Ketapang, SniperNew.id — Melalui Dinas PUTR bidang SDA Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat kegiatan pekerjaan pembersihan Gulma kanal dari Negri Baru — Pematang Gadung, kecamatan Matan Hilir Selatan yang dilaksanakan “CV. Lubuk Barnau Karya Bumi” diprotes gunakan parang, Rabu (12/12/2024).
Melalui Slamet Yudistira salah satu anggota Tim Investigasi DPC LAKI ANTI KORUPSI INDONESIA daerah Ketapang, mengatakan keluhan keluah dari warga masyarakat Desa Negri Baru berkaitan dengan pengerjaan Pembersih Gulma Kanal pekerjaannya gunakan parang, hingga diduga hasilnya tsk maksimal alias asal jadi.
“Saya mendapatkan laporan dari beberapa warga masyarakat desa Negri Baru yang mengeluhkan proyek pengerjaan Pembersih Gulma Kabal mengunakan parang bukan alat berat, hingga hasil pembersihan Gulma Kanal itu tidak sesuai diduga asal jadi begitu, karena jelas itu ada kerugian negara (pormalitas).” terang Slamet Yudistira kepada media ini.
“Dengan mengunakan parang, apakah sudah sesuai dengan nilai anggaran pagu kegiatan itu sebesar Rp.191.000.000.00. ini diduga sarat korupsi, bermoduskan pembersihan Gulma Kanal di Negri Baru ke Pematang Gadung itu ampuradul artinya ada permainan oknum rekanan,” kata Slamet Yudistira.
“Tidak sesuai dengan spek, lagian menurut kami kalau dinas PU-TR menyetujui hasil pekerjaan CV. Lubuk Barnau Karya Mukti itu sudah sesuai..?, Tapi hal itu sangat disayangkan, berdasarkan laporan masyarakat sangat tidak sesuai,” lanjut Slamet Yudistira yang sampaikan keluhan masyarakat Melalui media ini.
Senada dikatakan salah satu perwakilan warga masyarakat yang berinisial (JH) mengatakan, ini parit besar bukan seharusnya pakai parang semestinya harus pakai alat.
“Ini parit besar bukan aliran Siring, semestinya harus pakai alat bukan pakai parang. kami masyarakat aja tau, kemungkinan ini tidak ada arahan dan pengawasan dari dinas terkait,” ungkap warga.
Menyikapi laporan — laporan dari warga masyarakat, melalui Slamet Yudistira anggota tim investigasi DPC LAKI ANTI KORUPSI INDONESIA Ketapang menduga demi meraup keuntungan pribadi pihak rekanan CV bekerja sama dengan orang dinas PUTR Ketapang Bidang SDA.
“Ya, jadi maka kita mengenang masa pemerintahan bapak presiden Prabowo dan wakil presiden Gibran Rakabuming Raka kami berharap dipihak APH dapat melakukan pemeriksaan pihak dinas PUTR bidang SDA, diduga setiap tahun selalu melaksanakan pekerjaan seperti ini,” kata Slamet Yudistira.
“Padahal pekerjaan Pembersihan Gulma Kanal Negri Baru ke Pematang Gadung sangat tidak ada ajas manfaat bagi masyarakat, oleh karena itu sangat disayangkan, apakah dinas PUTR bidang SDA sudah kebal hukum, seolah — olah tidak pernah terjemah hukum padahal sudah jelas korupsi berjamaah sudah jelas dilihat di kalangan masyarakat dan publik,” tandasnya Slamet Yudistir.
Penulis: (Jumadi)



















