Maros, SniperNew.id — Proyek jalan desa di Dusun Lappa Telle, Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, kini menuai sorotan tajam. Kerusakan parah yang terjadi kurang dari satu tahun setelah proyek rampung memicu tudingan adanya kelalaian serius, bahkan dugaan penyimpangan anggaran.
Amir Kadir, S.H., Sekretaris Jenderal LSM Pekan 21, dengan tegas menyatakan bahwa proyek ini adalah cerminan dari bobroknya pengelolaan dana desa.
“Kerusakan secepat ini bukan sekadar kelalaian. Ini bukti nyata pekerjaan yang penuh manipulasi dan penyalahgunaan. Bagaimana mungkin anggaran rakyat dipakai untuk hasil seperti ini?” serunya, Jumat (10/1).
Amir tidak hanya menuding Kepala Desa Benteng, Risal, sebagai pihak yang bertanggung jawab, tetapi juga mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak.
“Kami minta Polres Maros turun tangan segera! Kepala desa harus diperiksa. Jangan biarkan masyarakat jadi korban permainan oknum yang rakus. Diamnya aparat hanya akan memperburuk situasi ini,” tegasnya.
Kerusakan jalan ini, lanjut Amir, telah melumpuhkan mobilitas masyarakat. Warga bahkan mulai mempertanyakan ke mana anggaran desa yang seharusnya untuk kesejahteraan mereka.
“Apa yang dilakukan Risal dengan anggaran ini? Proyek ini seolah hanya untuk kepentingan segelintir orang tanpa memikirkan masyarakat yang harus menggunakan jalan setiap hari,” imbuhnya dengan nada geram.
Ketika dimintai klarifikasi, Kepala Desa Benteng, Risal, memilih bungkam. Sikap ini, menurut Amir, hanya memperkuat dugaan adanya penyelewengan anggaran.
“Diamnya kepala desa adalah tanda bahwa ada sesuatu yang disembunyikan. Jika dia tidak merasa bersalah, seharusnya dia memberikan penjelasan kepada masyarakat,” katanya.
LSM Pekan 21 juga menyoroti lambannya respon dari pihak kepolisian.
“Jika Polres Maros tidak segera bertindak, maka kepercayaan masyarakat terhadap hukum akan semakin hancur. Kami mendesak tindakan nyata, bukan hanya janji!” ujar Amir dengan nada keras.
Hingga berita ini diturunkan, Polres Maros belum memberikan keterangan resmi terkait desakan ini.
Warga berharap kasus ini segera diusut agar keadilan ditegakkan dan dana desa dikelola dengan transparansi.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika aparat tidak bertindak, kami akan membawa masalah ini ke tingkat yang lebih tinggi,” (Syamsir).













