikem­ba­likan, tetapi mencer­minkan kri­sis keper­cayaan antara war­ga dan pemer­in­tah daer­ah. Sat­pol PP seba­gai alat negara ditun­tut untuk bertin­dak adil dan transparan, tidak aro­gan atau repre­sif ter­hadap raky­at.

Insi­d­en ini juga men­ja­di peringatan bagi peja­bat daer­ah agar tidak mengabaikan suara raky­at. Desakan masyarakat yang merasa diper­lakukan tidak adil bisa berkem­bang men­ja­di per­lawanan lebih besar jika tidak segera ditan­gani den­gan dia­log ter­bu­ka dan kebi­jakan yang bijak.

Den­gan pengem­balian barang sitaan sete­lah tekanan pub­lik, masyarakat Pati menun­jukkan bah­wa keku­atan kolek­tif war­ga tetap men­ja­di fak­tor uta­ma dalam men­ja­ga kead­i­lan sosial. Ke depan, tin­dakan pemer­in­tah daer­ah, khusus­nya Sat­pol PP, harus lebih mengede­pankan eti­ka, atu­ran hukum, dan rasa hor­mat ter­hadap masyarakat.

Peri­s­ti­wa ini telah men­ja­di cer­min kuat bah­wa raky­at tidak lagi ting­gal diam meng­hadapi tin­dakan yang mere­ka anggap seme­na-mena. Kini, per­ha­t­ian ter­tu­ju pada langkah berikut­nya dari pihak berwe­nang apakah akan ada klar­i­fikasi, per­mintaan maaf, atau bahkan per­baikan prose­dur? Yang pasti, pub­lik terus men­gawasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *