Surabaya, SniperNew.id – Dalam rangka menyambut dan merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, para santri Khidmat Nurul Hayat kembali memeriahkan suasana dengan berbagai perlombaan khas Agustusan. Salah satu yang menarik perhatian publik adalah perlombaan unik dan penuh canda tawa, yaitu Estafet Sarung, yang menjadi lomba kedua dari rangkaian kegiatan perayaan tahun ini, Senin (04/08).
Melalui unggahan resmi akun media sosial Threads @nurulhayatku, suasana semarak dan penuh keceriaan tampak begitu terasa. Dalam unggahan yang telah ditonton puluhan kali ini, terlihat para santri putri mengenakan sarung dan mengikuti perlombaan estafet yang mengandalkan kerja sama tim, kekompakan, dan tentu saja kecepatan serta ketepatan dalam menjalankan tantangan.
“Lomba kedua santri Khidmat Nurul Hayat: Estafet sarung!
Suasana penuh tawa dan semangat—meriah banget, alhamdulillah!” tulis akun tersebut.
Kemeriahan perlombaan ini tidak hanya menghadirkan tawa para peserta, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana rasa kebersamaan dan semangat nasionalisme dapat ditumbuhkan melalui kegiatan yang menyenangkan namun sarat makna.

Dalam unggahan tersebut, pihak Nurul Hayat juga menyampaikan bahwa perlombaan ini adalah wujud dari cara mereka dalam merayakan kemerdekaan Republik Indonesia, bukan hanya dengan upacara dan kegiatan formal, tetapi juga melalui kegiatan kreatif dan membangun kebersamaan.
“Beginilah cara kami merayakan kemerdekaan Indonesia: Dengan kebersamaan, keseruan, dan rasa syukur.”
Perlombaan estafet sarung ini bukan hanya sekadar hiburan atau ajang menunjukkan kecepatan dan kelincahan, namun juga menjadi simbol kerja sama, kesabaran, dan koordinasi antarindividu. Di dalamnya terdapat pesan moral bahwa keberhasilan hanya bisa diraih melalui sinergi dan kebersamaan, nilai-nilai yang juga menjadi landasan perjuangan para pahlawan bangsa.
Santri yang mengikuti lomba pun tampak begitu antusias dan semangat, mengenakan sarung serta berjalan cepat sambil menyerahkan sarung ke peserta berikutnya dengan tetap menjaga semangat sportivitas. Gelak tawa dan sorakan dari para penonton—baik dari santri lain maupun para pengajar—menambah semarak suasana di dalam aula atau lapangan indoor yang menjadi lokasi perlombaan.
Unggahan tersebut juga menyebut bahwa perlombaan belum berakhir, dan akan ada banyak keseruan lain yang menyusul.
“Dan tenang… lombanya belum selesai!
Masih banyak keseruan menanti. Kira-kira, lomba selanjutnya bakal lebih seru lagi nggak ya? 😄”
Terlihat dalam video yang diunggah, para peserta yang seluruhnya santri perempuan dari Nurul Hayat mengikuti lomba dengan mengenakan gamis dan sarung. Mereka berlari dalam lintasan di dalam ruangan berlantai hijau layaknya lapangan olahraga, sambil mengoperkan sarung kepada rekan satu tim mereka.
Beberapa guru dan pembina yang menonton dari sisi lapangan terlihat tertawa lepas, menikmati aksi lucu dan semangat para santri. Salah satu momen menarik dalam video menunjukkan seorang peserta menunjuk dengan ekspresi penuh tawa dan semangat, sementara para penonton di belakangnya turut terhibur.
Di balik kegembiraan tersebut, perlombaan juga berlangsung tertib dan dalam suasana aman. Dinding-dinding aula dipenuhi dengan himbauan seperti “DILARANG MEROKOK”, yang menunjukkan bahwa acara dilaksanakan di lingkungan yang kondusif, bersih, dan sehat.
Tentang Nurul Hayat
Yayasan Nurul Hayat merupakan salah satu lembaga sosial dan zakat terkemuka di Indonesia yang telah berkiprah dalam berbagai program kemanusiaan, keagamaan, serta pendidikan. Santri Khidmat Nurul Hayat adalah bagian dari program kaderisasi yang mendidik para pemuda dan pemudi untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi umat dan bangsa melalui pengabdian sosial, dakwah, dan keterlibatan dalam kegiatan pembangunan masyarakat.
Kegiatan perayaan kemerdekaan seperti ini menjadi bagian penting dari pembinaan karakter para santri, di mana semangat nasionalisme dan jiwa kebersamaan ditanamkan dengan cara yang menyenangkan dan tidak kaku. Pendekatan seperti ini terbukti mampu meningkatkan motivasi, kedekatan antarpeserta, serta semangat cinta tanah air.
Harapan dan Lanjutan Kegiatan
Melalui unggahan tersebut, tim Nurul Hayat juga memberikan isyarat bahwa akan ada lomba-lomba seru lainnya yang menyusul. Hal ini tentu menjadi penantian menarik, tidak hanya bagi para santri yang berpartisipasi, tetapi juga masyarakat umum yang menyimak kegiatan mereka melalui media sosial.
Tagar-tagar yang disematkan dalam unggahan seperti #NurulHayat, #ZakatKita, #Lomba, #LombaAgustusan, #Agustusan, dan #LifeAtNurulHayat menjadi bagian dari strategi digital mereka untuk menjangkau lebih banyak audiens serta menyebarkan pesan-pesan positif dari kegiatan yang mereka lakukan.
Kemeriahan estafet sarung yang dilaksanakan oleh para santri Khidmat Nurul Hayat menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam banyak bentuk. Tidak selalu harus formal dan kaku, namun bisa juga hadir dalam tawa, sorak, dan kebersamaan yang hangat.
Perlombaan ini menjadi simbol bagaimana nilai-nilai perjuangan seperti kerja sama, semangat pantang menyerah, dan rasa syukur bisa dihidupkan kembali, terutama di kalangan generasi muda. Nurul Hayat berhasil menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga dimaknai melalui aksi nyata yang membentuk karakter dan menumbuhkan semangat positif di tengah masyarakat.
Sumber:
Unggahan akun resmi Threads @nurulhayatku
(Tayang 17 jam lalu, disertai video dan foto kegiatan lomba estafet sarung)














