Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Ricuh Operasi PETI di Bengkayang: Dua Terduga Pelaku Diamankan, Warga Beri Perlawanan

367
×

Ricuh Operasi PETI di Bengkayang: Dua Terduga Pelaku Diamankan, Warga Beri Perlawanan

Sebarkan artikel ini

Bengkayang, SniperNew.id —  Operasi pen­ert­iban Penam­ban­gan Emas Tan­pa Izin (PETI) yang dilakukan aparat Pol­res Bengkayang pada Senin sore, 25 Agus­tus 2025, beru­jung kete­gan­gan di lapan­gan. Aksi pen­ert­iban yang berlang­sung di Desa Sekayok, Kabu­pat­en Bengkayang, ini memicu reak­si keras dari war­ga sek­i­tar sete­lah dua orang ter­duga pelaku dia­mankan oleh pihak kepolisian.

Peri­s­ti­wa ini dike­tahui dari ung­ga­han akun media sosial taufiqmedia.id yang mem­bagikan video suasana di lokasi. Dalam video yang diung­gah sek­i­tar 22 menit lalu, tam­pak beber­a­pa aparat kepolisian dan war­ga bera­da di jalan tanah berlumpur. Sebuah mobil patroli bertuliskan “Polisi” ter­li­hat berhen­ti di dekat area ten­da berwar­na hijau. Sejum­lah war­ga tam­pak ber­jalan tan­pa alas kaki den­gan tubuh berlu­mu­ran lumpur, menan­dakan situ­asi di lapan­gan yang cukup tegang dan penuh tekanan.

Menu­rut keteran­gan dalam ung­ga­han terse­but, aparat Pol­res Bengkayang mengge­lar operasi untuk menin­dak aktiv­i­tas penam­ban­gan emas ile­gal di kawasan terse­but. Dalam operasi itu, dua orang ter­duga pelaku berhasil dia­mankan. Namun, penangka­pan terse­but lang­sung men­da­p­at per­lawanan dari sejum­lah war­ga yang diduga bera­da di sek­i­tar lokasi penam­ban­gan.

  Puting Beliung Hantam Ulak Karang, Dua Rumah Warga Rusak Parah

Ben­tu­ran antara aparat dan war­ga pun tak ter­hin­dark­an. Situ­asi semakin mem­anas kare­na akses jalan yang licin dan berlumpur, mem­bu­at kon­disi operasi men­ja­di sulit dik­enda­likan. Video yang terse­bar menun­jukkan adanya keru­mu­nan war­ga di sek­i­tar kendaraan polisi, seo­lah ingin meng­ha­lan­gi aparat mem­bawa ter­duga pelaku.

Selain video peri­s­ti­wa di lapan­gan, beber­a­pa komen­tar war­ga di media sosial juga ikut ramai menang­gapi. Seo­rang peng­gu­na akun berna­ma sutiknospd2908 menulis, “Wahai pemer­in­tah, ini­lah kalau raky­at sudah marah.”

Komen­tar lain dari akun ig_putraa meny­oroti tin­dakan aparat yang dini­lai hanya berani men­ert­ibkan pelaku kecil, “Yang kelas teri berani ditert­ibkan, kelas kakap berani nggak tuh?”

Semen­tara akun powerofdream.malang menuliskan singkat, “Lawan saja.”

Berba­gai komen­tar terse­but menun­jukkan kere­sa­han seba­gian masyarakat yang merasa pene­gakan hukum tidak selalu ber­jalan adil, teruta­ma dalam kasus penam­ban­gan emas ile­gal yang ser­ing meli­batkan banyak pihak.

Penam­ban­gan emas tan­pa izin sudah lama men­ja­di per­soalan di Kali­man­tan Barat, ter­ma­suk Kabu­pat­en Bengkayang. Aktiv­i­tas ini ker­ap merusak lingkun­gan, mence­mari ali­ran sun­gai, ser­ta menim­bulkan kon­flik sosial di ten­gah masyarakat. Pemer­in­tah daer­ah bersama kepolisian beru­lang kali melakukan operasi pen­ert­iban, namun upaya ini ser­ingkali dihadap­kan pada kendala di lapan­gan.

Selain fak­tor medan yang sulit dijangkau, operasi PETI juga ser­ingkali berhada­pan lang­sung den­gan war­ga yang meng­gan­tungkan mata penc­a­har­i­an dari aktiv­i­tas terse­but. Di sisi lain, keber­adaan pihak-pihak yang diduga men­ja­di “pen­dukung” atau “pemodal” penam­ban­gan ile­gal juga mem­pe­ru­mit penin­dakan.

  Bara Rokok Picu Kebakaran Petasan, Detik-Detik Mencekam Terekam Video

Penin­dakan hukum biasanya menyasar penam­bang di lapan­gan yang dise­but seba­gai “kelas teri,” semen­tara dugaan keter­li­batan jaringan yang lebih besar atau “kelas kakap” jarang terungkap ke pub­lik. Hal ini­lah yang memicu keti­dakpuasan masyarakat seba­gaimana ter­li­hat dari komen­tar-komen­tar di media sosial.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, pihak kepolisian belum men­gelu­arkan perny­ataan res­mi terkait jum­lah per­son­el yang dik­er­ahkan maupun kon­disi terki­ni ked­ua ter­duga pelaku yang dia­mankan. Namun, aparat diperki­rakan akan tetap melakukan langkah hukum sesuai prose­dur, sekali­gus beru­paya meredam situ­asi agar tidak melu­as men­ja­di kon­flik hor­i­zon­tal.

Operasi semacam ini biasanya dilakukan untuk mene­gakkan atu­ran hukum sekali­gus melin­dun­gi lingkun­gan dari dampak kerusakan aki­bat penam­ban­gan ile­gal. Namun, aparat juga diim­bau untuk mengede­pankan pen­dekatan per­suasif, dia­log, dan sosial­isasi kepa­da war­ga sebelum melakukan penin­dakan lang­sung, agar tidak menim­bulkan kesalah­pa­haman yang beru­jung ricuh.

Respon masyarakat di media sosial menun­jukkan bah­wa seba­gian war­ga tidak meno­lak upaya pene­gakan hukum, namun menun­tut kead­i­lan agar semua pihak yang ter­li­bat dalam prak­tik PETI—termasuk pihak yang diduga mem­beri modal atau melin­dun­gi penam­bang ile­gal — juga dipros­es hukum secara setara.

Per­mintaan ini mencer­minkan kere­sa­han sosial yang men­dalam. Jika hanya penam­bang kecil di lapan­gan yang men­ja­di sasaran, semen­tara aktor besar tetap bebas berke­liaran, keper­cayaan masyarakat ter­hadap pene­gakan hukum dap­at terus menu­run.

Para pemer­hati lingkun­gan dan hukum ker­ap menekankan pent­ingnya solusi jang­ka pan­jang untuk men­gatasi PETI. Selain pene­gakan hukum, pemer­in­tah daer­ah per­lu menye­di­akan alter­natif mata penc­a­har­i­an yang layak bagi war­ga agar tidak lagi bergan­tung pada penam­ban­gan emas ile­gal. Pro­gram pem­ber­dayaan ekono­mi, pelati­han ker­ja, hing­ga pem­bukaan lapan­gan peker­jaan baru bisa men­ja­di langkah strate­gis untuk men­gu­ran­gi keter­gan­tun­gan masyarakat ter­hadap aktiv­i­tas ini.

  Mobil Terjun ke Kali Depan BPK Penabur Kelapa Gading, Warga Heboh!

Selain itu, pen­gawasan ketat ter­hadap jalur dis­tribusi hasil tam­bang ile­gal juga harus diperku­at. Den­gan memu­tus jalur pemasaran emas hasil PETI, kegiatan penam­ban­gan ile­gal dihara­p­kan bisa berku­rang secara sig­nifikan.

Peri­s­ti­wa ricuh dalam operasi pen­ert­iban PETI di Desa Sekayok, Kabu­pat­en Bengkayang, Kali­man­tan Barat, men­ja­di potret nya­ta kom­plek­si­tas masalah tam­bang ile­gal di Indone­sia. Aparat kepolisian beru­paya mene­gakkan hukum den­gan menangkap dua ter­duga pelaku, namun dihadap­kan pada per­lawanan war­ga yang merasa kebi­jakan ini tidak adil atau tidak menyen­tuh akar masalah.

Pemer­in­tah dan aparat pene­gak hukum dihara­p­kan tidak hanya fokus pada operasi pen­ert­iban, tetapi juga mem­per­hatikan aspek kead­i­lan sosial dan pem­ber­dayaan masyarakat. Penan­ganan PETI harus dilakukan secara menyelu­ruh: menin­dak semua pihak yang ter­li­bat, mem­per­bai­ki tata kelo­la sum­ber daya alam, dan meng­hadirkan solusi ekono­mi bagi war­ga sek­i­tar.

Semen­tara itu, masyarakat juga dim­inta untuk tetap ten­ang, tidak ter­pro­vokasi, ser­ta men­dukung pene­gakan hukum yang adil dan transparan. Dia­log ter­bu­ka antara pemer­in­tah, aparat, dan war­ga men­ja­di kun­ci agar kon­flik tidak semakin melu­as. (Abdul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *