Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

RSU Sayang Ibu Balikpapan Mangkrak, Rp106 Miliar APBD Diduga Langgar Sejumlah UU

129
×

RSU Sayang Ibu Balikpapan Mangkrak, Rp106 Miliar APBD Diduga Langgar Sejumlah UU

Sebarkan artikel ini

Balik­pa­pan —Snipernew.id

Proyek pem­ban­gu­nan Rumah Sak­it Umum (RSU) Sayang Ibu Balik­pa­pan seni­lai Rp106,19 mil­iar yang bersum­ber dari Anggaran Pen­da­p­atan dan Belan­ja Daer­ah (APBD) Kota Balik­pa­pan kian men­u­ai sorotan tajam.

Hing­ga awal 2026, proyek strate­gis sek­tor kese­hatan terse­but belum ram­pung dan terke­san mangkrak, memu­nculkan dugaan kuat adanya pelang­garan hukum dalam pen­gelo­laan­nya.
Pan­tauan media di lokasi proyek di Jalan R. Suprap­to, Kelu­ra­han Baru Ulu, Keca­matan Balik­pa­pan Barat, menun­jukkan tidak adanya aktiv­i­tas pem­ban­gu­nan.

Area proyek tam­pak kosong tan­pa peker­ja, min­im penga­manan, ser­ta mate­r­i­al ban­gu­nan yang ter­bengkalai. Kon­disi ini berband­ing ter­ba­lik den­gan nilai anggaran besar yang telah digelon­torkan pemer­in­tah daer­ah.
Berdasarkan papan proyek, pem­ban­gu­nan RSU Sayang Ibu Balik­pa­pan dim­u­lai Juni 2024 dan ditar­getkan sele­sai pada 2025. Namun hing­ga tar­get wak­tu ter­lam­paui, rumah sak­it belum dap­at difungsikan. Fak­ta terse­but menim­bulkan per­tanyaan serius terkait peren­canaan, pelak­sanaan, dan pen­gawasan proyek.

  Oknum Satpas Deli Serdang Diduga Pungli Urus SIM C


Infor­masi yang beredar menye­butkan adanya per­gant­ian kon­trak­tor di ten­gah pelak­sanaan proyek ser­ta pem­ber­ian per­pan­jan­gan wak­tu oleh Pemer­in­tah Kota Balik­pa­pan.

Namun, per­pan­jan­gan terse­but tidak dis­er­tai transparan­si pro­gres peker­jaan kepa­da pub­lik, sehing­ga memu­nculkan dugaan mal­ad­min­is­trasi dan pem­borosan anggaran negara.
Situ­asi ini diperku­at den­gan lapo­ran bah­wa Badan Pemerik­sa Keuan­gan (BPK) RI Per­wak­i­lan Kali­man­tan Timur men­e­mukan sejum­lah dugaan pelang­garan dan telah mela­porkan­nya ke Kejak­saan Ting­gi Kali­man­tan Timur.

Jika ter­buk­ti, proyek RSU Sayang Ibu Balik­pa­pan berpoten­si melang­gar beber­a­pa keten­tu­an hukum, antara lain:

  Ijazah Wali Kota Tebingtinggi Dipamerkan, Akun Facebook Dilaporkan ke Polda Sumut

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 ten­tang Keuan­gan Negara, khusus­nya Pasal 3 ayat (1), yang mene­gaskan bah­wa pen­gelo­laan keuan­gan negara harus dilakukan secara tert­ib, efisien, ekonomis, efek­tif, transparan, dan bertang­gung jawab.

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 ten­tang Per­ben­da­haraan Negara, terkait tang­gung jawab peja­bat pen­gelo­la anggaran atas keru­gian negara.
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 ten­tang Jasa Kon­struk­si, yang men­gatur kewa­jiban penye­dia jasa menye­le­saikan peker­jaan sesuai kon­trak, mutu, dan wak­tu yang telah dite­tap­kan.

Per­at­u­ran Pres­i­den Nomor 16 Tahun 2018 jo. Per­pres Nomor 12 Tahun 2021 ten­tang Pen­gadaan Barang/Jasa Pemer­in­tah, khusus­nya terkait wan­prestasi penye­dia dan sanksi admin­is­tratif.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 ten­tang Pem­ber­an­tasan Tin­dak Pidana Korup­si, apa­bi­la dite­mukan indikasi penyalah­gu­naan wewe­nang, mark up, atau per­bu­atan yang merugikan keuan­gan negara.

  Kasihhati Law Firm Soroti Penanganan Perkara Penganiayaan Polsek Mampang

Tokoh masyarakat Balik­pa­pan Barat sekali­gus Pimp­inan Redak­si Tabloid BNN.News.com Per­wak­i­lan Kali­man­tan Timur, Richard Onnel, mene­gaskan bah­wa kasus RSU Sayang Ibu Balik­pa­pan tidak bisa diang­gap per­soalan tek­nis sema­ta.

“Ini menyangkut uang raky­at dan hak masyarakat atas layanan kese­hatan. Jika proyek mangkrak dan anggaran besar tidak meng­hasilkan man­faat, maka aparat pene­gak hukum wajib men­gusut­nya sam­pai tun­tas,” tegas Onnel, Selasa (27/1/2026).

Ia mende­sak Wali Kota Balik­pa­pan untuk bertang­gung jawab secara poli­tik dan admin­is­tratif, ser­ta mem­bu­ka selu­ruh doku­men proyek kepa­da pub­lik.

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, Pemer­in­tah Kota Balik­pa­pan belum mem­berikan klar­i­fikasi res­mi. Semen­tara itu, masyarakat menung­gu langkah tegas aparat pene­gak hukum atas proyek yang diduga melang­gar hukum dan berpoten­si merugikan keuan­gan negara.
(Tim/Onnel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *